Puasa Syawal Tahun 2025: Jadwal, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Niat

17 hours ago 6

Bunda selalu menjalankan puasa Syawal setelah Lebaran? Ketahui jadwal, tata cara, waktu pelaksanaan, dan niat puasa Syawal 2025.

Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah umat Muslim menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan. Amalan ini memiliki keutamaan besar, sebagaimana disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW yang berbunyi sebagai berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

Artinya: 

"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka baginya (pahala) puasa selama setahun penuh." (HR Muslim)

Selain memperoleh ganjaran yang besar, puasa Syawal juga memiliki manfaat spiritual dan kesehatan. Secara spiritual, ibadah ini menjadi bentuk penyempurnaan Ramadan, menguatkan kedekatan dengan Allah SWT, serta membentuk kebiasaan baik dalam menjaga ibadah sunnah.

Dari sisi kesehatan, puasa Syawal dapat membantu tubuh menyesuaikan diri setelah sebulan berpuasa, menjaga keseimbangan metabolisme, dan mengontrol pola makan agar tetap sehat. Bagi Bunda yang ingin menjalankan ibadah ini, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, seperti tata cara pelaksanaannya, niat, dalil yang mendukung, serta jadwal puasa Syawal tahun 2025. 

Mari mengupas secara lengkap mengenai semua hal yang perlu diketahui tentang puasa Syawal 2025.

Tata cara dan waktu pelaksanaan puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang dilakukan selama enam hari di bulan Syawal setelah Idul Fitri. Cara pelaksanaannya cukup fleksibel, boleh dilakukan secara berturut-turut atau selang-seling, sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

Meski demikian, ada baiknya Bunda menyelesaikan kewajiban qadha puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal. Hal ini didasarkan pada pandangan mayoritas ulama yang menekankan pentingnya menyempurnakan kewajiban sebelum menjalankan amalan sunnah.

Sementara waktu pelaksanaannya yang ideal satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri, yakni pada 2 Syawal sampai 7 Syawal. Melihat kalender 2025, jika 1 Syawal jatuh pada 31 Maret 2025 maka Bunda bisa melaksanakan puasa Syawal mulai dari 1 April 2025 sampai 6 April 2025.

Berapa lama puasa Syawal?

Puasa Syawal berlangsung selama enam hari di bulan Syawal. Meskipun dapat dilakukan kapan saja dalam bulan tersebut, sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah Hari Raya Idul Fitri.

Jika dilakukan secara berturut-turut, puasa ini dapat selesai dalam enam hari pertama setelah tanggal 2 Syawal. Namun bagi yang ingin mengerjakannya secara terpisah, diperbolehkan asalkan tetap dalam bulan Syawal.

Dilansir dari detikEdu perintah puasa sunnah ini tertulis dalam salah satu hadist yang berbunyi:

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، - رضى الله عنه - أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ "‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ‏"

Artinya:

"Abu Ayyub al-Ansari (semoga Allah SWT ridho atasnya) melaporkan Rasulullah SAW berkata, "Dia yang berpuasa selama Ramadhan dan melanjutkannya dengan enam hari puasa saat bulan Syawal akan seperti melakukan puasa terus menerus." (HR Muslim)."

Jadwal puasa Syawal tahun 2025

Berdasarkan perhitungan kalender Islam, 1 Syawal 1446 H diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Berarti tanggal puasa syawal dimulai setelah 31 Maret 2025. Merujuk pada kalender yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut jadwal Syawal tahun 2025:

  • Senin, 31 Maret 2025: 1 Syawal 1446 H
  • Selasa, 1 April 2025: 2 Syawal 1446 H
  • Rabu, 2 April 2025: 3 Syawal 1446 H
  • Kamis, 3 April 2025: 4 Syawal 1446 H
  • Jumat, 4 April 2025: 5 Syawal 1446 H
  • Sabtu, 5 April 2025: 6 Syawal 1446 H
  • Minggu, 6 April 2025: 7 Syawal 1446 H
  • Senin, 7 April 2025: 8 Syawal 1446 H
  • Selasa, 8 April 2025: 9 Syawal 1446 H
  • Rabu, 9 April 2025: 10 Syawal 1446 H
  • Kamis, 10 April 2025: 11 Syawal 1446 H
  • Jumat, 11 April 2025: 12 Syawal 1446 H
  • Sabtu, 12 April 2025: 13 Syawal 1446 H
  • Minggu, 13 April 2025: 14 Syawal 1446 H
  • Senin, 14 April 2025: 15 Syawal 1446 H
  • Selasa, 15 April 2025: 16 Syawal 1446 H
  • Rabu, 16 April 2025: 17 Syawal 1446 H
  • Kamis, 17 April 2025: 18 Syawal 1446 H
  • Jumat, 18 April 2025: 19 Syawal 1446 H
  • Sabtu, 19 April 2025: 20 Syawal 1446 H
  • Minggu, 20 April 2025: 21 Syawal 1446 H
  • Senin, 21 April 2025: 22 Syawal 1446 H
  • Selasa, 22 April 2025: 23 Syawal 1446 H
  • Rabu, 23 April 2025: 24 Syawal 1446 H
  • Kamis, 24 April 2025: 25 Syawal 1446 H
  • Jumat, 25 April 2025: 26 Syawal 1446 H
  • Sabtu, 26 April 2025: 27 Syawal 1446 H
  • Minggu, 27 April 2025: 28 Syawal 1446 H
  • Senin, 28 April 2025: 29 Syawal 1446 H

