Sifat Putri Titian di Rumah Dibongkar Sang Putra Lewat Tugas Sekolah dan Dipajang di Mading

3 weeks ago 27

Keluarga Putri Titian selalu menarik perhatian netizen karena tingkah menggemaskan kedua putranya, Theodore Iori Liem dan Mykah Iago Liem. Belum lama ini, si bungsu iori bahkan membuat PR yang menceritakan tentang sifat-sifat keluarganya.

Potret pekerjaan rumah Iori ini dibagikan langsung oleh Titian melalui laman Instagram-nya. Dalam foto tersebut, terlihat Iori menggambarkan seluruh anggota keluarganya termasuk sang kakak.

Lucunya, Iori menuliskan bahwa sang bunda disebut memiliki sifat yang suka marah-marah. Tidak hanya itu, ia juga menilai kalau Putri Titian memiliki gaya bicara dengan suara keras dan hobi main HP.

Sifat ini bertolak belakang dengan sifat yang dimiliki oleh sang Ayah, Junior Liem. Dalam tugas ini, disebut bahwa Junior memiliki sifat yang baik dan suka menggendong. Ia juga memiliki gaya bicara cepat dan hobi suka mengoleksi mainan.

Ternyata, tugas ini tidak hanya sekedar tugas, Bunda. PR ini juga dipajang di mading sekolah sehingga bisa dibaca oleh seluruh orang yang lewat di sana.

Kata Putri Titian soal sifatnya yang dibongkar Iori

Mengetahui hal ini, Titian mengakui bahwa dirinya adalah seorang impostor di dalam keluarga. Ia pun merasa reputasinya sudah 'dihancurkan' melalui tugas sang anak, Bunda.

"Di balik keluarga cemara, pasti selalu ada impostornya. In my case, aku lah impostornya. Yang suka marah-marah, ngomongnya keras-keras, hobinya rebahan sambil HP-an, semua di spill lewat curhatan Iori di tugas sekolahnya," papar Titian dikutip akun @putrititian pada Senin (10/3/2025).

Iori Anak Putri Titian

"Dan bonusnya, ku kira hanya PR numpang lewat, eh ternyata dipajang di mading kelas yang bisa dibaca sama warga sekolah. Dahlah, hancur sudah reputasiku yang kubangun," sambungnya.

Meski suka marah-marah, Titian mengungkap bahwa rasa sayangnya pada keluarga tidak ada yang bisa mengalahkan, Bunda.

"Walaupun ku impostrnya, tapi rasa sayangku pada keluargaku boleh diadu," katanya.

Cara mengendalikan amarah agar tidak menyakiti anak

Ilustrasi Mendisiplinkan Anak

Ilustrasi Bunda Marah/Foto: iStock

Seorang parent educator, Julie King, mengatakan bahwa ketika Bunda dan Ayah marah, ingatlah bahwa setelah amarah mereda, orang tua tetap harus terhubung dengan anak-anaknya.

Anak perlu tahu bahwa mereka selalu bisa mendapat kasih sayang dari orang tuanya dan memiliki hubungan yang lebih baik ke depannya.

Setelah marah, sebagian orang tua akan mencoba teknik menenangkan diri dengan menarik napas dalam atau melompat-lompat. Hal ini mungkin bisa membantu namun akan membingungkan Si Kecil.

"Hal itu mungkin akan membantu, tetapi ide bahwa saya harus mencoba menenangkan diri saat marah itu...menjengkelkan! Saat marah, saya tidak ingin tenang. Ini bisa membingungkan anak-anak karena orang tua mereka berbicara dengan tenang sementara mereka jelas-jelas melihat orang tuanya marah besar. Ada dua pesan yang maknanya bertolak belakang," ujarnya mengutip dari bukunya yang berjudul How to Talk so Little Kids Will Listen.

Penilaian Tengah Semester

Selain menarik napas panjang dan melompat, Bunda juga bisa mengelola emosi dengan cara mengucapkan satu kata. Misalnya, Bunda beberapa kali meminta anak segera pergi ke mobil, tapi mereka tidak melakukannya, maka, Bunda bisa katakan 'Mobil', dengan nada paling keras. Julie menyebut hal ini tidak akan menyakiti hati Si Kecil dalam jangka panjang.

Tidak hanya itu, Julie juga menyarankan agar Bunda bisa mengekspresikan perasaan dan berterus terang ketika sedang marah. Misalnya saja dengan mengucap "Bunda marah sekali kalau melihat adik bayi dicubit".

Julie mengungkapkan tindakan perlu diambil saat anak bertindak kurang pas. Bunda bisa mengatakan "Bunda tidak mengizinkan siapapun melempar pasir. Kita pulang sekarang".

Dengan mengucapkan kalimat ini, tidak ada satu pun yang akan melukai anak. kata-kata ini tidak menyebutkan bahwa anak tidak berharga, anak jahat, atau mereka tidak disayang.

"Kata-kata ini justru menunjukkan bahwa orang tua mereka telah kehilangan kesabaran. Dan mereka mencontohkan cara yang sehat untuk mengekspresikan marah dan frustrasi tanpa menyerang," jelas Julie.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Jangan lupa intip juga video hal yang menyebabkan emosi anak tidak stabil berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(mua/rap)

Loading...

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online