Jakarta -
Memahami cara hitung siklus haid dengan benar merupakan langkah penting bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan. Namun tidak banyak perempuan yang paham cara hitung siklus haid. Nah bagaimana caranya?
Apa itu siklus haid?
Sebelum membahas lebih dalam cara hitung siklus haid, Bunda perlu memahami dulu tentang apa itu siklus haid. Mengutip laman Clevelandclinic, siklus haid atau menstruasi adalah istilah untuk menggambarkan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam tubuh saat tubuh mempersiapkan kemungkinan kehamilan setiap bulan.
Siklus menstruasi adalah waktu dari hari pertama periode menstruasi hingga hari pertama periode menstruasi berikutnya. Namun setiap siklus haid seseorang sedikit berbeda, tetapi prosesnya sama.
Berapa lama siklus menstruasi yang normal?
Sementara berapa lama siklus haid menstruasi normal itu panjang rata-rata siklus menstruasi adalah 28 hari. Namun, siklus bisa berkisar antara 21 hari hingga sekitar 35 hari dan masih dianggap normal.
Berapa hari antara periode menstruasi yang normal? Hari-hari antara periode menstruasi adalah panjang siklus menstruasi. Rata-rata siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Namun, siklus yang berlangsung antara 21 hari hingga 35 hari bisa dianggap normal.
Kebanyakan orang memiliki periode menstruasi antara tiga hingga tujuh hari. Apakah periode menstruasi selama tiga hari normal? Periode menstruasi dianggap normal jika berlangsung antara tiga hingga tujuh hari. Meskipun berada di ujung rentang yang lebih pendek, beberapa orang memiliki periode menstruasi selama tiga hari. Ini adalah hal yang normal.
Cara menghitung siklus haid yang benar
Buat Bunda yang ingin menghitung siklus haid yang benar, berikut langkah-langkahnya.
1. Memberi tanda hari pertama keluarnya darah haid di bulan ini
Contoh: Pada tanggal 31 Maret adalah hari pertama keluarnya darah haid. Maka hari tersebut dihitung sebagai siklus haid hari pertama atau ke-1.
2. Tanda kembali diberikan di hari pertama haid pada bulan berikutnya
Contoh: Tandai kembali haid hari pertama di bulan berikutnya misal 29 April.
3. Menghitung jarak siklus haid
Contoh: Dua momen datang bulan pada 31 Maret dan 29 April berjarak 30 hari, artinya siklus haid wanita tersebut adalah 30 hari.
Biasanya perempuan datang bulan selama 4-7 hari, sedangkan siklusnya adalah 28 hari. Namun ini tidak berlaku pada semua perempuan, karena durasi siklus rata-rata adalah 21-35 hari. Panjang siklus tersebut dapat berubah tergantung pada kondisi tubuh.
Fase-Fase dalam siklus menstruasi
Ada empat fase siklus mentruasi Bunda yang perlu diketahui sebagai berikut:
1. Fase menstruasi (Menses phase)
Fase ini dimulai pada hari pertama periode menstruasi Bunda. Ini adalah saat lapisan rahim terlepas melalui vagina jika kehamilan tidak terjadi. Sebagian besar orang mengalami pendarahan selama tiga hingga lima hari, tetapi periode yang hanya berlangsung tiga hari hingga tujuh hari biasanya tidak perlu dikhawatirkan.
2. Fase folikular (Follicular phase)
Fase ini dimulai pada hari Bunda mendapatkan haid dan berakhir saat ovulasi (fase ini tumpang tindih dengan fase menstruasi dan berakhir saat ovulasi). Selama waktu ini, kadar hormon estrogen meningkat, yang menyebabkan lapisan rahim (endometrium) tumbuh dan menebal. Selain itu, hormon lain, hormon perangsang folikel (FSH) menyebabkan folikel di ovarium tumbuh. Pada hari ke-10 hingga ke-14, salah satu folikel yang berkembang akan membentuk sel telur yang matang sepenuhnya (ovum).
3. Ovulasi (Ovulation)
Fase ini terjadi sekitar hari ke-14 dalam siklus menstruasi 28 hari. Peningkatan mendadak hormon lain, hormon luteinizing (LH) menyebabkan ovarium Bunda melepaskan sel telur. Peristiwa ini disebut ovulasi.
4. Fase luteal (Luteal phase)
Fase ini berlangsung dari sekitar hari ke-15 hingga hari ke-28. Sel telur meninggalkan ovarium dan mulai bergerak melalui saluran tuba falopi menuju rahim. Kadar hormon progesteron meningkat untuk membantu mempersiapkan lapisan rahim untuk kehamilan.
