Jakarta -
Musim liburan membawa banyak makanan lezat dan tradisional memang sangat menyenangkan bagi kebanyakan orang. Namun bagi ibu hamil dan menyusui ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar makanan yang dikonsumsi tetap aman dan sehat.
Perubahan pola makan selama masa kehamilan dan menyusui memerlukan perhatian ekstra terhadap jenis makanan yang dikonsumsi.
Mengutip laman Myhighplain, Dr. Teresa Baker dari TTUHSC InfantRisk Center di Texas Tech University, mengatakan, "Ibu hamil dan menyusui berisiko lebih tinggi terkena keracunan makanan. Jadi ibu hamil dan menyusui harus lebih berhati-hati menyiapkan makanan yang akan dikonsumsi saat liburan."
Makanan khas liburan yang perlu dihindari oleh ibu hamil dan menyusui
Dr. Baker menyarankan ibu hamil dan menyusui menghindari makanan berikut saat sedang liburan:
- Keju lunak yang tidak dipasteurisasi, seperti queso fresco atau brie.
- Keju yang belum dipanaskan yang dipotong di deli.
- Daging deli atau olahan daging yang belum dipanaskan, potongan daging, hot dog, dan sosis fermentasi atau kering.
- Salad deli siap saji seperti coleslaw, salad kentang, tuna, atau salad ayam.
- Pate atau olesan daging yang disimpan di lemari es.
- Ikan asap yang disimpan di lemari es.
- Tunas mentah atau yang dimasak sedikit.
- Melon yang sudah dipotong dan dibiarkan lebih dari 2 jam di luar atau disimpan di lemari es lebih dari seminggu.
- Susu mentah, yogurt, dan es krim.
Dr. Baker menjelaskan bahwa sebagian besar keju yang dijual sudah dipasteurisasi, namun beberapa jenis keju lunak dan potongan daging deli dapat menyebabkan masalah kesehatan jika dibiarkan terlalu lama di luar.
Menurutnya, makanan yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruangan dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berbahaya bagi ibu hamil dan bayi. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menyimpan makanan ini di dalam lemari es dan mengonsumsinya dalam waktu yang tepat.
Dr. Baker juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi jus atau sari buah yang tidak dipasteurisasi. Jus atau cider yang belum melalui proses pasteurisasi berisiko mengandung bakteri berbahaya yang dapat membahayakan ibu hamil dan bayi yang disusui. Sebaiknya pilih jus yang dipasteurisasi atau jus segar yang telah diproses dengan aman.
Selain itu, Dr Baker menyarankan menghindari alkohol selama kehamilan dan menyusui. Jika Bunda tetap memilih untuk mengonsumsi alkohol, meskipun ini tidak disarankan, pastikan untuk membatasi konsumsi hingga 4 ons anggur. Dr Baker juga menyarankan ibu hamil dan menyusui hindari minuman seperti punch atau eggnog yang mungkin mengandung alkohol atau telur mentah yang tidak dipasteurisasi.
Sementara soal kopi atau kafein yang kerap ditanyakan, Dr Baker mengatakan ibu hamil dan menyusui aman mengonsumsinya dengan catatan batas konsumsi kafein maksimal 300 miligram per hari. Kemudian untuk konsumsi ikan Dr Baker menyebut sebagian besar ikan aman, kecuali hiu, ikan pedang, dan ikan tile yang tidak umum di sini.
Tips jaga pola makan sehat saat liburan untuk bumil dan busui
Berikut beberapa tips lainnya untuk menjaga keamanan makanan selama musim liburan ini:
- Pisahkan makanan agar tidak tercampur
- Masak makanan hingga matang sempurna
- Jaga makanan panas tetap panas dan makanan dingin tetap dingin
- Gunakan telur yang dipasteurisasi
- Jangan makan adonan atau adonan mentah
- Pastikan Bunda selalu mencuci tangan secara teratur sebelum makan.
Dr Baker juga menyarankan untuk mengunjungi situs web terpercaya seperti CDC. Bisa juga Bunda berkonsultasi dengan dokter agar lebih tahu makanan yang boleh dikonsumsi atau tidak untuk ibu hamil dan menyusui.
Begitulah informasi tentang makanan yang perlu ibu hamil dan menyusui hindari saat liburan ya. Semoga informasinya bermanfaat ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)