Merencanakan pesta pernikahan tentunya dilakukan sejak jauh-jauh hari. Ini dilakukan supaya pesta ikatan janji suci itu berjalan lancar dan mampu memberi kesan yang mendalam bagi pengantin dan pengunjung.
Baru-baru ini beredar viral sebuah kisah seorang pengantin perempuan yang disuap oleh orang tuanya untuk mengubah tanggal pernikahan secara mendadak. Dia mengaku mendapatkan tawaran uang mencapai Rp31 jutaan dari ayahanda, lho Bunda.
Sayangnya, tindakan orang tua mempelai perempuan itu tidak diterima langsung oleh sang putri. Dia mengaku merasa dilema sekaligus sakit hati atas aksi spontan yang dilakukan orang tuanya.
Kisah calon pengantin yang disogok uang puluhan juta untuk ubah tanggal pernikahan
Dalam sebuah forum diskusi yang diberitakan People, seorang pengantin perempuan mengaku ditawari sejumlah uang tunai oleh orang tuanya. Aksi ini terjadi sebab kedua orang tua mempelai ingin sang putri mengubah tanggal pesta pernikahannya.
Pengantin ini berkata kalau orang tuanya adalah sosok yang sangat taat agama. Mereka menganggap hari pesta pernikahan yang dilaksanakan pada hari Sabtu adalah pilihan yang tidak tepat.
Dalam kepercayaan orang tua mempelai, hari Sabtu merupakan hari peringatan keagamaan yang sangat penting. Mereka lalu menyarankan sang putri untuk memindahkan tanggal pernikahannya ke hari berikutnya, yakni Minggu.
Berbekal tawaran uang sejumlah US$2.000 atau setara lebih dari Rp31 juta, tawaran ayahanda mempelai itu ditolak keras oleh sang putri. Dia berpikir tindakan orang tuanya itu seperti perilaku penyuapan.
Pengantin perempuan yang diketahui berusia 26 tahun ini akan segera menikah dengan tunangannya yang berusia 31 tahun. Keduanya sepakat untuk melaksanakan pesta pernikahan di Juni 2025 mendatang.
Mereka bahkan sudah melakukan pembayaran deposit kepada vendor dan venue tempat pernikahan dilaksanakan. Oleh karena itu, pemilihan hari pernikahan sudah ditetapkan begitu matang.
"Aku dan tunanganku sudah membayar setengah harga venue pernikahan selama dua hari. Bila pesta dirayakan di hari Sabtu, pihak vendor bisa membongkar dan membersihkan area di hari Minggu. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa kelelahan di hari Senin," jelas pengantin perempuan dalam unggahan tersebut.
Pengantin merasa tersinggung atas perilaku orang tuanya
Dalam unggahan yang sama, pengantin perempuan ini kembali melanjutkan curhatannya. Dia mengaku bahwa respons orang tuanya terhadap rencana pernikahan itu justru membuatnya sakit hati.
Perempuan tersebut merasa rasa hormat yang ia tunjukkan pada orang tuanya selama belasan tahun tersebut tidak mendapatkan respons yang sama. Mereka bahkan mengomentari rencana pernikahan sang putri tidak sesuai dengan nilai-nilai moral yang dipegang.
"Mereka menentang hal-hal seperti perhiasan cincin kawin, gaun pernikahan berkemben, atau apapun yang dianggap tak sopan olehnya," ujarnya.
"Menari dan bernyanyi di pesta pernikahan juga dianggap hal yang jahat bagi mereka. Rasanya semua rangkaian acara di pernikahanku tidak ada yang direstui mereka. Aku sangat sedih karena tidak bisa menjalani tradisi dansa ayah dan anak selama pesta berlangsung. Dia (ayah) sangat menentangnya," lanjut pengantin perempuan itu mengeluhkan sikap orang tuanya.
Menanggapi tawaran sogokan uang itu, pengantin ini menolak tegas dan menjelaskan situasi penyewaan venue yang tidak bisa diundur. Dia juga turut menyarankan kepada keluarganya untuk hadir saat masa upacara pernikahan saja, Bunda.
Pengantin ini berharap orang tua dan kakak-adiknya akan pulang setelah dia dan pasangan menyebut sumpah pernikahan. Dia lebih memilih keluarganya untuk tidak hadir di resepsi karena merasa mereka akan tidak nyaman dan menghakimi semua orang yang sedang berpesta.
Selepas mengunggah curhatan tersebut, calon pengantin perempuan itu bertanya-tanya apakah dia salah karena menolak uang tersebut. Dia juga merenungkan sikapnya yang menolak kehadiran keluarga di acara resepsi pernikahan.
Mendengar kisah tersebut, beberapa netizen di forum diskusi pun turut merasa dilema dengan keadaan yang dialami pengantin. Mereka menyebut bahwa perempuan itu berada di situasi yang serba salah sehingga perlu berpikir matang untuk merespon permasalahan yang ada.
Meskipun begitu, tak sedikit pula netizen yang mengkritik sikap masa bodoh yang dilakukan oleh pengantin, Bunda.
"Akan lebih baik bagi pengantin perempuan untuk memilih hari yang sesuai dengan keyakinan keluarganya jika dia ingin mereka hadir. Dia tahu betul bahwa hari libur keagamaan tidak akan berhasil bagi mereka, dan dia tetap memesannya. Itu adalah cara untuk mengundang orang tanpa benar-benar mengundang orang," ujar netizen dikutip dari laman komentar People.
Demikian kisah pengantin viral yang ramai didiskusikan oleh netizen. Permasalahan yang dialami pengantin satu ini memang lebih baik dibicarakan secara jujur dan kepala dingin demi menemukan jalan tengah, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)