20 Kata-kata untuk Menghentikan Kritik Negatif Terhadap Diri Sendiri Menurut Pakar

3 months ago 50

Jakarta -

Bicara negatif terhadap diri sendiri mencakup mengkritik, meremehkan, dan meragukan hampir setiap tindakan yang dilakukan. Untuk menghentikannya, ada kata-kata yang dapat Bunda sampaikan menurut pakar.

Melansir dari laman Choosing Therapy, ketika seseorang melakukan penilaian diri yang negatif, mereka menciptakan dialog batin yang menggunakan kalimat merendahkan dan menurunkan motivasi.

Meskipun kritik diri sendiri adalah hal wajar, jika dilakukan terlalu sering, dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

Banner Anak Perempuan Tidak Dekat dengan Ayah

20 Kata-kata untuk menghentikan kritik negatif terhadap diri sendiri

Tahukah Bunda? Jika menjadi kebiasaan sehari-hari, kritik tersebut juga dapat menguras harga diri, atau mungkin menyebabkan kecenderungan untuk mencari kesempurnaan. Dalam beberapa kasus, mengkritik diri sendiri dapat menyebabkan stres dan kecemasan.

Oleh karena itu, ada beberapa kata yang dapat Bunda sampaikan terhadap diri sendiri untuk menghentikan kritik negatif tersebut.

1. “Saya sudah cukup ada adanya”

Melansir dari laman Parade, kalimat ini dapat membangun harga diri dan memberikan pemberdayaan terhadap siapa dan bagaimana Bunda menunjukkan diri dalam suatu hubungan.

2. “Saya berhak berada di sini”

Psikoterapis, Karol Ward, mengatakan orang-orang yang baru bekerja selalu mengkritik dirinya sendiri karena tidak memperoleh kemudahan yang sama seperti para seniornya.

“Mengingatkan diri sendiri bahwa mereka dipekerjakan karena suatu alasan menghentikan perbandingan negatif,” ungkapnya.

3. “Saya diizinkan untuk belajar”

Belajar dengan melakukan dan mungkin juga membuat kesalahan. Ward mengatakan setiap orang diizinkan untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan seperti yang lainnya.

4. “Aku pantas untuk dicintai”

Kalimat ini mengingatkan pada prinsip mendasar yang sering dilupakan ketika menjalin hubungan.

5. “Saya dapat dicintai apa adanya”

Hal ini menegaskan bahwa Bunda tidak hanya pantas mendapatkan cinta dan hubungan, tetapi berhak mendapatkannya karena apa adanya. Kalimat ini juga memungkinkan orang untuk merenungkan sifat dan karakteristik positif mereka yang membentuk siapa dirinya, Bunda.

6. “Tidak apa-apa jika membuat kesalahan”

Perlu diingat bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna, Bunda. Meski kesalahan sulit diterima banyak orang, mengatakan hal ini untuk diri sendiri juga penting. Hal ini karena setiap orang tumbuh melalui pembelajaran tentang apa yang berhasil dan tidak.

7. “Saya boleh mengatakan tidak”

Ward memperhatikan bahwa masih banyak orang merasa bersalah karena menetapkan batasan, terutama di tempat kerja.

“Kadang-kadang para pekerja akan menghakimi dirinya sendiri karena tidak menjadi manusia super di tempat kerja. Mengetahui batasan akan membantu kamu tetap seimbang dalam kehidupan profesional,” ungkap Ward.

8. “Aku juga bisa membuat pasangan kesal, tetapi tetap merasa dicintai”

Bunda tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang sepanjang waktu. Kalimat ini memungkinkan dua hal menjadi kenyataan, Bunda bisa membuat seseorang kesal dan tetap pantas mendapatkan cinta.

9. “Setiap orang punya latar belakang yang berbeda”

Sering kali orang membandingkan perasaan tidak nyaman mereka terhadap pekerjaan dengan rasa percaya diri orang lain.

“Orang-orang lebih kompleks daripada yang kita ketahui, dan lebih baik untuk tetap fokus pada diri sendiri dan perjalanan kamu,” ujar Ward.

