Ada beberapa cara atau kebiasaan yang perlu diterapkan oleh setiap orang tua untuk menjaga anak tetap sehat dan jarang sakit. Mau tahu, apa saja yang rutin dilakukan para ibunda di Jepang?
Berkat rutinitas yang dijalani tersebut, Jepang disebut sebagai negara yang sangat memperhatikan kesehatan generasi mudanya. Bahkan UNICEF menyebut anak-anak di Jepang adalah anak yang paling sehat di dunia.
Lantas, apa saja langkah-langkah yang orang tua Jepang lakukan demi menjaga kesehatan anak-anaknya, ya? Simak jawaban lengkapnya di sini, Bunda.
UNICEF nobatkan anak Jepang jadi yang paling sehat di dunia
Pada tahun 1896, dokter dan apoteker perintis bernama Sagen Ishizuka menciptakan filosofi Jepang yang disebut shokuiku. Filosofi ini berasal dari gabungan dua kata yang berarti “makan” dan “tumbuh”.
Shokuiku mendorong orang tua dan sekolah untuk mengajarkan anak-anak tentang asal usul makanan yang mereka konsumsi, dan bagaimana makanan tersebut memengaruhi pikiran dan tubuh mereka.
Filosofi tersebut sukses menjadi bagian integral dari budaya Jepang yang mendarah daging. Tak hanya itu, prinsip satu ini juga menjadi alasan utama mengapa Jepang menjadi rumah bagi beberapa anak tersehat di dunia.
Menurut UNICEF, di antara 41 negara maju di Uni Eropa dan Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), Jepang adalah satu-satunya negara yang memiliki kurang dari satu dari lima anak (5-19 tahun) yang kelebihan berat badan.
Jepang menduduki peringkat paling bawah dengan perolehan indeks frekuensi penyakit sebesar 14, 42. Angka ini merupakan jumlah yang sangat sedikit karena negara ini memiliki total kasus penyakit yang tergolong rendah.
4 Cara Bunda di Jepang menjaga agar anak tumbuh sehat
Mengutip dari laman CNBC Make It, berikut pengakuan salah seorang bunda di Jepang dalam menjaga anak tetap sehat dan bugar:
1. Senantiasa menyantap gizi seimbang
Dokter-dokter di Jepang sering menganjurkan para ibu hamil untuk senantiasa menerapkan gaya makan yang seimbang atau ichijū-sansai.
Makanan ichijū-sansai ini terdiri dari semangkuk nasi dan sup miso, lauk kaya protein, dan dua jenis sayuran (seperti rumput laut atau jamur). Perpaduan menu makanan ini mengandung vitamin, mineral, dan serat yang cukup.
Nah, rutinitas menyantap menu sehat ini pun diwariskan kepada anak-anak mereka, Bunda. Sebagaimana pemerintah Jepang membuat regulasi di tahun 2005, anak-anak diwajibkan untuk mengonsumsi makanan gizi seimbang dengan prinsip shokuiku.
2. Bawa bekal dari rumah untuk didiskusikan
Sekolah di Jepang menerapkan layanan makan siang gratis untuk para muridnya. Menu makanan yang disajikan ini sudah melalui proses hitungan gizi oleh ahli gizi, Bunda.
Meskipun begitu, sekolah akan menyuruh anak-anak untuk membawa bekal dari rumah di beberapa kesempatan hari sekolah. Hal ini dilakukan untuk proses diskusi di antara anak-anak. Para guru akan meminta murid untuk membicarakan apa yang dibawa dalam kotak bekal.
Anak-anak akan terdorong untuk mencoba makanan baru atau bahkan mengungkapkan ketidaksukaan mereka terhadap makanan tertentu.
3. Masak acar sebagai pelengkapan makanan yang kaya nutrisi
Para bunda di Jepang ternyata suka sekali membuat acar, lho. Mereka sering memasak acar homemade dengan resep yang sederhana.
Dalam sekali memasak, mereka menggunakan banyak sayuran dan akan menyimpannya dalam chiller untuk dikonsumsi selama beberapa hari ke depan. Olahan acar ini dikonsumsi guna menghindari asupan tinggi gula dan lemak, Bunda.
4. Hindari minuman manis berperisa dan bersoda
Anak-anak di Jepang dibatasi untuk mengonsumsi minuman manis berperisa dan bersoda. Sebagai gantinya, mereka dibiasakan untuk minum air mineral atau ocha (teh khas Jepang). Konsumsi kedua minuman ini sangat membantu dalam mengurangi asupan kalori harian anak-anak.
Cara lain yang diterapkan para bunda Jepang agar anak tetap sehat adalah dengan membuatkan smoothie. Olahan buah segar dan yogurt ini merupakan sumber gula yang baik untuk kesehatan Si Kecil.
Demikian informasi seputar cara-cara ibu di Jepang yang sukses menjaga anaknya agar tumbuh sehat. Semoga informasi ini bermanfaat, ya Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)