Jakarta -
Sistem reproduksi pria terdiri dari bagian dalam dan luar. Bersama-sama, organ-organ ini membantu pria buang air kecil, melakukan hubungan seksual, dan menghasilkan anak biologis. Bagian organ yang akan kita bahas kali ini adalah vas deferens. Apa itu?
Namun sebelum membahas, kita perlu tahu dahulu apa fungsi sistem reproduksi pria? Organ-organ yang menyusun sistem reproduksi pria melakukan hal-hal seperti memproduksi, memelihara, dan mengangkut sel sperma dan air mani.
Sel sperma adalah sel reproduksi pria. Air mani adalah cairan pelindung di sekitar sperma, mengeluarkan sperma, serta memproduksi dan mengeluarkan hormon seks pria.
Vas deferens (juga disebut duktus deferens atau saluran sperma) merupakan bagian penting dari anatomi reproduksi pria. Tabung berpasangan ini berfungsi untuk memindahkan sperma dari tempat penyimpanannya di testis ke uretra tempat sperma meninggalkan tubuh saat ejakulasi.
Kali ini akan dibahas secara singkat anatomi dan fungsi vas deferens, kondisi yang dapat memengaruhinya, serta cara menjaga kesehatan vas deferens.
Apa itu vas deferens?
Vas deferens merupakan bagian dari sistem reproduksi pria. Dikutip dari Cleveland Health, vas deferens juga disebut duktus deferens atau saluran sperma, Bunda.
Tabung berotot panjang ini berjalan dari epididimis ke rongga panggul di belakang kandung kemih dan terhubung ke uretra melalui struktur yang disebut saluran ejakulasi. Vas deferens dikelilingi oleh tali sperma dan mengangkut sperma matang ke uretra sebelum ejakulasi.
Anatomi vas deferens
Dilansir Verywell Health, vas deferens mengangkut sperma matang ke uretra sebelum ejakulasi. Vas deferens paling tepat digambarkan sebagai sepasang tabung berotot yang keras dan berdinding tebal. Kedua tabung ini identik dan masing-masing panjangnya sekitar 45 sentimeter.
Vas deferens dimulai di epididimis (tempat sperma disimpan setelah dibuat di testis). Dari epididimis, vas deferens memanjang melalui panggul ke kandung kemih.
Di sini kedua tabung bercabang, membentuk dua ruang penyimpanan untuk air mani yang menempel pada dinding kiri dan kanan kandung kemih. Ruang penyimpanan tersebut bergabung dengan saluran ejakulasi yang menghubungkannya ke uretra.
Struktur sebenarnya dari vas deferens memiliki tiga lapisan. Lapisan terluar (adventitia) terbuat dari jaringan ikat. Di bawah lapisan ini terdapat lapisan otot yang terdiri dari berbagai lapisan serat otot. Lapisan terdalam (lapisan mukosa) dilapisi dengan sel epitel kolumnar.
Fungsi vas deferens dalam sistem reproduksi laki-laki
Seperti yang disebutkan sebelumnya, fungsi utama vas deferens adalah untuk membawa sperma. Istilah 'vas deferens' berarti saluran pembawa dalam bahasa Latin.
Sperma dibuat di testis dan kemudian dipindahkan ke epididimis, struktur seperti tabung melingkar di dekatnya yang berfungsi untuk menyimpan sperma saat ia matang. Ketika penis ereksi, hal ini mendorong sel sperma untuk keluar dari epididimis dan masuk ke vas deferens.
Vas deferens berkontraksi untuk mendorong sperma ke depan. Ketika sperma mencapai dua ruang penyimpanan di dinding kiri dan kanan kandung kemih, sperma akan bergabung dengan sekresi dari vesikula seminalis.
Dari sana, cairan mani didorong melalui saluran ejakulasi, melewati kelenjar prostat tempat cairan susu ditambahkan ke dalam campuran, dan akhirnya melalui uretra tempat sperma meninggalkan tubuh, Bunda.
Gangguan pada vas deferens
Apa saja kondisi dan gangguan umum yang dapat memengaruhi vas deferens? Kondisi yang dapat memengaruhi vas deferens meliputi:
1. Lahir tanpa vas deferens
Ketiadaan vas deferens merupakan kondisi bawaan lahir. Beberapa laki-laki terlahir dengan kondisi ini. Laki-laki yang kehilangan satu vas deferens, yang disebut dengan ketiadaan vas deferens unilateral bawaan.
Sementara itu, yang tanpa vas deferens di kedua sisi, yang disebut dengan ketiadaan vas deferens bilateral bawaan. Kondisi ini dapat terkait dengan fibrosis kistik dan dapat menjadi penyebab infertilitas atau kemandulan.
2. Spermatokel
Mengutip laman Urology Care Foundation, spermatokel juga dikenal sebagai kista spermatika. Spermatokel adalah massa berisi cairan, seringkali tidak menimbulkan rasa sakit, dan tumbuh di dekat testis pada epididimis (saluran yang menyimpan sperma).
Spermatokel cenderung jinak (tidak bersifat kanker). Kista ini ditemukan di dekat bagian atas dan di belakang testis, tetapi terpisah dari testis. Kista ini bisa halus, berisi cairan keputihan dan keruh, dan paling sering berisi sperma. Ukurannya bisa bervariasi. Jika ukurannya mengganggu atau menimbulkan rasa sakit.
3. Vasitis
Ini adalah kondisi yang terjadi ketika vas deferens menebal, biasanya karena infeksi dan peradangan (bengkak) di bagian tubuh di dekatnya. Nama lain untuk kondisi ini adalah deferentitis atau funiculitis.
Meskipun jarang terjadi, infeksi juga dapat menyebabkan peradangan pada vas deferens. Infeksi langka ini biasanya disebabkan oleh jenis bakteri yang sama yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan setelah didiagnosis biasanya diobati dengan antibiotik
4. Penyumbatan
Hal ini dapat terjadi jika seorang pria mengalami trauma pada panggul atau infeksi parah. Azoospermia obstruktif adalah kondisi ketika vas deferens, epididimis, atau saluran ejakulasi tersumbat atau terhalang sehingga sperma tidak dapat mengalir dengan baik melalui rute normalnya untuk meninggalkan tubuh.
Cara menjaga kesehatan vas deferens
Tips untuk menjaga kesehatan diri sendiri akan membantu menjaga kesehatan sistem reproduksi, termasuk vas deferens adalah sebagai berikut:
- Cobalah untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
- Tetap terhidrasi dan makan berbagai makanan sehat.
- Berolahragalah secara teratur.
- Jangan merokok atau menggunakan produk tembakau.
- Lakukan seks yang aman.
- Gunakan alat pelindung jika berolahraga.
- Ketahui bagaimana organ seks terlihat dan terasa saat sehat. Jika melihat adanya perubahan, hubungi dokter.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)