Mengenal Reflek Rooting pada Bayi, Respon Bawaan Ketika Sudut Mulut Si Kecil Dibelai

20 hours ago 6

Jakarta -

Pernahkah Bunda mengamati bayi memiliki respons untuk menoleh ke arah jari Bunda saat sudut mulutnya dibelai? Ini disebut sebagai refleks rooting atau rooting reflex.

Ya, bayi baru lahir memiliki beberapa keterampilan bawaan untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan barunya. Banyak dari keterampilan berupa refleks ini bahkan sudah berkembang selama kehamilan dan siap digunakan segera setelah lahir.

Salah satu naluri yang dimiliki oleh bayi adalah refleks rooting. Insting ini membantu Si Kecil dengan tugas yang sangat penting: menemukan makanannya. 

Apa itu refleks rooting?

Refleks rooting adalah sebuah insting dan gerakan otomatis bayi untuk berupaya menemukan puting susu untuk mendapat air susu ibu (ASI) atau dot botol selama minggu-minggu awal kehidupannya. 

Seperti refleks lainnya, perilaku ini tidak disengaja dan merupakan bagian dari perkembangan bayi dan mekanisme bertahan hidup bagi bayi baru lahir.

"Refleks mencari ASI mengacu pada naluri bayi untuk menoleh dan membuka mulut sebagai respons terhadap sentuhan atau rangsangan di atau dekat pipi atau mulut mereka," jelas konsultan laktasi Dawnita Wicks, RN, IBCLC, seperti dikutip dari Parents. 

Kapan refleks rooting mulai berkembang?

Refleks mencari ASI merupakan respons awal yang mulai berkembang selama kehamilan dan lebih aktif saat lahir. Ingatlah bahwa tidak masalah apakah Bunda menyusui atau memberinya susu botol, refleks ini akan tetap ada pada bayi.

"Refleks ini dipicu oleh sentuhan atau rangsangan pada pipi atau mulut, terlepas dari apakah asupan bayi berasal dari payudara atau botol," kata Wicks. 

Berapa lama refleks ini dimiliki bayi?

Refleks rooting umumnya berlangsung sekitar 3 hingga 4 bulan. Selama bulan-bulan awal kehidupan bayi, pemberian makan mereka didukung oleh refleks yang sudah tertanam ini.

Dengan begitu, dapat dipastikan bahwa pelekatan terbentuk dan pasokan ASI yang dikonsumsi oleh bayi terjamin. Selama waktu ini, sistem saraf dan otot bayi baru lahir pun terus berkembang.

Pada bulan ketiga atau keempat, refleks awal tersebut akan menghilang dan bayi akan menggunakan apa yang disebut sebagai keinginan untuk mengatur pemberian makan. 

Bayi belajar bahwa mereka tidak perlu lagi mencari puting susu dan bahwa mereka akan disusui secara teratur. Mereka bahkan mungkin mulai menjauh dari payudara atau botol jika sudah kenyang atau sedang tidak lapar.

Dikutip dari Cleveland Clinic, saat lobus frontal otak bayi berkembang, ia menggantikan refleks saat lahir dengan tindakan yang lebih teratur. Bayi akan belajar tentang isyarat lapar dan akan berhenti merespons setiap sentuhan dengan naluri untuk menyusui.

Apa perbedaan antara refleks rooting dan refleks mengisap?

Selain refleks rooting, bayi baru lahir juga mengembangkan refleks mengisap atau sucking reflex yang juga membantu dalam proses menyusu. 

Namun, ada perbedaan utama antara keduanya. Refleks rooting membantu bayi memulai pemberian makan, sedangkan refleks mengisap membantu mereka mengeluarkan ASI untuk diminum.

Dengan kata lain, bayi menggunakan refleks rooting untuk menemukan puting. Kemudian begitu puting menyentuh langit-langit mulut, mereka secara otomatis mulai mengisap untuk meminum susu. 

Menurut Stanford Medicine Children’s Health, refleks mengisap berkembang sepenuhnya pada bayi sekitar minggu ke-36 kehamilan. 

Tanda-tanda lain saat bayi lapar

Kulit bayi baru lahirIlustrasi/Foto: Getty Images/Simplylove

Selain melihat refleks rooting, ada tanda-tanda lain yang dapat mengindikasikan bahwa Si Kecil mungkin sedang lapar:

Memasukkan tangan ke mulut

Sebagai tanda awal bahwa mereka lapar, bayi mungkin mendekatkan tangan ke mulut dan mulai mengisapnya.

Mengecap atau menjilat bibir

Bayi baru lahir mungkin menunjukkan gerakan berulang dengan mulutnya, seperti mengecap berkali-kali atau menjilat bibir. Bisa juga ia membuat gerakan seperti sedang mengisap.

Menempelkan wajah ke tubuh ibu

Saat lapar, bayi juga mungkin akan mendekat ke tubuh Bunda. Ia sedang mencoba menemukan puting dan ingin mulai menyusu. 

Menangis

Ini adalah tanda tahap lanjut yang sering kali berarti isyarat lapar sebelumnya terlewatkan. Menurut Wicks, tangisan yang berhubungan dengan menyusu cenderung memiliki suara 'ah'.

"Itu adalah teriakan yang khas dan begitu terdengar, ibu kemungkinan besar akan selalu mengenalinya," imbuh Wicks.

Kapan perlu konsultasi ke dokter tentang refleks rooting? 

Begitu Bunda menyadari tentang adanya refleks rooting pada bayi, penting untuk memperhatikan berapa lama ini berlangsung. Biasanya, bayi akan berhenti mencari puting sekitar usia 4 bulan. 

Dikutip dari The Bump, jika refleks ini berlanjut setelah waktu tersebut, sebaiknya lakukan konsultasi ke dokter anak. Sebab dalam beberapa kasus, refleks rooting yang berkelanjutan mungkin dapat menandakan adanya masalah pada sistem saraf bayi.

Selain itu, Bunda juga perlu konsultasi jika bayi tidak memiliki refleks rooting sama sekali. Pun demikian jika Bunda memiliki kekhawatiran tertentu tentang tumbuh kembang Si Kecil.

"Jangan lupa bahwa setiap bayi berbeda dan tanda-tanda lapar mereka juga dapat bervariasi. Orang tua akan lebih mengenal bayinya dengan mengamati dan memahami sinyal lapar masing-masing dan mampu meresponsnya dengan tepat," tegas Wick. 

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online