Gaya misionaris menjadi posisi seksual yang paling klasik. Posisi ini kelihatannya sederhana, namun memiliki berbagai manfaat serta risiko. Ada beberapa tips yang perlu diperhatikan pasutri saat mempraktikkan posisi misionaris.
Posisi misionaris mudah dilakukan saat pertama kali berhubungan seks. Selain itu, posisi seks misionaris bisa memberikan keintiman. Lalu, apakah cocok dilakukan saat program hamil agar cepat terjadi pembuahan?
Apa itu gaya misionaris?
Gaya misionaris ini adalah ketika posisi seks ketika suami berada di atas dan istri dalam posisi berbaring. Keduanya dalam posisi berhadapan.
Posisi ini dianggap intim, banyak pasutri yang menggunakan posisi ini karena memungkinkan kontak mata langsung dan komunikasi fisik yang lebih mendalam.
Melansir WebMD, istilah misionaris digunakan pada akhir tahun 1960-an atau awal tahun 1970-an untuk menggambarkan hubungan heteroseksual ketika pria berada di atas dan perempuan di bawah. Saat ini, istilah tersebut memiliki makna yang lebih luas yang melampaui heteroseksualitas.
Menurut cerita rakyat, posisi seks misionaris mendapatkan namanya karena dahulu kala para misionaris mengajarkan bahwa posisi yang didominasi pria adalah cara yang tepat untuk berhubungan seks. Namun, beberapa cendekiawan percaya bahwa ini adalah legenda urban. Apa pun masalahnya, istilah tersebut memiliki konotasi seksis dan rasis bagi banyak orang.
Tips melakukan posisi misionaris
Pasutri yang ingin memiliki pengalaman yang lebih menyenangkan saat berhubungan intim dengan posisi misionaris, berikut tips yang perlu dipertimbangkan:
1. Menggunakan bantal di bawah panggul
Bunda dapat meletakkan bantal di bawah pinggul untuk mengubah sudut penetrasi, meningkatkan stimulasi pada G-spot. Cara ini membantu penetrasi semakin maksimal.
2. Pertahankan kontak mata dan sentuhan
Usahakan berkomunikasi dengan pasangan dan pertahankan kontak mata. Berikan sentuhan ke pasangan pada wajah, leher, atau payudara untuk meningkatkan ikatan emosional.
3. Variasikan kecepatan dan kedalaman
Ayah dan Bunda bisa memvariasikan posisi serta kecepatan serta kedalaman. Gerakan lambat dan dalam bisa meningkatkan keintiman, sementara ritme cepat dapat memicu orgasme.
Kelebihan posisi misionaris
Posisi misionaris tak hanya mudah dilakukan untuk pemula, tapi juga memiliki berbagai kelebihan. Pasutri yang mempraktikkannya dapat memperoleh beberapa manfaat di bawah ini yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Komunikasi soal seks jadi lebih baik
Dalam posisi misionaris, Bunda dapat melakukan kontak mata dengan suami sambil berkomunikasi soal seks agar percintaan menjadi lebih panas. Terapis dan ahli seks selalu berbicara tentang pentingnya komunikasi di tempat tidur, dan posisi ini membuat komunikasi pasutri jadi lebih baik.
2. Cocok dilakukan saat sedang malas
Bunda tak harus melakukan ekstra usaha ketika berada di bawah. Hanya dengan berbaring dan menerima rangsangan dari suami bisa membuat Bunda terpuaskan. Cocok dilakukan ketika sedang malas atau ingin lebih santai.
3. Tidak membahayakan
Posisi misionaris merupakan salah satu gaya bercinta dengan risiko cedera yang rendah. Bunda dan Ayah tak perlu melakukan akrobat atau gaya bercinta lain yang penuh risiko.
4. Jadi lebih intim
Berdasarkan hasil survei, 66,7 persen perempuan menjawab misionaris sebagai posisi favorit mereka. Perempuan merasa lebih intim saat melakukan gaya misionaris.
“Posisi tatap muka memungkinkan berciuman dan menahan kecenderungan untuk berteriak. Ini juga sangat seksi dan intim,” ujar Michael Aaron, Ph.D. selaku terapis seks asal New York, seperti dilansir dari Fatherly.
5. Meningkatkan gairah seks
Sebuah studi pada 2019 juga menemukan bahwa gaya misionaris memungkinkan pasutri melakukan kontak mata. Ini juga bisa meningkatkan gairah seks.
“Berhadapan satu sama lain saat berhubungan seks memungkinkan kontak mata dan ekspresi wajah yang lebih intens, yang dapat meningkatkan keintiman selama berhubungan seks,” kata Jennifer Litner, seksolog dan pendiri Embrace Sexual Wellness, dikutip dari Insider.
Risiko gaya misionaris dan cara mengatasinya
- Kurang stimulasi klitoris: Gaya misionaris ini kurang stimulasi pada klitoris. Untuk solusinya dapat menggunakan jari atau vibrator sebagai stimulasi tambahan.
- Pria mengalami nyeri punggung atau leher: Suami yang mengalami rasa nyeri di punggung dan leher dapat mengatur posisi agar tidak terlalu menunduk.
- Posisi yang membosankan: Gaya misionaris ini juga memiliki berbagai variasi. Untuk mengusir kebosanan, pasutri juga dapat mengkombinasikannya dengan foreplay atau mengubah sudut penetrasi.
Apakah gaya misionaris bantu bikin Bunda cepat hamil?
Pada saat program hamil, beberapa pakar menyarankan pasangan suami istri berhubungan intim secara rutin atau saat masa subur. Sperma dapat hidup di dalam tubuh perempuan selama lima hari, sementara sel telur bertahan sekitar 12 hingga 24 jam setelah ovulasi.
"Jadi perempuan bisa berhubungan intim hingga lima hari sebelum ovulasi atau satu hari setelahnya untuk mendapatkan kehamilan," kata dokter spesialis obstetri dan ginekologi Dr. Barry Witt, dilansir laman American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).
Selain itu, ada juga posisi berhubungan intim yang direkomendasikan. Salah satunya gaya misionaris dalam berhubungan intim. Posisi misionaris sering direkomendasikan pakar untuk pasutri yang sedang promil. Misionaris memposisikan suami di atas untuk melakukan penetrasi, sehingga memberi akses sperma bertemu sel telur.
"Dalam posisi istri di atas, sperma harus berenang ke hulu. Namun, posisi suami di atas memungkinkan sperma mengalir ke lubang vagina dan menuju leher rahim," ujar dokter spesialis obstetri dan ginekologi Nita Landry, MD.
Nah, agar mendukung masuknya sperma, Bunda dapat menambahkan bantal di bawah bokong untuk memberikan sudut yang lebih menguntungkan bagi sperma. Beberapa studi menjelaskan bahwa posisi misionaris mungkin menawarkan sedikit keuntungan anatomi.
Demikian ulasan mengenai gaya misionaris dalam berhubungan intim. Semoga para Bunda yang sedang berupaya program hamil mendapat informasi baru terkait posisi yang paling nyaman dalam mengupayakan kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)