Jakarta -
Tepuk tangan menjadi salah satu bentuk interaksi awal yang dilakukan oleh bayi. Lalu sebenarnya pada usia berapa bayi bisa bertepuk tangan?
Dikutip dari Healthline, perlu dipahami bahwa orang tua sebenarnya bertepuk tangan bukan sekadar permainan semata, tapi juga merupakan tonggak penting bagi tumbuh kembang bayi.
Hal yang sama berlaku untuk gerakan tangan lainnya seperti melambaikan tangan. Sebelum bayi dapat mengucapkan 'halo' dan 'dadah', mereka akan mengangkat tangan dan mengayunkannya sebagai bentuk komunikasi dasar.
Di usia berapa bayi bisa bertepuk tangan?
Bertepuk tangan biasanya rata-rata terjadi saat bayi berusia sekitar usia 9 bulan. Meskipun bertepuk tangan dan melambaikan tangan lebih mudah dikuasai daripada mengucapkan kata, tapi keterampilan ini tetap membutuhkan banyak koordinasi.
Beberapa bayi melakukannya lebih cepat atau lambat daripada yang lain, tetapi biasanya tidak perlu dikhawatirkan berlebihan ya, Bunda.
Pada awalnya, bayi akan bertepuk tangan untuk meniru gerakan Bunda. Baik saat bertepuk tangan karena senang atau memberi semangat, atau mengikuti lagu atau sajak anak-anak favorit, Si Kecil akan melihat Bunda bertepuk tangan dan ingin ikut bertepuk tangan.
Menurut sebuah studi tahun 2013 dari jurnal Plos One, otak bayi semakin aktif saat mereka melihat orang dewasa melakukan tugas fisik. Aktivasi ini membantu mereka pada akhirnya tertarik melakukan tugas tersebut juga.
Sekitar usia 1 tahun, bayi mungkin mulai mengetahui bahwa bertepuk tangan adalah sarana komunikasi dan akan mulai bertepuk tangan untuk menunjukkan kegembiraan atau penghargaan, bukan hanya untuk meniru Bunda.
Tanda-tanda bayi siap bertepuk tangan
Tanda pertama yang perlu diperhatikan adalah kekuatan otot di lengan bayi.
"Ketika bayi dapat duduk sendiri atau mulai merangkak, itu biasanya merupakan tanda-tanda yang baik bahwa mereka sedang mengembangkan kekuatan tubuh bagian atas untuk mulai bertepuk tangan," ungkap dokter spesialis anak di Orlando Health Arnold Palmer Hospital for Children, Jean S. Moorjani, MD, dikutip dari Parents.
Kekuatan dan koordinasi yang disebutkan di atas termasuk juga saat Si Kecil mulai memegang dua benda dan membenturkannya. Tanda terakhir adalah bayi mulai meniru tindakan orang tua.
"Kemampuan untuk meniru gerakan ini merupakan tonggak perkembangan yang penting dan menjadi waktu yang ideal untuk memperkenalkan tepuk tangan," ungkap dokter spesialis anak Alexandra Thompson, MD.
Bayi mengembangkan kemampuan untuk meniru tindakan sederhana, seperti bermain cilukba, sekitar usia 8 bulan. Setelah mampu melakukannya dengan gerakan sederhana, bayi kemungkinan juga sudah siap untuk meniru tepuk tangan.
Aktivitas untuk membantu bayi belajar tepuk tangan
bayi tepuk tangan/Foto: Getty Images/Erdark
Bayi cenderung meniru tindakan orang tua, jadi mereka akan mencoba melakukan aktivitas yang Bunda lakukan berulang-ulang di hadapan mereka. Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan untuk membantu bayi belajar tepuk tangan:
1. Putar musik dan bertepuk tangan mengikuti irama
Bunda dapat duduk sambil memangku bayi dan membantunya bertepuk tangan. Lakukan sambil memutar musik dan ikuti irama musiknya. Kegiatan ini akan membantu bayi memahami lebih cepat tentang gestur bertepuk tangan.
2. Berikan aba-aba terlebih dahulu
Berikan aba-aba kapan waktu yang tepat untuk bertepuk tangan dan peragakan kepada Si Kecil. Misalnya, ketika ada pesta ulang tahun dan tiup lilin, katakan bahwa ini waktu yang tepat untuk bertepuk tangan.
Saat melihat banyak orang di sekitarnya bertepuk tangan pada momen tersebut, besar kemungkinan bayi akan tertarik untuk belajar melakukannya.
3. Tepuk tangan dengan kecepatan yang berbeda
Latihlah bertepuk tangan dengan kecepatan yang berbeda. Bayi menyukai variasi dan kejadian yang tidak terduga, jadi mempercepat dan memperlambat tepukan saat duduk bersama dapat membuat latihan ini lebih menyenangkan.
4. Sering melakukan tos
Jangan lupa untuk sering-sering melakukan tos bersama bayi. Ini membantu memperkuat koordinasi tangan-mata dan mengajarkan bayi bahwa menepukkan telapak tangan merupakan cara untuk menunjukkan sesuatu yang baik telah terjadi.
5. Berikan contoh
Dikutip dari What to Expect, memberi contoh bertepuk tangan merupakan salah satu cara terbaik untuk mendorong keterampilan komunikasi nonverbalnya. Pegang tangan bayi dan dekatkan sambil berkata, 'tepuk, tepuk, tepuk'.
Menurut sebuah penelitian, ketika bayi melihat orang dewasa menyentuh benda dengan tangannya, area yang berhubungan dengan tangan di otak mereka akan teraktivasi.
Pun demikian juga ketika bayi melihat orang dewasa menyentuh benda dengan kakinya, area yang berhubungan dengan kaki di otak mereka akan teraktivasi.
Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?
Pada usia 9 hingga 12 bulan, sebagian besar bayi sudah bisa bertepuk tangan, melambaikan tangan, dan menunjuk. Namun jika bayi belum menguasai keterampilan ini, hal itu belum tentu perlu dikhawatirkan.
Dokter anak akan menanyakan tentang keterampilan komunikasi nonverbal bayi pada kunjungan pemeriksaan kesehatan di usia 1 tahun. Jika ia tidak melambaikan tangan, bertepuk tangan, atau menunjuk pada saat itu, dan ia tidak menunjukkan tanda-tanda keterlambatan perkembangan lainnya, dokter mungkin akan memeriksanya lagi pada pemeriksaan kesehatan usia 15 bulan.
"Dokter anak akan memantau perkembangan anak secara ketat pada setiap kunjungan pemeriksaan kesehatan anak, termasuk tonggak-tonggak yang terkait dengan koordinasi tangan-mata dan perilaku sosial seperti bertepuk tangan," imbuh Thompson.
Oleh karena itu, tidak perlu stres untuk terus memantau perkembangan bayi dan melacak tonggak-tonggak perkembangannya Setiap anak berbeda dan tidak semua akan mencapai setiap tonggak perkembangan tepat pada 'jadwal'.
Meski demikian, Thompson merekomendasikan orang tua untuk berkonsultasi dengan dokter jika bayi belum mulai bertepuk tangan saat pemeriksaan ussia 15 hingga 18 bulan.
"Komunikasi dini dapat membantu mengidentifikasi potensi keterlambatan perkembangan dan memastikan panduan serta intervensi yang tepat," imbuhnya.
Sementara itu, teruslah berlatih bertepuk tangan, melambaikan tangan, dan menunjuk bersama-sama. Akan selalu ada kesempatan bayi mampu melakukannya dengan sendirinya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)