Perkembangan Emosi Anak Usia 4 Tahun, Bunda Perlu Tahu

3 months ago 53

Memasuki usia 4 tahun, perkembangan emosi anak akan semakin meningkat tajam. Hal ini terutama karena ia mulai banyak bersosialisasi dengan teman seumuran. Apa saja yang perlu Bunda ketahui?

Dikutip dari Web MD, pada dasarnya di rentang usia menuju 4 tahun anak sudah mulai semakin mengenal dirinya sendiri. Mereka memiliki kesukaan dan ketidaksukaan yang berbeda, bahkan kepribadian mereka pun semakin berkembang setiap hari.

Anak usia 4 tahun semakin pandai menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan perasaannya, tapi terkadang masih kerap 'dilampiaskan' dalam bentuk amukan atau tantrum juga. 

Apa yang mulai dirasakan oleh anak usia 4 tahun?

Sebagian besar anak usia 4 tahun sudah mulai memiliki keberanian untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. Mereka juga jadi lebih dekat dengan dunia di sekitarnya.

"Pada usia ini, masih normal bagi anak-anak untuk mengalami kesulitan mengatur emosi mereka. Ledakan amarah juga masih relatif umum," ungkap Eric Ball, MD, seorang dokter spesialis anak di Providence Mission Hospital, California, seperti dikutip dari Parents. 

Ia mengatakan anak-anak usia ini berkembang dengan baik terutama dalam rutinitas. Menetapkan struktur harian yang dapat diprediksi dapat membantu anak tetap merasa aman dan tenang.

Secara sosial, anak usia 4 tahun belajar banyak tentang cara berteman. Mereka akan mulai membentuk hubungan berteman dengan anak seusianya dan menjadi lebih baik dalam bekerja sama.

Diam-diam anak juga mulai memperhatikan emosi orang lain. Ini adalah keterampilan yang akan terbawa dengan baik saat anak mulai bersekolah.

Anak usia 4 tahun masih kesulitan mengontrol emosi

Meskipun Si Kecil sebenarnya mulai memahami bahwa ada berbagai macam emosi yang dapat dirasakan, mereka masih memiliki sedikit kendali atas emosi tersebut. 

Jika menemukan sesuatu yang lucu, mereka akan tertawa. Kemudian saat ada sesuatu yang membuat mereka merasa sedih atau marah, mereka akan menangis.

Pada usia ini, anak-anak juga masih belum mengembangkan banyak kendali impuls. Jika mereka merasakan sesuatu, mereka cenderung akan menindaklanjutinya. Ini mungkin berarti merebut mainan dari anak lain jika mereka ingin memainkannya, atau menjadi kesal ketika harus antri menunggu giliran saat ingin bermain di playground.

Anak-anak usia 3 hingga 4 tahun bahkan masih mungkin akan menggunakan pukulan, gigitan, atau dorongan sebagai cara untuk menyelesaikan konflik. Mereka belum memahami perbedaan antara interaksi yang pantas dan tidak pantas. 

Di sinilah tugas orang tua untuk mengajari anak bahwa ada cara yang benar dan salah untuk mengekspresikan emosi, serta untuk menyelesaikan masalah dengan orang lain.

Seiring bertambahnya usia, anak akan mulai melihat hubungan antara ledakan emosi dan konsekuensi negatif. Mereka belajar memahami bahwa marah-marah, berteriak dan mengamuk bukanlah cara yang dapat diterima untuk menunjukkan emosi dalam berteman.

Empati juga mulai muncul sekitar usia 4 tahun. Anak usia ini belajar memahami bahwa orang lain juga punya perasaan, bahkan bisa ikut merasakan ketika seorang temannya sedang merasa sedih atau terluka.

Perkembangan emosi anak usia 4 tahun

3 Dampak Melarang Anak Menangis saat Masih KecilIlustrasi perkembangan anak/Foto: Getty Images/yongyuan

Usia 4 tahun menjadi saat di mana anak mulai beranjak ke dunia luar. Mereka lebih senang saat bisa bermain dengan anak-anak lain seusianya, sambil menikmati banyak permainan fisik dan bercerita.

Berikut beberapa gambaran umum tentang perkembangan emosi anak usia 4 tahun, Bunda:

  • Anak belajar memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Anak dapat merasakan empati terhadap orang lain.
  • Mulai memahami konsep bermain bersama dan menunggu giliran, meskipun terkadang masih sulit menerapkannya.
  • Memiliki permainan favorit, termasuk bermain peran atau bermain pura-pura.
  • Masih perlu rutinitas harian yang memberi rasa aman untuk eksplorasi dan menjalani aktivitas sehari-hari.
  • Masih memerlukan aturan dari orang tua untuk mengendalikan perilaku mereka.
  • Mulai suka memerintah saat bermain dengan anak-anak lain dan tantrum ketika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  • Masih belum bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang fantasi.

Tips mendampingi proses belajar anak usia 4 tahun

Orang tua dan pengasuh memiliki peran penting untuk membantu perkembangan anak, termasuk dari segi sosial dan emosionalnya. Berikut beberapa hal yang dapat diterapkan:

1. Libatkan anak dalam obrolan sehari-hari

Jangan lupa untuk mengajak anak mengobrol dalam percakapan sehari-hari, bacakan buku untuk mereka, dan dukung minat mereka. 

Ini adalah rentang usia di mana anak akan memiliki banyak pertanyaan tentang berbagai macam hal. Menjawab pertanyaan mereka dengan materi seperti buku atau gambar yang menarik bisa menjadi ide bagus, Bunda. 

2. Terapkan teknik disiplin yang positif

Buatlah struktur dan terapkan teknik disiplin yang positif. Tujuannya supaya anak usia 4 tahun mulai dapat memahami aturan dan kebiasaan sosial.

Tetapi ingatlah bahwa mereka masih belajar, jadi wajar jika mereka membutuhkan bimbingan di sepanjang prosesnya.

3. Ajari anak untuk melakukan tugas-tugas dasar rumahan

Memiliki rutinitas dalam kehidupan sehari-hari, seperti menata dan membersihkan meja, dapat membantu agar anak memahami tentang tanggung jawab. 

4. Terapkan aturan screentime

Anak-anak prasekolah perlu dibatasi waktunya untuk bermain gadget, terutama untuk mengembangkan keterampilan penting seperti komunikasi, bermain dengan mainan, dan bermain permainan imajiner.

5. Pastikan anak cukup melakukan aktivitas fisik

Melakukan aktivitas fisik secara teratur meningkatkan kesejahteraan fisik, kognitif, dan sosial emosional anak.

Demikian ulasan tentang perkembangan emosional anak usia 4 tahun. Jika ada hal-hal yang dirasakan kurang sesuai atau ada yang membuat Bunda ragu, segera lakukan konsultasi dengan profesional seperti dokter spesialis anak atau psikolog ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online