Ketika Kader Fatayat NU Komplain Disebut Ibu-ibu oleh Wapres Gibran

3 months ago 78

8000 hoki Situs server Slot Maxwin China Terbaik Gampang Lancar Jackpot Full Setiap Hari

hoki kilat slot List Login situs Slots Gacor Cambodia Terbaik Sering Menang Terus

1000 hoki Akun situs Slots Gacor Malaysia Terpercaya Sering Win Online

5000hoki.com Platform website Slots Gacor Indonesia Terkini Sering Jackpot Setiap Hari

7000 hoki Situs web Slots Gacor Thailand Terkini Sering Scatter Terus

9000hoki.com List Agen website Slot Gacor Philippines Terkini Mudah Lancar Menang Full Banyak

List Daftar game Slot Maxwin basis Cambodia Terbaik Gampang Lancar Win Non Stop

Idagent138 login Akun Slot Game Terbaik

Luckygaming138 Id Slot Game

Adugaming Daftar Akun Slot Maxwin Terbaik

kiss69 login Akun Slot Anti Rungkad Terbaik

Agent188 login Akun Slot Game Online

Moto128 Daftar Slot Anti Rungkad Terpercaya

Betplay138 Daftar Akun Slot Gacor Terpercaya

Letsbet77 Id Slot Maxwin Online

Portbet88 login Slot Maxwin Terpercaya

Jfgaming168 login Id Slot Terpercaya

MasterGaming138 login Slot Online

Adagaming168 Akun Slot Terpercaya

Kingbet189 login Akun Slot Anti Rungkad Terbaik

Summer138 Daftar Id Slot Maxwin Online

Evorabid77 Akun Slot Anti Rungkad Terbaik

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat komplain dari kader Fatayat Nahdlatul Ulama karena menyapa peserta yang hadir dengan sebutan ibu-ibu. Sejak awal memberikan sambutan, Wapres Gibran sudah menyapa para kader Fatayat NU dengan sebutan ibu-ibu.

"Ibu Ketua Umum Fatayat NU beserta jajarannya. Para tokoh agama, kiai, ibu nyai yang hadir. Selamat pagi semua ibu-ibu," sapa Gibran mengawali sambutannya di acara pembukaan Konferensi Besar Fatayat Nahdlatul Ulama di Jakarta, Jumat, 13 Desember 2024, dikutip dari Antara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sapaan ibu-ibu itu dikomplain oleh para kader Fatayat NU yang menghendaki Gibran menyapa kader dengan sebutan sahabat.

"Pagi sahabat. Sahabat," kata Gibran seraya tersenyum.

Para kader pun meminta Gibran mengulangi sapaan kepada mereka.

"Ya sudah, selamat pagi para sahabat," ujar Gibran disambut tawa kader.

Gibran menyampaikan salam hangat Presiden RI Prabowo Subianto kepada para kader dan berterima kasih kepada Fatayat NU yang sejak awal sampai titik saat ini masih membersamai Presiden Prabowo dan dirinya.

Gibran lalu kembali lupa menyapa kader Fatayat NU dengan sebutan sahabat.

"Terima kasih sekali untuk ibu-ibu, sahabat-sahabat Fatayat NU. Terakhir kita ketemu pada saat kampanye kemarin," ujar Gibran.

Gibran lalu bertanya siapa kader Fatayat yang hadir di lokasi yang berasal dari daerah paling jauh.

Dalam acara itu hadir perwakilan kader Fatayat NU dari berbagai daerah, termasuk Merauke, Papua, hingga Manokwari. Ada pula kader dari luar negeri yang mengikuti acara secara daring, dari Turki dan Mesir.

"Ini dedikasinya ibu-ibu (luar biasa)," ujar Gibran.

Karena dirasa terus mengulangi sapaan ibu-ibu, para kader kembali melayangkan komplain kepada Gibran dan meminta disapa dengan sebutan sahabat.

"Haduh salah terus ya. Sahabat. Sahabat-sahabat Fatayat NU," ujar Gibran.

Pada kesempatan itu, Gibran menyoroti peran besar perempuan dalam pembangunan nasional. Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto berupaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor strategis untuk mewujudkan salah satu misi Asta Cita.

Dia mengungkit jumlah perempuan yang ada di Kabinet Merah Putih itu ada 16, ada Menteri, ada Wakil Menteri, ada Utusan Khusus. 

"Wanita itu adalah tiang negara,” kata Gibran. “Jumlah perempuan yang ada di Kabinet Merah Putih itu ada 16, ada Menteri, ada Wakil Menteri, ada Utusan Khusus. Dan beliau-beliau ini menempati posisi yang sangat strategis sekali.”

Gibran menganggap perempuan juga berperan penting dalam menciptakan kesejahteraan dalam aspek kehidupan berkeluarga.

Mantan Wali Kota Solo ini kemudian mengingatkan bahwa Pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan yang optimal terhadap kaum perempuan. 

Langkah ini, kata Gibran, salah satunya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak melalui program unggulan Presiden Prabowo, Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kami sering berkunjung ke sekolah-sekolah untuk mengecek persiapan program makan bergizi gratis. Yang paling mensupport program ini adalah para perempuan-perempuan, orang tuanya, ibu-ibunya," katanya.

Dalam pidatonya itu, Gibran berharap Fatayat NU sebagai mitra strategis pemerintah, turut mengawal program MBG ini dengan memastikan distribusi dan pelaksanaannya berjalan lancar, serta tepat sasaran.

MBG yang akan dimulai Januari 2025, menurut Gibran, tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak, tetapi juga mendorong peredaran uang di masyarakat desa hingga mencapai 8 miliar rupiah per tahun. 

Daniel A. Fajri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online