8 Aktivitas yang Bagus untuk Kesehatan Mental Anak Menurut Studi, Pilih yang Terbaik Bun!

3 months ago 54

Jakarta -

Tidak hanya kesehatan tubuhnya, kesehatan mental anak juga perlu diperhatikan, Bunda. Ada berbagai macam kegiatan yang ternyata sudah terbukti baik untuk kesehatan mental Si Kecil.

Menilik dari laman ayosehat.kemkes.go.id, kesehatan mental yang baik adalah ketika kondisi batin berada dalam keadaan tentram dan tenang, Bunda. Hal ini pun memungkinkan seseorang bisa menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitarnya.

Mereka yang kesehatan mentalnya terganggu akan mengalami suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya mengarah pada perilaku buruk.

Banner Anak Perempuan Tidak Dekat dengan Ayah

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami gangguan kesehatan mental. Hal ini turut diungkapkan oleh psikolog anak, remaja, dan keluarga, Sani Budianti, S.Psi, Psi.

"Gangguan kesehatan mental pada anak itu definisinya adalah segala macam gangguan yang cukup serius yang akhirnya bisa mengubah perilaku, keadaan, dan emosi anak. Ini dapat mengganggu sistem belajar pada anak, serta mengganggu tumbuh kembangnya," ujarnya pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.

Untuk menjaga kesehatan mental Si Kecil, ada berbagai aktivitas yang bisa Bunda lakukan bersama mereka. Apa saja kegiatan tersebut?

Dilansir dari laman Business Insider, studi mengungkap ada beberapa aktivitas yang bisa Bunda lakukan bersama anak untuk menjaga kesehatan mentalnya. Berikut ini deretannya:

1. Mendengarkan atau membuat musik

Musik seringkali merupakan pelampiasan emosi yang kuat sehingga bisa mencerahkan suasana hati, Bunda. Studi tahun 2022 menemukan bahwa intervensi kesehatan mental yang menampilkan musik membantu meningkatkan harga diri, mengurangi isolasi sosial, dan mengurangi gejala depresi serta kecemasan pada remaja.

Anak-anak dari segala usia bisa memperoleh manfaat dari mendengarkan serta menciptakan musik, Bunda. Faktanya, musisi Billie Eilish pun melakukan hal yang sama untuk mengeksplorasi rasa depresinya.

Mendengarkan musik juga bisa membantu beberapa hal seperti berikut ini:

  • Meringankan kecemasan
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Mengurangi rasa sakit
  • Meningkatkan kualitas tidur
  • Meningkatkan memori

2. Aktif bergerak

Seorang pekerja sosial klinis di praktik swasta, Brooke Aymes, mengatakan bahwa pergerakan tubuh berdampak signifikan pada kesehatan mental, Bunda. Jadi, jangan lupa untuk terus mengajak anak tetap bergerak aktif, ya.

"Menggerakkan tubuh dapat berdampak signifikan pada kesehatan mental dan ini merupakan mekanisme koping yang bagus untuk dimiliki anak-anak sepanjang hidup mereka," ujar Brooke.

Berolahraga pada seorang anak dapat membantu membangun kebiasaan seumur hidup yang bermanfaat hingga dewasa. Satu ulasan di tahun 2022 menemukan bahwa hanya berolahraga ringan selama dua setengah jam per minggu dapat mengurangi risiko depresi pada orang dewasa hingga hampir 20 persen.

3. Mewarnai buku

Ada alasan mengapa bahkan orang dewasa menggunakan buku mewarnai untuk bersantai dan fokus. Hal ini ternyata membantu seseorang menjadi rileks dan melepaskan pikiran yang membuat stres.

Mewarnai membantu anak-anak mengembangkan keterampilan motorik, kreativitas, dan konsentrasi. Namun, itu juga bisa berfungsi sebagai bentuk perhatian yang dapat meredakan kecemasan dan membantu anak-anak berlatih menikmati hidup di saat ini.

Satu studi di tahun 2015 pun menemukan bahwa mewarnai secara signifikan mampu mengurangi gejala kecemasan pada anak-anak yang akan mengikuti tes ejaan. Bunda bisa mendorong minat unik anak dengan membiarkan mereka memilih buku mewarnai mereka sendiri.

4. Memiliki hewan peliharaan

Berapa Usia Ideal Anak Punya Hewan Peliharaan di Rumah?Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/teddybearpicnic

Satu studi di tahun 2015 terhadap anak-anak menemukan bahwa mereka yang memiliki anjing atau kucing di rumah memiliki tingkat kecemasan masa kanak-kanak yang lebih rendah daripada temannya yang tidak memiliki hewan peliharaan.

Hewan peliharaan dapat membantu anak-anak mengembangkan lingkaran sosial mereka dengan mendorong mereka untuk bertemu orang baru. Tidak hanya itu, menghabiskan waktu dengan hewan peliharaan dapat mengurangi gejala depresi.

5. Bermain di luar rumah

Bermain di alam menawarkan cara yang berharga bagi anak-anak untuk mengembangkan kepercayaan diri dan keberanian, serta meningkatkan keterampilan sosial, emosional, serta fisik mereka.

Brooke Aymes mengatakan bermain imajinatif di luar ruangan baik sendiri maupun bersama orang tua atau teman-teman bisa mengajari anak-anak keterampilan yang berdampak positif pada kesehatan mental mereka.

Bermain di luar rumah juga membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan, Bunda. Hal ini juga menawarkan perlindungan kesehatan mental di masa depan.

6. Membuat jurnal

Membuat jurnal bisa membantu meredakan perasaan setelah ledakan dan meminimalkan ledakan emosi. Ini pun bisa membantu anak-anak meningkatkan keterampilan sosial dengan mendorong refleksi diri sejak usia muda.

Anak-anak mungkin tidak merasa bersemangat ketika harus menulis jurnal tentang perasaan mereka. Ini adalah hal yang wajar, jadi Bunda tidak perlu khawatir.

7. Membuat daftar periksa perawatan diri

Rutinitas perawatan diri yang baik akan menyeimbangkan aktivitas menyenangkan, Bunda. Hal ini akan membantu berbagai hal seperti:

  • Mengurangi atau menghilangkan kecemasan dan depresi
  • Mengurangi stres
  • Meningkatkan konsentrasi
  • Minimalkan frustrasi dan kemarahan
  • Meningkatkan perasaan bahagia
  • Meningkatkan energi

Mendorong anak untuk membuat daftar periksa perawatan diri mereka sendiri bisa membantu mereka melatih merawat otak dan tubuh mereka sebelum stres muncul. Dasar-dasar perawatan dini bisa seperti nutrisi, aktivitas fisik, serta tidur.

8. Membicarakan perasaan dengan orang yang dipercaya

Kesehatan mental yang baik bukan berarti anak-anak tidak pernah stres. Itu berarti mereka bisa mengenali dan mengungkapkan perasaan dengan cara yang produktif.

Bunda bisa membantu anak menavigasi pasang surut kehidupan dengan lebih selektif dengan mengajari mereka mengenali perasaan yang tidak diinginkan. Misalnya saja seperti frustrasi dan kemarahan.

Salah satu caranya adalah dengan membagikan perasaan Bunda sendiri dan menunjukkan keterampilan koping yang baik. Penting juga untuk menciptakan tempat yang aman bagi anak-anak untuk mendengarkan perasaan mereka serta memvalidasi mereka saat mereka berbagi cerita.

Demikian informasi tentang aktivitas yang baik untuk kesehatan mental anak. Semoga bisa memberikan manfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online