10. “Tidak apa-apa untuk bergantung pada orang lain”

Manusia adalah makhluk sosial, jadi bukan masalah jika Bunda membutuhkan bantuan orang lain. Kalimat tersebut dapat menjadi pengingat untuk diri sendiri ketika merasa tidak nyaman bergantung pada orang lain.

11. “Meminta maaf tidak membuatku lemah”

Mengakui kesalahan dan meminta maaf menciptakan kekuatan dan kepercayaan dalam hubungan.

12. “Aku boleh memiliki rahasia”

Terkadang orang mengkritik dirinya sendiri karena tidak membagikan atau mengunggah upaya mereka dalam keterampilan atau hobi baru. Namun, kenyataannya, setiap orang diizinkan untuk memiliki privasi seputar kehidupannya.

13. “Kreativitasku adalah milikku sendiri”

Kreativitas bukan sesuatu yang dapat dibentuk begitu saja. Jika tidak, itu bukan kreativitas. Ada banyak cara untuk mengekspresikan diri secara kreatif. Jadi, hindari membandingkan ekspresi diri sendiri dengan orang lain.

14. “Perasaan mereka tidak menentukan harga diriku”

Kalimat ini adalah pengingat bahwa harga diri setiap orang datang dari diri sendiri bukan dari bagaimana orang lain memandang atau menanggapinya.

15. “Perasaan mereka tidak harus menjadi fakta saya”

Kalimat ini mengingatkan Bunda bahwa hanya karena seseorang mengatakan sesuatu yang kritis, bukan berarti Bunda perlu memutarnya berulang-ulang dalam pikiran.

“Saat kita bisa bersikap kritis terhadap diri sendiri, kita lebih mementingkan perkataan orang lain daripada apa yang sebenarnya kita rasakan atau lihat sendiri,” ujar terapis pernikahan dan keluarga, Stacey Sherrell, LMFT.

16. “Aku bisa meninggalkan hubungan yang toxic karena aku pantas mendapatkan hal-hal baik”

Terkadang kritik batin dapat membuat Bunda tetap berada dalam dinamika yang kurang sehat. Mengingatkan diri sendiri bahwa Bunda berhak meninggalkan hubungan yang toxic itu adalah hal wajar.

17. “Aku boleh menetapkan batasan”

Batasan itu penting, bahkan jika kritikus batin menyarankan Bunda untuk melakukan semuanya. Membuat batasan mungkin sulit, tetapi hubungan yang sehat membutuhkan itu, Bunda.

18. “Aku menghargai setiap nilai-nilai diriku sendiri”

Ward mengatakan sangat penting untuk menghargai nilai-nilai yang dimiliki sebagai cara untuk tetap setiap pada diri sendiri.

Namun, terkadang kritik batin dapat menekan Bunda untuk membuat pengecualian, sering kali hanya untuk menyenangkan orang lain.

19. “Aku boleh memulai lagi semuanya dari awal”

Tidak masalah untuk maju atau mundur, putar balik, atau kembali ke hobi atau karier yang disukai.

“Kadang, kita mempelajari suatu keterampilan, tetapi hidup menghalangi karena satu dan lain hal, dan kita menyalahkan diri sendiri karena tidak menekuninya. Kita diizinkan untuk menekuni hobi atau keterampilan itu lagi kapan pun kita punya waktu dan ruang untuk menikmatinya lagi,” ungkap Ward.

20. “Aku berhak memilih hubungan yang sehat”

Hindari membiarkan kritikus batin menipu hingga merasa tidak punya pilihan selain mempertahankan orang toxic dalam hidup Bunda.

“Pernyataan yang memberdayakan ini mengingatkan kita bahwa kita selalu punya pilihan tentang siapa yang kita pertahankan dan ingin menjadi bagian dari hidup kita,” ungkap Sherrell.

Nah, itulah kata-kata yang dapat disampaikan untuk menghentikan kritik negatif terhadap diri sendiri. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online