Jakarta -
Memulai toilet training sering kali terasa menantang bagi para orang tua. Lalu bagaimana cara melatih toilet training pada anak usia 1 hingga 3 tahun yang tepat?
Tetap bersabar mendampingi ya, Bunda. Belajar menggunakan toilet merupakan salah satu langkah penting dalam kehidupan Si Kecil. Sebagian dapat melakukannya dengan cepat, sementara yang lain membutuhkan dukungan lebih banyak dari orang tua.
Hindari memulai toilet training terlalu dini. Sebab hal ini rentan membuat anak terlalu kesulitan, karena mereka belum dapat memahami apa yang harus dilakukan.
Salah satunya karena anak belum memahami konsep buang air dan fungsi dari toilet itu sendiri, Bunda.
Dikutip dari Better Health, seorang anak biasanya menguasai cara buang air di siang hari terlebih dahulu sebelum di malam hari. Salah satunya karena jika anak takut gelap, pergi ke toilet di malam hari bisa menjadi sangat menantang baginya.
Tanda-tanda anak siap toilet training
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa anak sudah siap untuk memulai toilet training, termasuk di antaranya:
1. Usia
Anak umumnya berada pada rentang antara 18 bulan hingga 3 tahun untuk mengenali dan mengontrol keinginan untuk menggunakan toilet.
2. Ketertarikan terhadap toilet
Anak yang sudah siap dilatih biasanya menunjukkan rasa ingin tahu saat melihat orang lain pergi ke toilet. Meskipun ini mungkin tampak memalukan pada awalnya, akan sangat membantu bagi anak jika mereka dapat melihat orang tua atau saudara kandung yang lebih tua menggunakan toilet.
3. Popok sering kering
Jika popok anak tetap kering untuk waktu yang lebih lama, yang menunjukkan bahwa mereka dapat menyimpan urine di kandung kemih, maka ini bisa jadi tanda bahwa toilet training siap dimulai.
4. Tidak menyukai popok yang basah atau kotor
Ini cara Si Kecil memberi tahu Bunda bahwa mereka sudah mulai tidak betah menggunakan popok yang sudah basah, sehingga akan mencoba melepaskannya sendiri.
5. Kesadaran tentang buang air
Anak dapat memberi tahu Bunda bahwa mereka sedang buang air besar atau kecil saat melakukannya atau dapat memberi tahu Bunda segera setelahnya.
Apabila mereka dapat memberi tahu sebelum hal itu terjadi, mereka mungkin siap untuk segera toilet training. Perhatikan juga apabila anak sudah dapat mengontrol rentang perhatiannya, dengan mampu duduk dalam satu posisi selama 2 hingga 5 menit.
Kapan waktu ideal memulai toilet training?
Dikutip dari laman National Health Service (NHS) UK, orang tua sebaiknya tidak memaksa anak untuk mulai toilet training jika memang mereka belum siap.
Pada waktunya, anak-anak akan lebih tertarik menggunakannya. Misalnya, kebanyakan anak tidak akan mau pergi ke sekolah dengan popok sehingga ini bisa jadi waktu ideal bagi sebagian anak untuk mulai toilet training.
Bunda mungkin juga ingin memperkenalkan tentang cara duduk di pispot sebagai bagian dari hari-hari Si Kecil saat mereka berusia sekitar 18 bulan hingga 2 tahun.
Cobalah toilet training saat tidak ada gangguan atau perubahan besar pada rutinitas anak dan keluarga. Penting untuk tetap konsisten, supaya anak tidak bingung.
Cara melatih toilet training pada anak 1-3 tahun
Ilustrasi Anak Toilet Training/Foto: iStock
Bunda dapat mengajarkan anak beberapa tips dasar tentang kamar mandi beberapa bulan sebelum toilet training yang sebenarnya. Menurut American Academy of Pediatrics, hal ini akan membantu anak mempersiapkan diri untuk latihan menggunakan toilet.
Berikut beberapa cara melatih toilet training pada anak usia 1 hingga 3 tahun:
1. Jelaskan kata-kata dasar tentang toilet
Mulai perkenalkan anak kata-kata sederhana yang berkaitan dengan buang air dan toilet seperti 'kencing', 'pipis', 'pup' dan 'toilet'. Sesuaikan pemilihan kata dengan kebiasaan yang ada di rumah dan keluarga.
Jangan lupa ucapkan kata-kata ini sesering mungkin. Misalnya, Bunda dapat memberi tahu anak bahwa setiap orang pasti buang air kecil dan besar. Bisa juga Bunda jelaskan bahwa pipis dan pup seperti sisa yang dibuat oleh tubuh.
2. Tunjukkan kapan anak perlu pergi ke toilet
Tuntun anak ke toilet dan atur posisi duduknya di kursi pispot. Lakukan latihan ini saat anak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air kecil atau besar.