Jika sel telur dibuahi oleh sperma dan menempel pada dinding rahim (implan), Bunda akan hamil. Jika kehamilan tidak terjadi, kadar estrogen dan progesteron menurun dan lapisan tebal rahim terlepas selama periode menstruasi Bunda.
Cara menentukan masa subur dengan kalender haid
Mengutip laman Webmd, ada beberapa cara menentukan masa subur dengan kalender haid.
1. Catat berapa lama siklus menstruasi berlangsung
- Hari pertama adalah hari pertama menstruasi
- Kemudian, tandai hari pertama periode menstruasi berikutnya.
- Tambahkan jumlah hari tersebut. Ini adalah satu siklus.
2. Lacak siklus
Siklus menstruasi bisa sedikit bervariasi dari bulan ke bulan, jadi sebaiknya lacak selama setidaknya enam bulan.
3. Rata-ratakan jumlah hari di setiap siklus
- Tambahkan total jumlah hari di setiap siklus.
- Kemudian, bagi dengan jumlah siklus yang lacak.
Misalnya, jika siklus pertama Bunda adalah 30 hari, siklus kedua adalah 28 hari, dan siklus ketiga adalah 27 hari, tambahkan 30+28+27. Kemudian, bagi total (85) dengan 3. Rata-rata Bunda adalah 28,3, yang bisa dibulatkan menjadi 28.
4. Tentukan jendela kesuburan
Sekarang, kurangi 18 hari dari panjang siklus terpendek. (Dalam contoh di atas, ini akan menjadi 27.) Ini adalah hari pertama kemungkinan subur. Selanjutnya, kurangi 11 hari dari panjang siklus terpanjang. Ini adalah hari terakhir kemungkinan subur. Berhubungan seksual antara dua tanggal tersebut memberikan peluang terbaik untuk hamil.
5. Tanya dokter
Jika panjang periode banyak berubah atau jika siklus kurang dari 27 hari, mungkin sulit untuk menggunakan metode kalender untuk menentukan kapan paling subur. Tanyakan pada dokter untuk beberapa tips.
Tips melancarkan siklus haid
Berikut beberapa tips melancarkan siklus haid yang dapat Bunda coba dikutip laman Healthline.
1. Olahraga teratur
Olahraga memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat membantu mengatur menstruasi. Olahraga dapat membantu mencapai atau mempertahankan berat badan yang moderat dan sering dianjurkan sebagai bagian dari rencana pengobatan untuk sindrom ovarium polikistik (PCOS). PCOS dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur.
Sebuah uji klinis tahun 2021 menunjukkan bahwa olahraga dapat efektif untuk mengobati dismenore primer dengan mengurangi intensitas dan durasi rasa sakit yang terkait dengan siklus menstruasi. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami pengaruh olahraga pada siklus yang tidak teratur.
2. Jaga berat badan
Perubahan berat badan dapat memengaruhi siklus menstruasi. Menurunkan berat badan dapat membantu mengatur menstruasi. Sebaliknya, penurunan berat badan yang ekstrem atau memiliki berat badan yang terlalu rendah dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur. Oleh karena itu, penting untuk menjaga berat badan yang ideal.
Orang yang menstruasi dan mengalami obesitas juga lebih cenderung memiliki menstruasi tidak teratur serta pendarahan dan rasa sakit yang lebih berat. Ini disebabkan oleh pengaruh sel lemak terhadap hormon dan insulin.
3. Asupan vitamin
Sebuah studi yang diterbitkan pada 2015 menghubungkan kadar vitamin D yang rendah dengan menstruasi tidak teratur dan menyarankan bahwa mengonsumsi vitamin D dapat membantu mengatur menstruasi.
Sebuah studi tahun 2014 juga menemukan bahwa vitamin D efektif dalam mengobati ketidakteraturan menstruasi pada orang dengan PCOS.
Vitamin D sering ditambahkan ke beberapa makanan, termasuk susu, produk susu lainnya, dan sereal. Anda juga bisa mendapatkan vitamin D melalui paparan sinar matahari atau melalui suplemen.
Vitamin B juga dapat mengurangi risiko gejala pra-menstruasi (PMS). Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi sumber makanan yang mengandung vitamin B memiliki risiko yang jauh lebih rendah terhadap PMS, dan studi lain menunjukkan bahwa vitamin B-6 dapat meredakan depresi pra-menstruasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)