Mensos Jelaskan Skema Penyaluran Bansos Lewat Kopdes

9 hours ago 12

MENTERI Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pemerintah tengah menyiapkan skema penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurut dia, mekanisme tersebut masih dalam tahap simulasi dan pembahasan regulasi bersama kementerian terkait.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Tapi intinya nanti bansos bisa disalurkan lewat Koperasi Desa Merah Putih atau Koperasi Kelurahan Merah Putih," kata Gus Ipul, sapaan karib Saifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, pada Jumat, 24 Juli 2026.

Dia menjelaskan, terdapat dua skema yang sedang dikaji khusus untuk penyaluran bantuan tunai seperti program keluarga harapan. Skema pertama, tetap melewati bank-bank anggota himpunan bank milik negara (Himbara). Tetapi layanan penyalurannya dibuka di gerai koperasi desa merah putih. 

Kemudian, skema kedua pemerintah membuka opsi dana bansos disalurkan langsung ke rekening koperasi untuk selanjutnya dicairkan oleh penerima manfaat di koperasi tersebut. "Kita lagi simulasi, lagi mencoba regulasinya,” ucap dia. 

Gus Ipul mengatakan perubahan skema itu membutuhkan penyesuaian regulasi. Kementerian Sosial masih membahas bentuk aturan yang dinilai paling cepat, efektif, dan mampu mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Nantinya, skema penyaluran tersebut akan diuji coba terlebih dahulu di sejumlah koperasi yang telah siap. Pada tahap awal, pemerintah kemungkinan tetap menggunakan Himbara sebagai penyalur, tetapi dengan membuka gerai layanan di koperasi. 

Selain itu, Gus Ipul menambahkan, pengurus koperasi tidak akan diberi kewenangan untuk memverifikasi penerima bansos. Proses penetapan penerima, kata dia, akan berlangsung secara otomatis melalui sistem digital. Jika digitalisasi bansos telah sepenuhnya diterapkan, proses verifikasi dapat dilakukan dengan pemanfaatan rekam wajah penerima.

“Jadi nanti otomatis, apalagi kalau digitalisasi bansos sudah tuntas semua. Jadi penerima manfaat itu semua sudah ada rekam wajahnya, lebih mudah lagi itu,” tutur dia. 

Penyaluran bansos melalui koperasi diklaim akan lebih efektif karena memudahkan masyarakat untuk pengambilan bantuan. Sebab, lokasi koperasi yang berada di setiap desa membuat tempat pengambilan bantuan berada lebih dekat dengan tempat tinggal penerima.

“Kalau lewat koperasi pasti jauh lebih dekat dengan rumah penerima manfaat ya, karena itu mereka tidak perlu keluar desa,” kata dia. Selain itu, penerima juga dapat langsung membelanjakan kebutuhan pokok di koperasi setelah mencairkan bantuan. 

Gus Ipul meyakini skema baru ini cukup aman dari potensi pemotongan bantuan. "Enggak akan ada pemotongan, tidak boleh, enggak memungkinkan untuk memotong itu," kata dia.

Rencana menjadikan koperasi merah putih sebagai distributor bansos diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan setelah rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 15 Juli 2026. Zulkifli mengatakan koperasi merah putih akan jadi infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan berbagai bantuan, termasuk bansos.

“Bansos dan barang-barang subsidi itu harus melalui koperasi desa nanti sehingga jelas karena tiap desa ada,” ucap dia. 

Bantuan pemerintah yang akan disalurkan lewat koperasi merah putih di antanya bantuan beras 10 kilogram, program keluarga harapan (PKH), dan bantuan pangan non-tunai (BPNT). 

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online