Anak mungkin membuat ekspresi wajah tertentu, memegang area genital, atau menarik celana. Berjalan mondar-mandir, berjongkok, menggerutu, atau menari di tempat juga dapat menjadi petunjuk perlunya menggunakan toilet.
Bantu anak mengenali sinyal-sinyal ini. Misalnya, Bunda dapat berkata, "Bunda tahu itu artinya kamu perlu menggunakan toilet', lalu bertindaklah cepat.
Hentikan apa pun yang sedang dilakukan anak dan bawa ia segera ke kamar mandi. Puji anak jika sudah mulai tahu tentang perlunya buang air. Pastikan anak mengenakan pakaian longgar yang mudah diturunkan atau dinaikkan.
3. Minta anak untuk datang saat ingin mengganti popok
Ajari anak untuk memberi tahu Bunda saat popoknya kotor. Cobalah untuk membuat proses penggantian popok menjadi menyenangkan.
Jangan menunjukkan rasa marah. Jangan pula membentak, memarahi, atau menghukum anak karena mengotori popok atau buang air kecil saat mengganti popok.
4. Jelaskan untuk apa toilet digunakan
Hal yang tak kalah penting, berikan penjelasan sederhana pada anak tentang fungsi toilet. Dengan demikian, anak akan memahami mengapa dirinya perlu berlatih menggunakan celana dan toilet, dibandingkan terus menggunakan popok.
5. Buat jadwal ke toilet
Jika perlu, Bunda juga bisa membuat jadwal untuk Si Kecil buang air di toilet. Apabila anak belum dapat memberi tahu kapan dirinya ingin buang air dan belum menunjukkan tanda-tanda juga, lakukan latihan rutin ke toilet setiap 2 jam.
Jadwalkan juga di pagi hari setelah tidur malam dan tepat setelah tidur siang ya, Bunda.
6. Berhenti menggunakan popok
Cobalah untuk berhenti menggunakan popok setelah beberapa minggu berhasil buang air kecil di toilet dan popok tetap kering di siang hari. Bunda dapat mulai memakaikan celana latihan toilet training pada anak.
Setelah anak mampu buang air kecil di toilet tanpa Bunda perlu ingatkan, yang berarti ia sudah mampu mengenali sinyal buang air dan menahannya sampai di toilet, Bunda dapat mulai memakaikan celana dalam biasa.
Setelah anak memakai celana dalam, gunakan popok hanya saat tidur dan bepergian jauh dari rumah.
7. Maklumi 'kebocoran' di awal latihan
Untuk menangani kebocoran yang disengaja maupun tidak, cobalah untuk tetap tenang.
Ganti popok atau celana latihan anak tanpa marah-marah atau berteriak. Hindari mempermalukan anak atau menggunakan hukuman, misalnya menyuruh anak terus memakai popok kotor.
Sebaliknya, berikan kalimat pengingat dan dukungan yang lembut. Sediakan pakaian dalam dan pakaian ganti, terutama di sekolah atau daycare.
8. Beri tahu semua pengasuh yang terlibat
Pastikan semua orang yang terlibat dalam pengasuhan anak, termasuk babysitter, kakek-nenek, guru, dan pekerja daycare, mengikuti rutinitas yang sama dan menggunakan istilah yang sama pula untuk bagian tubuh serta tindakan di kamar mandi.
Beri tahu mereka bagaimana Bunda menangani toilet training dan minta mereka menggunakan pendekatan yang sama sehingga anak tidak akan bingung.
9. Jangan menghukum
Penting untuk tidak menghukum anak yang sedang dilatih menggunakan toilet atau menunjukkan rasa kecewa berlebih saat mereka mengompol.
Beri tahu anak bahwa itu adalah kebocoran dan tawarkan dukungan Bunda. Yakinkan anak bahwa ia sedang dalam proses belajar menggunakan toilet seperti anak-anak lainnya yang sudah lebih tua.
10. Tetaplah di rumah terlebih dahulu
Akan lebih mudah untuk tetap di rumah selama beberapa hari awal saat anak sedang mulai berlatih menggunakan toilet.
Jika memang harus pergi keluar rumah, sebaiknya Bunda periksa terlebih dahulu di mana saja toilet terdekat di area tersebut.
Jangan lupa untuk selalu membawa celana dalam dan pakaian ganti untuk anak saat bepergian. Bawa juga kantong plastik atau kantong anti air untuk pakaian basah atau kotor.
Jika anak perlu pergi ke daycare atau ke rumah teman atau saudara tanpa Bunda, beri tahu orang-orang di sekitar bahwa anak sedang dilatih menggunakan toilet. Sebab anak mungkin masih akan memerlukan bantuan orang dewasa untuk menggunakan toilet.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)