Febby Rastanty adalah alumni Fakultas Hukum di Universitas Indonesia yang lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan nilai cum laude pada 2018. Lantaran berhasil meraih pencapaian tersebut, Febby menepati janjinya untuk menjalani ibadah umrah.
Hal tersebut diungkap langsung oleh Febby saat menjadi bintang tamu dalam podcast Daniel Mananta. Ia mengaku sangat bersyukur ketika masuk kampus impiannya itu dan tak ingin menyia-nyiakannya.
Oleh karena itu, Febby berdoa kepada Sang Pencipta dan berjanji atau nazar akan melaksanakan ibadah umrah jika bisa lulus lebih cepat dengan nilai yang baik.
“Umrah sebenarnya umur 21 atau 22 pertama kali umrah. Baru dua kali, pertama kali tuh gara-gara aku punya nazar sebelum masuk UI, kalau aku lulus nilaiku cum laude, dan lulus cepat 3,5 tahun, aku mau umrah,” ungkap Febby, dikutip dari kanal YouTube Daniel Manantan Network.
Febby Rastanty umrah sebagai bentuk rasa syukur
"Iya dapat (UI) karena ya itu sendiri aku dedikasi Tuhan, aku bisa masuk ke universitas yang aku mau, aku juga merasa berdosa sama Tuhan kalau aku tidak menjalankan itu semaksimal mungkin," sambungnya.
Febby melakukan hal itu karena ingin menunjukkan terima kasih kepada Allah SWT atas pencapaian yang telah didapatkannya, Bunda.
“Setelah akhirnya bisa dapat apa yang aku mau, nilai yang baik dan lulus cepat, ya aku ingin terima kasih lebih lagi dengan Tuhan dengan cara berkunjung ke rumah-Nya,” ungkap Febby.
Febby Rastanty memilih kepercayaan sendiri
Cerita Febby Rastanty Nazar Umrah Jika Dapat Nilai Bagus dan Lulus Kuliah Lebih Cepat/Foto: Instagram @febbyrastanty
Febby adalah anak sulung dari pasangan Rasyid Jayaruddin dan Anice Worang. Orang tuanya diketahui memiliki kepercayaan yang berbeda, sang ayah memeluk agama Islam sedangkan ibunda Kristen.
Perempuan 28 tahun ini mengungkap bahwa orang tuanya tidak ada yang benar-benar mengajarkan soal agama. Meski begitu, ia berusaha mempelajarinya dari sekolah.
“Aku kan lahir dari Papa sama Mama yang kepercayaannya berbeda. Jadi, sebenarnya enggak ada yang benar-benar mengajarkanku agama,” ungkap Febby.
“Jadi, aku bisa dengan bangga bilang bahwa aku memilih dan aku menemukan jalanku sendiri karena aku semua bacaan salat itu aku dapatin dari sekolah bukan diajarin sama orang tua,” tuturnya.
Meski orang tua beda agama, sang ayah diketahui meminta putrinya itu untuk memilih agama Islam.
“Papa tahu bahwa, ‘Yang paling penting kepercayaannya harus Islam ya kak’. Tapi dia bukan yang bisa mengajarkan secara teknis Islam itu kayak gimana. Jadi, ya aku mencari sendiri,” jelas Febby.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
Saksikan video di bawah ini, ya, Bunda.
(asa/rap)
Loading...