Kencing Berdarah saat Hamil, Apakah Berbahaya bagi Janin? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

21 hours ago 5

Jakarta -

Kencing berdarah atau hematuria saat hamil dapat menimbulkan kekhawatiran pada ibu hamil. Karena itu, Bunda penting untuk memahami penyebab, risiko, dan cara mengatasi kencing berdarah saat hamil.

Kencing berdarah saat hamil bisa jadi tanda infeksi saluran kemih (ISK). Namun, darah yang bocor ke dalam urine bisa disebabkan sejumlah kondisi.  

Apa penyebab kencing berdarah saat hamil?

Darah dapat muncul dalam urine ibu hamil karena pendarahan vagina. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), jika ibu hamil melihat ada darah dalam urine kapan saja selama kehamilan, segera hubungi dokter.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Obstetrics and Gynaecology, sekitar 2-10 persen ibu hamil mengalami hematuria, dengan ISK sebagai penyebab utama.

Melansir EverydayHealth, beberapa perempuan mungkin mengalami pendarahan implantasi ringan di awal kehamilan. Namun darah dalam urine bisa juga menjadi tanda adanya masalah. 

Perempuan mungkin mengalami pendarahan ringan setelah berhubungan seks, pemeriksaan internal, atau pap smear. Pendarahan vagina juga bisa menjadi tanda infeksi vagina atau serviks.

Berikut beberapa penyebab kencing berdarah saat hamil: 

  1. Infeksi saluran kemih (ISK): ISK menjadi penyebab paling umum kencing berdarah pada ibu hamil. Infeksi ini terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan menyebabkan peradangan.
  2. Perubahan hormonal: Tubuh ibu hamil mengalami peningkatan produksi hormon. Ini dapat memengaruhi fungsi ginjal dan saluran kemih, sehingga memicu hematuria.
  3. Batu ginjal: Ibu hamil yang mengalami batu ginjal bisa mengalami iritasi pada saluran kemih. Kondisi tersebut menyebabkan darah dalam urine.
  4. Trauma atau cedera: Aktivitas fisik yang berlebihan atau cedera pada area perut dapat menyebabkan kencing berdarah.
  5. Kondisi medis lainnya: Kondisi medis seperti penyakit ginjal, gangguan pembekuan darah, atau kondisi lainnya juga dapat menjadi penyebab kencing berdarah.

Gejala infeksi saluran kemih (ISK) pada ibu hamil

Mantan pendidik keperawatan Deborah Weatherspoon, Ph.D., MSN., mengatakan bahwa beberapa kondisi di bawah ini merupakan gejala ISK pada ibu hamil.

  1. Keinginan buang air kecil yang terus-menerus
  2. Sering mengeluarkan sedikit urine
  3. Rasa terbakar saat buang air kecil
  4. Demam
  5. Rasa tidak nyaman di bagian tengah panggul
  6. Nyeri punggung
  7. Urine berbau tidak sedap
  8. Urine berdarah (hematuria)
  9. Urine keruh

Jenis ISK saat kehamilan

Ada 3 jenis utama ISK selama kehamilan, masing-masing dengan penyebab yang berbeda-beda, yakni

  1. Bakteriuria asimtomatik: Bakteriuria asimtomatik sering kali disebabkan bakteri yang ada dalam tubuh perempuan sebelum hamil. Jenis ISK ini tidak menimbulkan gejala yang nyata atau tidak nyaman. Jika tidak diobati, infeksi ini dapat menyebabkan infeksi kandung kemih akut atau infeksi ginjal. Bakteriuria asimtomatik terjadi pada sekitar 1,9 hingga 9,5% ibu hamil.
  2. Uretritis akut atau sistitis: Uretritis adalah peradangan pada uretra sedangkan sistitis dikenal sebagai peradangan pada kandung kemih. Kedua infeksi ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Infeksi ini sering kali disebabkan oleh sejenis E. coli (Escherichia coli).
  3. Pielonefritis- Pielonefritis adalah jenis infeksi ginjal yang dapat disebabkan bakteri yang masuk ke ginjal  dari aliran darahnya atau dari tempat lain di saluran kemihnya, seperti ureter. Selain darah dalam urine, gejala pielonefritis dapat meliputi demam, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, dan nyeri di punggung, samping, selangkangan, atau perut.

