Jakarta -
Salah satu kekhawatiran saat menyusui adalah bayi tersedak ASI. Kekhawatiran ini umumnya muncul di masa-masa awal menyusui bayi baru lahir.
Jika bayi tersedak di awal waktu menyusu atau jika ia terus menarik puting payudara Bunda, itu mungkin dia mendapatkan ASI terlalu banyak dan cepat. Pada kondisi tersebut, Bunda tentu perlu khawatir dan segera mengambil tindakan.
"Saya melihat bahwa banyak bayi cenderung tersedak ASI saat menyusu karena ibunya memiliki banyak ASI," kata konsultan laktasi Sara-Chana Silverstein, IBCLC, dilansir Parents.
"Beberapa bayi mengalami apa yang disebut milk ejection reflex (MER) atau refleks pengeluaran ASI yang cepat. Itu berarti ASI keluar dari tubuh mereka dengan sangat kuat hingga membuat tersedak," sambungnya.
Saat bayi tersedak, Bunda jangan langsung panik ya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Simak penjelasannya berikut ini!
Tips mencegah bayi tersedak ASI
Berikut 5 cara mencegah dan mengatasi bayi tersedak ASI:
1. Memperlambat produksi ASI
Bunda yang memproduksi ASI secara berlebihan cenderung melepaskan isapan bayi dengan cepat atau secara paksa. Hal tersebut sering kali menyebabkan bayi tersedak, Bunda.
Untuk mengatasinya, Bunda dapat memperlambat produksi ASI. Salah satu caranya dengan mengendalikan cara menyusui Si Kecil.
"Saat ibu menyusui di satu sisi, misalnya sisi kanan, ia dapat menggunakan tangan kirinya untuk menekan puting di sisi kiri ke arah tulang rusuk dan menghitung sampai lima. Cara tersebut dapat dilakukan beberapa kali untuk mengirimkan sinyal agar ASI tidak keluar dari payudara tersebut," ujar Silverstein.
2. Membiasakan diri menyusui di satu sisi payudara
Menyusui hanya di satu sisi payudara setiap kali mengASIhi dapat membantu mengatasi bayi tersedak. Metode tersebut dapat memastikan payudara benar-benar kosong, sehingga alirannya bisa melambat dan bayi mendapatkan semua ASI berlemak (hindmilk). Jenis ASI ini dapat membantu bayi merasa kenyang lebih cepat dan berhenti menyusu.
"Saya telah menemukan bahwa menggunakan satu payudara secara eksklusif setiap kali menyusui adalah metode terbaik," ujar Silverstein.
Strategi lainnya adalah menerapkan 'block feeding', yakni menggunakan hanya satu payudara selama waktu tertentu atau setidaknya beberapa jam. Metode ini dapat mengurangi pasokan di payudara lainnya sebelum beralih ke waktu atau blok berikutnya.
3. Pastikan bayi menyusu dengan benar
Cara mencegah bayi tersedak lainnya adalah memastikan bayi menyusu dengan benar. Memperbaiki pelekatan bayi saat menyusui dapat membuat perbedaan besar, Bunda.
"Bayi yang tersedak sering kali tidak memiliki pelekatan yang cukup dalam atau benar," ujar Silverstein.
"ASI seharusnya langsung masuk ke tenggorokan bayi. Bila pelekatan dangkal, maka terlalu banyak ASI yang tersisa di mulut bayi," sambungnya.
4. Ganti posisi menyusui
Bunda juga dapat mencoba posisi menyusui yang berbeda untuk mencegah bayi tersedak ASI. Ada beberapa posisi yang dapat dicoba untuk mengontrol keluarnya ASI. Berikut penjelasannya:
- Menempatkan bayi pada sudut yang lebih tegak (upright) akan membuat gravitasi bekerja melawan aliran ASI.
- Menyusui dengan posisi santai, yakni posisi bayi di atas Bunda (laid-back nursing), dapat memperlambat aliran ASI.
- Menyusui dengan posisi berbaring miring (side-lying nursing) dapat membantu ASI keluar dari mulut bayi untuk mencegah tersedak.
Saat merasa akan terjadi kebocoran ASI di posisi apa pun, Bunda dapat segera melepaskan bayi dari payudara. Kemudian, menyusui kembali saat aliran ASI melambat.
5. Konsultasi ke konsultan laktasi
Cara terakhir mencegah dan mengatasi bayi tersedak adalah berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Mintalah bantuan konsultan laktasi bersertifikat internasional (IBCLC). Mereka dapat memandu Bunda dalam mengelola semua strategi menyusui, yang dapat membantu bayi menyusu dengan lebih efektif dan nyaman.
"Saya pernah menangani ratusan bayi yang tersedak ASI. Setelah menangani 18.000 bayi di kantor, kami tidak pernah harus mengirim bayi ke rumah sakit," ungkap Silverstein.
Demikian 5 cara mencegah bayi tersedak ASI. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)