10 Tanda Anak Butuh Dukungan Emosional dari Orang Tua, Kenali Segera Jangan Anggap Remeh!

3 months ago 47

Jakarta -

Tidak hanya kesehatan mental kedua orang tuanya, kesehatan mental anak turut penting untuk diperhatikan, Bunda. Bahkan, terkadang Bunda tidak menyadari bahwa anak sedang membutuhkan dukungan secara emosional.

Ada berbagai hal yang menyebabkan anak merasa khawatir, cemas, dan depresi dalam hidupnya. Sayangnya, tanda-tandanya mungkin tidak disadari oleh kedua orang tua.

Menilik dari laman Child Psychologist, survei terhadap 6.300 keluarga Australia termasuk 3.000 anak usia empat sampai 17 tahun menemukan bahwa tingkat depresi hampir dua kali lipat dilaporkan oleh anak-anak daripada orang tuanya. Ditemukan juga fakta bahwa sejumlah anak yang mencari dukungan psikologis untuk masalah kesehatan mental ini meningkat dua kali lipat antara tahun 1998 hingga 2015.

Banner Anak Perempuan Tidak Dekat dengan Ayah

Tanda anak membutuhkan dukungan emosional

Dikutip dari berbagai sumber, ada beberapa tanda yang terlihat ketika anak membutuhkan dukungan emosional dari orang tuanya. Berikut ini Bubun rangkumkan deretannya:

1. Perubahan perilaku yang signifikan

Menurut Psikolog Pendidikan dan Perkembangan Dr. Kimberley O'Brien, setiap anak mungkin mengalami perubahan perilaku terlebih ketika mereka lelah usai ujian sekolah. Oleh karena itu, Bunda perlu memerhatikan jika perilaku anak berbeda dalam waktu yang lama.

"Jika mereka biasanya cukup banyak bicara dan terbuka, tetapi mulai menarik diri dan tidak ingin memberikan detail apapun, itu adalah tanda bahwa mungkin ada sesuatu yang terjadi secara emosional," kata Dr. Kimberley dikutip dari laman Child Psychologist.

2. Anak mudah marah

Mudah marah juga merupakan salah satu tanda yang terlihat ketika anak membutuhkan dukungan emosional. Hal ini mungkin terjadi karena mereka merasa frustrasi dan tidak bisa mengungkapkan perasaannya.

"Meluapkan kemarahan atau menjadi lebih mudah marah daripada biasanya adalah tanda bahwa anak mungkin frustrasi dan tidak bisa mengekspresikan diri mereka," ujar Dr. Kimberley.

"Anda bisa mencoba untuk meminta mereka membuka perasaan mereka, tetapi seorang psikolog bisa membantu jika Anda tidak mendapatkan hasil apa pun," lanjutnya.

3. Perubahan pola tidur dan nafsu makan

Bunda sering melihat adanya perubahan pada pola tidur dan nafsu makan pada anak? Meski terlihat biasa, ternyata ini menjadi tanda bahwa anak merasa khawatir, cemas, atau depresi.

"Setiap perubahan signifikan dalam kebiasaan tidur dan makan anak Anda yang berlangsung lebih dari beberapa minggu bisa menandakan masalah mendasar yang perlu diselidiki," kata Kimberley.

4. Anak menarik diri dari temannya

Anak terlihat menghindari temannya ya, Bunda? Ada baiknya untuk segera bertanya pada Si Kecil dan mencari tahu apa alasannya.

Kondisi ini bisa saja terjadi karena anak sedang memproses sesuatu secara emosional. Selain itu, anak mungkin juga merasa tidak percaya diri.

"Itu bisa jadi karena mereka sedang memproses sesuatu secara emosional atau merasa tidak percaya diri dan merasa tidak punya apa-apa untuk ditawarkan," jelas Kimberley.

"Frustrasi dan ketidakbahagiaan membuat anak-anak tidak ingin bermain dengan teman-teman mereka. Hal-hal itu penting untuk diungkapkan," imbuhnya.

5. Melanggar batas

Ketika anak mulai melanggar batas yang sebelumnya telah ditetapkan, hal ini bisa saja menandakan bahwa mereka butuh dukungan emosional. Membicarakan hal tersebut dengan seorang psikolog mungkin bisa membantu.

"Melanggar batas sering kali merupakan tanda frustrasi dan anak-anak mungkin membutuhkan bantuan untuk menemukan kata-kata untuk mengungkapkan keinginan mereka dalam negosiasi tentang aturan," jelas Dr. Kimberley.

"Mungkin lebih mudah bagi mereka untuk terbuka kepada psikolog daripada kepada orang tua mereka," sambungnya.

6. Anak mengisolasi diri

Asian teen boy standing in backyard at home, leaning head against wall, hand cover face, feeling depressed and frustrated. Evening light cast shadow on wall.Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jatuporn Tansirimas

Dilansir dari laman Times of India, anak yang mengisolasi diri biasanya menghindari interaksi baik dengan teman maupun keluarganya. Mereka lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendirian.

Anak juga mungkin menolak untuk bergabung dalam aktivitas sosial atau bermain. Mereka juga tidak ingin berada di sebuah kelompok.

7. Anak sulit berkonsentrasi

Sulit berkonsentrasi juga menjadi tanda yang harus Bunda perhatikan. Ketika ini terjadi, mereka akan mengalami kesulitan dalam memerhatikan pelajaran di sekolah.

Jika dibiarkan, anak akan mengalami masalah akademis atau kemunduran performa. Mereka juga mungkin terlihat tidak tertarik atau tidak termotivasi dalam mengerjakan tugas sekolah, PR, hingga ekstrakurikuler.

8. Muncul gejala sakit fisik tanpa sebab

Ketika merasa frustrasi, stres, dan cemas, anak mungkin akan mengeluhkan gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, atau otot yang tegang. Namun, biasanya penyebabnya tidak diketahui secara pasti.

9. Anak menghindari sekolah

Anak yang membutuhkan dukungan emosional biasanya menghindar atau tidak ingin pergi ke sekolah. Alasan yang kerap digunakan adalah takut, cemas, atau adanya perundungan.

Selain itu, anak juga mungkin menghindari aktivitas atau kegiatan yang sebelumnya mereka senangi. Lalu, mereka memilih untuk tetap berada di rumah atau mengurung diri.

10. Sulit menghadapi situasi yang penuh stres

Tanda lain yang bisa diperhatikan adalah anak sulit menghadapi situasi yang penuh dengan stres, Bunda. Anak mungkin kesulitan menghadapi stresor atau tantangan dalam keseharian. Mereka pun merasa kewalahan dan mudah tertekan bahkan dengan hambatan kecil.

Ketika mengalami hal ini, anak juga sulit beradaptasi dengan perubahan dan transisi lainnya. Misalnya seperti memulai tahun ajaran baru di sekolah atau adanya perubahan dalam keluarga.

Demikian informasi tentang tanda anak membutuhkan dukungan emosional, Bunda. Semoga bisa memberikan manfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online