Perubahan urine selama kehamilan

Weatherspoon menjelaskan bahwa banyak ibu hamil yang mengalami perubahan pada urine selama kehamilan. Menurut Cleveland Clinic, kebanyakan ibu hamil menyadari jadi sering buang air kecil dari biasanya, bahkan sebelum terlambat haid pertama atau melakukan tes kehamilan. 

Berikut perubahan umum pada urine selama kehamilan

1. Warna dan bau urine

Jika urine terlihat lebih gelap dan lebih pekat, itu bisa jadi tanda bahwa ibu hamil dehidrasi. Ibu hamil perlu minum lebih banyak air dari biasanya, dan warna urine dapat membantu ibu hamil menentukan apakah sudah cukup cairan. 

Menurut ACOG, morning sickness, dan khususnya hiperemesis gravidarum (morning sickness parah) dapat menyebabkan muntah, yang juga menyebabkan dehidrasi, 

2. Perubahan hormon

Saat hamil, hormon dapat menyebabkan bau urine berubah. Namun menurut ACOG, bau urine yang kuat juga dapat mengindikasikan infeksi saluran kemih. Menariknya, beberapa perempuan mungkin lebih menyadari bau urine yang mirip amonia yang terjadi secara alami selama kehamilan karena indra penciuman mereka yang meningkat, menurut penelitian.

3. Protein dalam urine

Dalam beberapa kasus, protein dapat muncul dalam urine, yang mungkin mengindikasikan preeklamsia.

Pengaruh kencing berdarah saat hamil pada janin

Kencing berdarah saat hamil tidak selalu berbahaya pada janin, tetapi jika ISK yang tidak diobati yang menyebabkannya maka dapat menimbulkan risiko serius. 

Menurut Mayo Clinic, deteksi dan pengobatan dini ISK dapat mencegah komplikasi ini. Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi meliputi:

  1. Persalinan prematur: ISK yang parah dapat memicu kontraksi dini.
  2. Berat badan lahir rendah: Infeksi yang tidak terkontrol dapat memengaruhi pertumbuhan janin.
  3. Infeksi pada janin: Bakteri dapat menyebar ke janin meski kasus ini jarang terjadi.

Cara mengobati kencing berdarah saat hamil

Pengobatan kencing berdarah saat hamil tergantung pada penyebabnya. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:

  1. Antibiotik: Dokter akan meresepkan antibiotik yang aman untuk kehamilan jika penyebabnya adalah ISK.
  2. Perbanyak cairan: Membersihkan saluran kemih dapat dilakukan dengan cukup minum air putih.
  3. Cukup istirahat: Hindari aktivitas berat yang dapat memperburuk kondisi.
  4. Rutin kontrol: Ibu hamil usahakan rutin melakukan pemeriksaan untuk memantau kondisi kehamilan dan kesehatan saluran kemih.

Cara mencegah kencing berdarah saat hamil

Bunda, beberapa tips di bawah ini dapat dilakukan untuk mencegah kencing berdarah selama kehamilan:

  1. Jaga kebersihan organ intim: Kebersihan area intim harus dijaga. Usahakan selalu membersihkannya dari depan ke belakang untuk mencegah infeksi bakteri.
  2. Hindari menahan buang air kecil (BAK): Segera buang air kecil ketika merasa ingin.
  3. Perbanyak minum air putih: Bunda, minimal minum 8 gelas sehari untuk menjaga kesehatan saluran kemih.
  4. Konsumsi makanan sehat: Ibu hamil cobalah memperbanyak buah dan sayuran yang kaya vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  5. Periksa kehamilan: Deteksi dini masalah kesehatan selama kehamilan dapat mencegah komplikasi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online