Mengenal Mioma Geburt Gangguan Reproduksi pada Perempuan

3 months ago 53

Mioma adalah pertumbuhan abnormal yang tumbuh di dalam atau di atas rahim. Terkadang tumor ini menjadi sangat besar dan menyebabkan nyeri perut yang parah dan menstruasi yang deras. Dalam kebanyakan kasus, mioma tidak menimbulkan tanda atau gejala sama sekali, Bunda.

Pertumbuhan mioma biasanya jinak, atau nonkanker. Penyebab mioma tidak diketahui. Mioma juga dikenal dengan nama-nama antara lain mioma uterus, fibroma, dan leiomioma.

Ada berbagai jenis mioma, Bunda. Dilansir Healthline, jenisnya berbeda tergantung pada lokasinya di dalam atau di atas rahim. Misalnya mioma intramural, jenis yang paling umum. Mioma ini muncul di dalam dinding otot rahim. Mioma intramural dapat tumbuh lebih besar dan dapat meregangkan rahim.

Lalu ada mioma bertangkai yang dapat membentuk batang, dasar ramping yang menopang tumor. Ketika terbentuk, mioma ini dikenal sebagai mioma bertangkai. Jenis mioma bertangkai yang kali ini kita bahas adalah mioma geburt. Apa itu mioma geburt?

Kemudian, apa penyebab mioma geburt? Apa ciri-cirinya? Simak penjelasan berikut ini!

Apa itu mioma geburt?

Mioma geburt adalah mioma jenis bertangkai, yang mana pertumbuhannya jinak (nonkanker) di rahim. Mioma ini melekat pada dinding rahim oleh pertumbuhan seperti tangkai. Perbedaan utama antara mioma bertangkai dan mioma lainnya adalah tangkainya.

Mioma bertangkai dapat tumbuh di dalam dan luar rahim. Mioma geburt tumbuh di dalam rahim (submukosa), Bunda. Sekitar 20-50 perempuan memiliki pertumbuhan ini di rahim.

Hanya sepertiga yang cukup besar untuk ditemukan dokter selama pemeriksaan fisik. Sebagian besar bersifat nonkanker, tidak menimbulkan risiko kanker yang lebih tinggi.

Penyebab mioma geburt

Tidak jelas penyebab di balik mioma berkembang. Beberapa faktor berbeda dapat memengaruhi pembentukannya:

  • Hormon: Ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan lapisan rahim beregenerasi selama setiap siklus menstruasi dan merangsang pertumbuhan mioma.
  • Riwayat keluarga: Mioma dapat diturunkan dalam keluarga. Jika ibu, saudara perempuan, atau nenek memiliki riwayat kondisi ini, Bunda mungkin juga mengalaminya.

Orang-orang berisiko lebih tinggi mengalami mioma jika mereka memiliki satu atau lebih faktor risiko berikut:

  • Riwayat keluarga mioma.
  • Berusia 30 tahun atau lebih.
  • Berat badan yang tinggi.

Gejala mioma geburt

Banyak orang yang menderita mioma uterus tidak memiliki gejala apa pun. Pada mereka yang mengalaminya, gejala dapat dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah mioma.

Mengutip Mayo Clinic, gejala mioma uterus yang paling umum meliputi:

  • Pendarahan menstruasi yang banyak atau periode yang menyakitkan.
  • Periode yang lebih lama atau lebih sering.
  • Tekanan atau nyeri panggul.
  • Sering buang air kecil atau kesulitan buang air kecil.
  • Area perut yang membesar.
  • Alami konstipasi.
  • Nyeri di area perut atau punggung bawah, atau nyeri saat berhubungan seks.

Apakah mioma geburt Bisa memengaruhi kesuburan?

Ukuran dan lokasi mioma menentukan apakah mioma akan memengaruhi kesuburan. Contoh mioma yang sering menurunkan kesuburan meliputi mioma yang berada di dalam rongga rahim atau submukosa (seperti mioma geburt) atau sangat besar (>6 cm diameter) di dalam dinding rahim (intramural).

Kebanyakan wanita dengan mioma tidak akan mandul. Oleh karena itu, perempuan dengan mioma dan pasangannya harus dievaluasi secara menyeluruh untuk menemukan masalah lain yang mungkin menyebabkan infertilitas. Seorang spesialis kesuburan dapat membantu menilai apakah mioma mungkin mengganggu pencapaian kehamilan.

Dikutip dari laman Reproductive Facts, ada beberapa hal yang disebabkan mioma rahim dapat mengurangi kesuburan:

  • Perubahan bentuk serviks dapat memengaruhi jumlah sperma yang dapat memasuki rahim. Tuba fallopi dapat tersumbat oleh mioma, menghambat transportasi sel telur di sepanjang tuba fallopi untuk pembuahan oleh sperma dan dari memasukkan sel telur yang telah dibuahi ke rongga rahim.
  • Mioma dapat memengaruhi ukuran lapisan rongga rahim.
  • Aliran darah ke rongga rahim dapat berkurang. Hal ini dapat mengurangi kemampuan embrio untuk menempel (menempel) pada dinding rahim atau berkembang.

Diagnosis mioma geburt

Mioma bertangkai seperti mioma geburt biasanya didiagnosis dengan cara yang sama seperti mioma uterus lainnya:

  • Seorang dokter mungkin merasakan mioma selama pemeriksaan panggul.
  • Mioma dapat dideteksi melalui USG.
  • Jika dokter menduga Bunda menderita mioma, mereka mungkin akan melakukan USG. USG transvaginal dapat mengungkapkan detail tentang mioma termasuk ukuran, posisi, dan berapa banyak mioma bertangkai yang dimiliki.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online