Mendiang Putri Diana dikenal dengan citra sempurna sebagai anggota Kerajaan Inggris. Namun, tak banyak yang tahu bahwa sang Putri ternyata pernah berada dalam kondisi menyedihkan pasca menjadi Bunda.
Fakta tersebut sempat diungkapkan Putri Diana pada tahun 1995 saat wawancara dengan BBC di acara berjudul Panorama. Selain membahas perselingkuhan mantan suaminya Pangeran Charles yang sekarang sudah menjadi Raja, Putri Diana juga mengaku mengalami depresi pasca melahirkan.
Dalam wawancara dengan jurnalis Martin Bashir ini, Diana menceritakan betapa semua orang sangat bahagia saat mengetahui dirinya hamil dan melahirkan anak laki-laki. Sang Putri juga sempat merasakan hal yang sama.
Namun, perasaannya mulai berbeda karena dia merasa kurang mendapatkan dukungan emosional dari sang suami dan keluarga Kerajaan. Akibatnya, Diana mengalami depresi yang memengaruhi kesehatan mentalnya.
Pada satu titik, Diana pernah tidak ingin keluar kamar atau beranjak dari tempat tidurnya. Ia juga sempat merasa rendah diri saat mengalami depresi.
"Itu merupakan masa yang sulit," kata Putri Diana dikutip dari Huffpost.
Diana juga merasa sangat tertekan dengan posisinya sebagai Putri Welas yang banyak tersorot media. Ia juga mengaku banyak menerima perawatan untuk sembuh dari depresi pasca melahirkan.
"Sebenarnya saya seperti sedang berteriak karena ingin sembuh. Saya ingin melanjutkan tugas serta peran sebagai istri, ibu, dan Putri Wales," ujarnya.
Putri Diana pernah melukai diri sendiri karena depresi
Akibat tekanan yang dihadapi, Diana pernah melukai dirinya sendiri, Bunda. Ketika ditanya bagaimana keluarga Kerajaan merespons perasaannya, dia tak mengatakan apa pun. Diana malah mengaku sebagai orang pertama dalam keluarga Kerajaan yang berani bicara soal depresi pasca melahirkan.
"Jelas itu menakutkan. Bila kamu belum pernah melihat ini sebelumnya, bagaimana kamu bisa memberikan dukungan?" katanya.
Tak hanya itu, dalam buku berjudul Diana: Her True Story, sang Putri juga pernah membagikan perjuangan yang dihadapinya saat menjalani kehidupan sebagai ibu dari bayi pewaris takhta.
"Saya pulang ke rumah dan kemudian depresi pasca persalinan menghantam saya dengan keras dan bukan karena kelahiran bayi, tetapi bayi itu yang memicu semua hal lain yang terjadi dalam pikiran saya. Wah, saya benar-benar terganggu," kata Diana kepada penulis buku Andrew Morton, dilansir laman People.
Di momen itu, Putri Diana merasa Pangeran Charles kurang perhatian kepadanya setelah melahirkan pangeran William. Begitu juga dengan keluarga Kerajaan yang lain. Diana merasa keluarga kerajaan mengabaikannya seperti saat pembaptisan Pangeran William di usia 6 minggu.
"Saya sepenuhnya diabaikan pada hari itu. Saya merasa putus asa, karena saya baru saja melahirkan William yang berusia 6 minggu," ungkap Diana.
Proses persalinan pertama yang tak mudah
Ada banyak tekanan yang terjadi dalam hidup Diana sebelum Pangeran William lahir. Salah satunya bahkan terjadi saat proses persalinan sang putra, Bunda.
Diana mesti menjalani induksi persalinan lantaran tekanan dari media. Bunda dua anak ini bahkan harus memilih hari kelahiran putranya agar tidak mengganggu jadwal sang suami.
"Ketika kami memiliki William, kami harus mencari tanggal dalam kalender yang sesuai dengan jadwal Charles. William harus diinduksi karena saya sudah tidak bisa lagi menangani tekanan media, itu menjadi tak tertahankan. Semua orang seperti memantau saya setiap hari," kata Diana.
Tak hanya pada persalinan pangeran William, kondisi Diana juga tidak baik-baik saja setelah kelahiran putra keduanya Pangeran Harry. Dikutip laman Express, Putri Diana melahirkan Pangeran Harry setelah melewati 9 jam proses persalinan pada 15 September 1984.
Komentator kerajaan, Roberta Fiorito dan Rachel Bowie, mengungkapkan bagaimana Diana mengalami kesulitan saat hamil dan melahirkan pangeran Harry. Sama seperti menantunya Kate, Putri Diana juga mengalami morning sickness yang parah selama hamil.
Pada podcast Royally Obsessed, Bowie mengatakan bahwa Diana menjalani persalinan selama 9 jam didampingi Pangeran Charles di sisinya sepanjang waktu. "Dia (Harry) lahir dan memiliki berat hanya 6 pon 14 ons (sekitar 3,1 kilogram). Charles langsung menelepon Ratu yang saat itu masih berada di Balmoral untuk menyelesaikan liburan musim panasnya.
Masalah terus datang menghampiri Diana pasca melahirkan anak keduanya. Kelahiran Harry bahkan disebut menjadi awal mula keretakan rumah tangga Diana dan Charles.
"Kemudian antara kelahiran William dan Harry, semuanya gelap gulita. Saya tidak dapat mengingat banyak hal, dan telah menghapusnya, itu sangat menyakitkan. Namun, Harry muncul seperti sebuah keajaiban," kata Diana.
"Kami (Diana dan Charles) menjadi sangat, sangat dekat satu sama lain selama enam minggu sebelum Harry lahir, hubungan yang paling dekat yang pernah dan akan terjadi. Kemudian tiba-tiba saat Harry lahir, semuanya menjadi kacau, pernikahan kami, semuanya hancur," sambungnya.
Demikian kisah Putri Diana yang mengaku pernah mengalami depresi pasca melahirkan. Jika Bunda menemukan gejala bunuh diri/menyakiti diri sendiri pada orang terdekat segera hubungi lima rumah sakit yang disiagakan Kementerian Kesehatan untuk melayani panggilan telepon konseling pencegahan bunuh diri, yakni:
1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang (024) 6722565
2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor (0251) 8324024, 8324025, 8320467
3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta (021) 5682841
4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang (0293) 363601
5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang (0341) 423444
Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan, 24 jam.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)