Jakarta -
Di pergantian musim seperti saat ini, penyakit jadi lebih cepat ditularkan terutama pada anak-anak. Lalu bagaimana cara mencegah anak sering sakit?
Anak-anak memang jadi salah satu perantara sumber penyebaran kuman paling banyak. Sebuah studi tahun 2015 dalam jurnal Clinical Infectious Diseases menemukan bahwa semakin muda usia anak-anak, semakin tinggi peluang orang tua tertular infeksi.
"Ketika seorang anak pulang ke rumah dengan virus di tangannya, dalam waktu empat jam virus tersebut akan berada di 90 persen permukaan rumah tersebut," kata Charles Gerba, PhD, seorang ahli mikrobiologi di University of Arizona, dikutip dari Parents.
Cara mencegah anak sering sakit
Ada beberapa cara mencegah anak sering sakit yang dapat diterapkan orang tua sebagai upaya preventif di antaranya seperti:
1. Ajarkan cara mencuci tangan yang tepat
Anak-anak harus diajarkan dan dibiasakan untuk mencuci tangan secara rutin. Terutama setiap kali Si Kecil pergi ke kamar mandi, setelah selesai makan, setiap kali terkena kotoran atau zat lain, dan setiap kali datang dari luar rumah untuk membantu menghentikan penyebaran kuman.
Meski terkadang sulit untuk membuat anak-anak fokus pada tugas-tugas penting seperti mencuci tangan di sela-sela kegiatan bermainnya, akan sangat membantu jika orang tua mencari cara distraksi yang tepat.
Misalnya mencuci tangan sambil menyanyikan sebuah lagu, seperti ABC atau lagu favorit Si Kecil lainnya.
"Bermain permainan cuci tangan atau menyanyikan lagu favorit adalah bentuk pengalih perhatian yang bagus untuk anak-anak, karena terkadang anak kurang minat jika diminta cuci tangan," ungkap psikolog anak Emily Mudd, PhD, dikutip dari Cleveland Clinic.
Menurut Mudd, pengalihan perhatian dapat menjadi teknik yang bagus untuk mendorong perilaku positif pada anak-anak dari segala usia.
2. Biasakan untuk tidak menyentuh wajah atau permukaan lainnya
Mungkin sulit bagi anak-anak kecil untuk menahan diri tidak menyentuh sesuatu. Sebagian bahkan mungkin tidak bisa sama sekali menahannya dan tampak kesal. Mudd mengatakan itu sangat normal, Bunda.
"Anak-anak menjelajahi dunia mereka melalui sentuhan. Pada bayi misalnya, mereka memasukkan segala sesuatu ke dalam mulut sebagai cara eksplorasi dunia di sekitarnya," imbuh Mudd.
Untuk membantu anak lebih memahami bahwa mereka harus menghindari menyentuh benda-benda (seperti toilet umum atau sampah di tanah), orang tua sebaiknya tidak menggunakan cara marah atau menunjukkan kekhawatiran berlebih.
Anak cenderung akan meniru respons cemas orang tua. Kecemasan sering kali muncul sebagai perilaku yang tidak baik, anak bahkan bisa justru terus melakukan hal yang orang tua larang.
Sebaliknya, tetaplah tenang dan berikan penjelasan singkat tentang alasan larangan tersebut.
3. Biasakan tidur siang dan malam yang teratur
Ilustrasi anak tidur/Foto: Getty Images/iStockphoto/anurakpong
Tidur merupakan salah satu elemen terpenting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dan kemampuannya untuk melawan kuman.
Saat tidur, tubuh menyimpan cukup energi untuk melawan infeksi. Waktu istirahat juga memungkinkan tubuh untuk pulih.
Memastikan Si Kecil memiliki jadwal tidur siang yang teratur atau waktu tidur yang teratur setiap malam dapat sangat membantu anak memiliki tubuh yang sehat.
Jika anak kesulitan dengan transisi dan rutinitas tidur, akan sangat membantu jika Bunda memberi mereka tugas untuk dilakukan, agar mereka dapat mengendalikan situasi tersebut.
Misalnya, ajak anak memilih antara mengenakan piyama merah muda atau hijau, atau memilih untuk menggosok gigi sebelum atau setelah mandi.
Hal ini membantu anak merasa lebih memegang kendali atas rutinitas waktu tidur, dan memiliki pilihan membuat mereka lebih mungkin merasa gembira untuk transisi waktu tidur.
4. Berikan waktu bermain di luar ruangan
Di era digital seperti saat ini, mungkin sulit untuk meyakinkan anak-anak pergi bermain keluar, tetapi ini merupakan aspek penting bagi perkembangan anak.
Pahamilah bahwa rutin olahraga dan aktivitas fisik adalah kunci untuk mengembangkan tubuh yang kuat dan sehat yang dapat melawan infeksi.
"Ada penelitian signifikan yang menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan bermanfaat bagi perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak-anak untuk semua usia," ungkap Mudd.
5. Biasakan anak makan sehat dan minum air putih
Semakin aktif anak dan semakin banyak waktu yang mereka habiskan di luar ruangan, semakin penting bagi anak-anak untuk memiliki pola makan dan minum sehat.
Hidrasi adalah salah satu kunci untuk sistem kekebalan tubuh yang sehat. Selain itu, tubuh membutuhkan nutrisi agar tetap kuat.
Misalnya, mengganti makanan ringan olahan dengan makanan yang menghidrasi seperti buah-buahan dapat memberikan manfaat tambahan di antara waktu makan. Jangan lupa juga penuhi kebutuhan cairan tubuhnya dengan cukup minum air putih.
Cara terbaik untuk membuat waktu makan jadi lebih menyenangkan bagi anak adalah dengan makan bersama. Berikan contoh dengan kebiasaan makan sehat, karena anak cenderung akan lebih mudah meniru orang tuanya.
Meminimalkan asupan gula tambahan juga penting untuk tetap sehat. "Gula berlebih berkontribusi terhadap peradangan kronis dalam tubuh, yang pada gilirannya, menurunkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit," pesan dokter kesehatan keluarga, Robert Danoff, DO.
Demikian ulasan tentang berbagai cara mencegah anak sering sakit. Meski awalnya mungkin terasa sulit, tapi dengan sedikit perhatian, edukasi, kesabaran, dan latihan ekstra, Bunda dan Si Kecil bisa sama-sama menciptakan kebiasaan sehat bermanfaat dalam jangka panjang.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)