Lahap Terlalu Banyak Makanan Berlemak saat Hamil Berdampak pada Perkembangan Lever Janin

21 hours ago 9

Jakarta -

Bunda yang sedang hamil tidak boleh sembarangan mengonsumsi makanan lho terutama makanan berlemak. Hal ini bisa memberikan berdampak pada perkembangan lever janin di kandungan Bunda. 

Sebaliknya diet yang tinggi lemak dan gula selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan hati pada janin. Itulah sebabnya ibu hamil harus mengontrol asupan ke dalam tubuhnya, terutama untuk makanan berlemak.

Dikutip laman Technologynetworks, ketika ibu mengonsumsi diet yang tinggi lemak dan gula, janin mereka dapat mengalami stres pada hati yang berlanjut hingga masa kanak-kanak.  Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Liver International mengungkapkan perubahan pada asam empedu janin yang memengaruhi bagaimana penyakit hati berkembang dan berlangsung.

Asam empedu biasanya membantu pencernaan dan penyerapan lemak dari makanan di usus halus, tetapi ketika mencapai kadar yang berlebihan, asam ini menjadi toksik dan dapat merusak hati. 

Meskipun ibu dapat mendetoksifikasi asam ini, janin tidak memiliki kemampuan tersebut. Asam empedu mungkin akan beredar kembali ke ibu untuk proses detoksifikasi. Namun jika tidak, asam tersebut akan menumpuk di hati janin dan dapat memicu masalah kesehatan di masa depan.

Temuan ini menunjukkan bahwa paparan dini terhadap asam empedu berlebih di dalam rahim dapat menjadi salah satu faktor penting yang mendasari perkembangan awal penyakit hati berlemak terkait disfungsi metabolik (MASLD), yang memengaruhi hingga 30 persen remaja.

“Ini adalah masalah besar dalam kesehatan masyarakat, karena kita tahu ibu dengan obesitas atau yang mengonsumsi pola makan buruk dapat meningkatkan risiko generasi berikutnya untuk obesitas, diabetes, dan penyakit metabolik lainnya sejak dalam rahim, sehingga menciptakan siklus buruk dari ibu ke bayi,” kata Jed Friedman, Ph.D., wakil rektor program diabetes di University of Oklahoma Health Sciences dan direktur OU Health Harold Hamm Diabetes Center. 

Pada penelitian yang dilakukan pada anak-anak yang masih muda ditemukan fakta bahwa mereka mengalami kerusakan hati, termasuk peningkatan jumlah protein yang disebut kolagen, yang terkait dengan fibrosis (penumpukan jaringan parut), dan sel-sel hati yang aktif yang terlibat dalam fibrosis. 

Selain itu, pola makan tinggi lemak juga menyebabkan perubahan pada cara kerja beberapa gen hati, khususnya yang terkait dengan pemrosesan asam empedu. Perubahan ini terus berlanjut terlepas dari apa yang dimakan anak-anak setelah disapih.

Sementara pada anak-anak yang ibunya mengonsumsi makanan tinggi lemak memiliki lebih banyak sel saluran empedu (sel yang mengalirkan empedu dari hati), yang menunjukkan bahwa hati mencoba mengimbangi kerusakan.

“Studi ini memberikan bukti bahwa MASLD berasal dari rahim, yang setidaknya sebagian dipengaruhi oleh pola makan tinggi lemak ibu,” kata Friedman.

Friedman menyebut penemuan kadar asam empedu yang meningkat pada janin dapat memberikan wawasan tentang tahap awal MASLD dan perkembangannya sebelum memburuk.

"Pola makan ibu selama kehamilan memainkan peran penting dalam membentuk kesehatan bayinya di masa depan. Dengan membuat pilihan makanan yang sehat, para ibu dapat membantu menurunkan risiko anak mereka terkena penyakit metabolik seperti MASLD (Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease) di kemudian hari," tutur Friedman.

Pola makan ideal ibu hamil

Lesley Regan, Profesor Obstetri dan Ginekologi, menjelaskan, pola makan sehat selama kehamilan itu kandungannya harus seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

"Wanita hamil terkadang merasa bersalah dan obsesif dengan makanan mereka," kata Regan dalam Your Pregnancy Week by Week. Berikut kandungan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil sejak trimester pertama:

1. Protein

Sejak minggu-minggu awal kehamilan, kebutuhan protein ibu hamil meningkat 15-20 persen. Protein adalah blok bangunan penting untuk otot, tulang, jaringan ikat, dan organ tubuh internal Bunda sendiri dan memiliki peran kunci yang sama dalam pertumbuhan bayi yang sehat.

2. Karbohidrat

Kehamilan bukanlah waktu yang tepat untuk menjalani pola makan rendah karbohidrat, karena makanan bertepung merupakan sumber energi yang berguna.

Tepung gandum, nasi, dan pasta yang tidak dimurnikan adalah sumber yang baik karena mengandung vitamin dan mineral yang berharga serta memiliki kandungan serat yang tinggi untuk membantu mencegah sembelit.

3. Lemak

Ibu hamil memang harus membatasi asupan lemak, namun jangan sepenuhnya. Lemak memiliki nilai gizi yang membantu membangun sel dalam tubuh dan memasok vitamin penting yang dibutuhkan bayi yang sedang tumbuh.

Untuk asupan lemak yang sehat, kurangi lemak dari daging, gunakan sedikit mentega, dan pilih produk susu rendah lemak dan keju keras setengah lemak. Sebisa mungkin pilih makanan yang kaya lemak tak jenuh.

4. Produk susu

Mengonsumsi produk susu memberi campuran yang seimbang antara protein, lemak, kalsium, dan vitamin A, B dan D. Susu merupakan makanan yang sangat membantu kehamilan. Produk susu rendah lemak lebih disukai daripada jenis penuh lemak, tetapi beberapa jenis yogurt mengandung gula dan akibatnya tinggi kalori.

5. Vitamin

Vitamin sangat penting untuk kesehatan, baik Bunda maupun bayi. Ada lima di antaranya dalam total vitamin A, B, C, D, dan E dan, dengan vitamin D semua harus diperoleh dari makanan yang kita makan. Kita membutuhkan sekitar 40 menit cahaya (belum tentu sinar matahari) per hari untuk menghasilkan vitamin D yang cukup.


Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online