Keutamaan puasa Syawal

Berikut keutamaan menjalankan puasa Syawal.

1. Mendapat pahala seperti puasa setahun penuh

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Muslim).

Hadist tersebut menunjukkan bahwa menggabungkan puasa Ramadhan dengan enam hari di bulan Syawal memberikan pahala yang sangat besar.

2. Tanda syukur kepada Allah SWT

Mengutip detikcom, umat Islam telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan dan merayakan Idul Fitri. Puasa Syawal adalah wujud syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menjalankan ibadah di bulan suci.

3. Meningkatkan konsistensi dalam beribadah

Setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan, melanjutkan dengan puasa Syawal membantu mempertahankan kebiasaan baik dalam ibadah serta menjaga kedisiplinan diri dalam menahan hawa nafsu. Puasa Syawal membantu mempertahankan kualitas ibadah di bulan setelah Ramadhan.

4. Menyempurnakan ibadah Ramadhan

Puasa Syawal berfungsi sebagai penyempurna ibadah Ramadhan, sebagaimana salat sunnah rawatib yang menyempurnakan salat wajib. Ibadah ini menjadi bentuk kecintaan seorang hamba kepada Allah dengan terus melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun selama Ramadhan.

5. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mencontohkan dan menganjurkan umatnya untuk menjalankan puasa enam hari dibulan Syawal. Mengamalkannya berarti mengikuti sunnah yang dapat mendatangkan berkah dan keberkahan.

Niat puasa Syawal

Niat puasa Syawal cukup diucapkan dalam hati atau dapat dilafalkan sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِّنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Allahumma inni nawaitu shauma ghodin min Syawwalin sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:

"Ya Allah, aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala."

Waktu niat puasa Syawal adalah sebelum terbit fajar, seperti puasa pada umumnya. Namun bagi Bunda yang lupa berniat di malam hari, boleh berniat pagi hari sebelum tergelincirnya matahari dengan syarat belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.

Dalil puasa Syawal

Mengutip situs Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan, berikut beberapa dalil yang menjelaskan mengenai puasa Syawal, selain hadist yang sudah disebutkan di atas. 

عَنْ ثَوْبَانَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ فَشَهْرٌ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ فَذَلِكَ تَمَامُ صِيَامِ السَّنَةِ . [رواه أحمد] .

Artinya:

"Dari Tsauban, dari nabi SAW (diriwayatkan bahwa) beliau bersabda: Barang siapa berpuasa Ramadhan, maka pahala satu bulan Ramadhan itu (dilipatkan sama) dengan puasa sepuluh bulan, dan berpuasa enam hari sesudah Idul Fitri [dilipatkan sepuluh menjadi enam puluh], maka semuanya (Ramadhan dan enam hari bulan Syawal) adalah genap satu tahun. (HR Ahmad)

وَفِيْ رِوَايَةِ ابْنِ مَاجَه : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ وَ مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا .

Artinya:

"Di dalam riwayat Ibnu Majah dinyatakan (bahwa Rasulullah saw bersabda): Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan enam hari sesudah Idul Fitri, maka itu sama pahalanya dengan puasa genap setahun. Dan barangsiapa melakukan satu kebaikan, maka ia akan memperoleh (pahala) sepuluh kali lipat."

ولإطلاق لفظ الحديث المتقدم من غير تعيين لأحدهما

Artinya:

"Karena hadist yang terdahulu tanpa adanya ta'yin (penjelasan berturut-turut atau berpisah-pisah) maka puasa syawal bisa dikerjakan berturut-turut atau berpisah-pisah."

Semoga ibadah Ramadhan dan puasa Syawal Bunda diterima di sisi Allah SWT.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online