7 Hal yang Harus Diketahui Jika Menyusui saat Hamil, Termasuk Rasa ASI yang Berubah

3 months ago 44

Jakarta -

Terus menyusui saat hamil banyak ditempuh para Bunda karena Si Kecil yang belum lulus ASI. Jika Bunda salah satunya, yuk ketahui beberapa hal penting yang harus diketahui jika menyusui saat hamil, termasuk rasa ASI yang berubah ya, Bunda.

Banyak yang percaya bahwa menyusui dapat mencegah kehamilan. Namun, perempuan tetap dapat hamil saat menyusui. Dalam kasus seperti itu, ibu dapat terus menyusui anak mereka yang lebih tua selama kehamilan baru. 

Amankah menyusui saat hamil?

Banyak yang percaya bahwa menyusui saat hamil berbahaya bagi bayi yang belum lahir. Namun, penelitian menunjukkan bahwa menyusui aman dilakukan jika kehamilan Bunda tidak mengalami komplikasi. Menyusui tidak akan memengaruhi Bunda, bayi yang belum lahir, atau anak Bunda yang lebih besar.

Namun, Bunda harus memastikan untuk mendapatkan cukup kalori sehat dan minum banyak cairan. Selama menyusui, Bunda mungkin juga harus mempertimbangkan beberapa efek samping, dan anak Bunda yang sedang menyusui mungkin melihat beberapa perubahan pada ASI.

Ya, sejauh ini menyusui saat hamil sangat aman ya, Bunda. Namun, mintalah saran dari bidan atau dokter jika Bunda mengalami beberapa hal berikut:

1. Berisiko mengalami persalinan prematur
2. Pernah mengalami keguguran di masa lalu
3. Mengharapkan kelahiran bayi kembar, kembar tiga atau lebih

Jika Bunda terus menyusui saat hamil, tubuh Bunda akan mengalami hal berikut:

1. Terus memproduksi cukup ASI untuk memberi nutrisi pada anak Bunda yang lebih tua
2. Menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan bayi yang belum lahir

Apakah ASI mengandung cukup nutrisi untuk anak yang lebih besar?

ASI akan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan anak ya, Bunda. Namun, rasa ASI Bunda akan berubah saat Bunda mulai memproduksi kolostrum. Hal ini dapat menyebabkan anak Bunda yang lebih besar menyapih diri mereka sendiri di beberapa titik selama kehamilan Bunda.

Kolostrum adalah pencahar alami, jadi feses anak yang lebih besar mungkin menjadi lebih encer dari biasanya. Hal ini merupakan kondisi yang normal terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan, seperti dikutip dari laman Pregnancybirthbaby.

Menyusui saat hamil dapat membuat puting susu Bunda terasa lebih nyeri. Dalam hal ini, Bunda dapat meredakan ketidaknyamanan tersebut dengan berhati-hati dengan posisi dan perlekatan saat menyusui. Selain itu, berbaring saat menyusui dapat membantu.

Puting yang nyeri mungkin akan hilang setelah trimester pertama, tetapi bagi sebagian perempuan, nyeri ini akan berlangsung selama kehamilan. Bunda mungkin menyadari bahwa mual di pagi hari semakin parah saat Bunda menyusui. Hal ini mungkin disebabkan oleh perubahan hormon dan rasa lapar, haus, atau lelah.

Bunda dapat merawat diri sendiri dengan beberapa hal berikut:

1. Makan dengan baik
2. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik
3. Cukup istirahat

Dapatkah menyusui kedua anak setelah bayi lahir?

Bunda dapat tetap menyusui anak yang lebih besar setelah bayi lahir. Hal ini disebut menyusui tandem atau tandem nursing. Menyusui tandem dapat membantu menghubungkan balita dengan bayi Bunda yang baru lahir.

Ada berbagai cara menyusui tandem. Bunda dapat menyusui kedua anak secara bersamaan. Atau Bunda dapat menyusui bayi Bunda yang baru lahir terlebih dahulu, baru kemudian anak Bunda yang lebih besar.

Bunda mungkin mendapati anak yang lebih besar ingin menyusu sepanjang waktu karena Bunda memiliki banyak ASI. Jika Bunda merasa tidak nyaman, Bunda dapat membatasi pemberian ASI kepada mereka.

Mengingat aktivitas menyusui dua anak sangat melelahkan, Bunda mungkin memerlukan beberapa bantal untuk menopang tubuh atau Bunda mungkin merasa lebih mudah berbaring. Bunda mungkin juga mendapati bahwa bayi Bunda yang baru lahir mengalami kesulitan mengatasi refleks ASI karena Bunda memproduksi begitu banyak ASI. Mengubah rutinitas pemberian ASI dapat membantu ya, Bunda.

Hal yang perlu diketahui jika menyusui saat hamil

Berbagai perubahan mungkin bisa muncul ketika memutuskan menyusui saat hamil ya, Bunda. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:

1. Kontraksi rahim

Selama menyusui, tubuh melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini merangsang produksi ASI, tetapi juga menyebabkan kontraksi rahim. Kontraksi ini biasanya ringan dan tidak perlu dikhawatirkan pada kehamilan yang tidak rumit.

2. Perubahan pada ASI

ASI tetap bergizi selama kehamilan. Namun, kandungan, kuantitas, konsistensi, dan rasanya dapat berubah seiring waktu karena perubahan hormon. ASI dapat menjadi lebih asin, dan produksinya dapat menurun seiring perkembangan kehamilan Bunda. Hal ini secara alami dapat membuat anak yang lebih besar menyapih dirinya sendiri sebelum bayi baru lahir.

3. Ketidaknyamanan fisik

Pada tahap awal atau trimester pertama kehamilan, Bunda mungkin mengalami nyeri puting dan nyeri payudara. Bunda mungkin mengalami penurunan asupan makanan dan air karena mual di pagi hari dan merasa lelah. Ketidaknyamanan fisik tersebut dapat meningkat saat menyusui seperti dikutip dari laman WebMd.

4. Risiko kesehatan

Menyusui menghabiskan energi di samping kehamilan. Tuntutan fisik dan nutrisi yang tinggi akibat seringnya menyusui selama kehamilan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi bayi Bunda yang belum lahir. 

5. Mual di pagi hari lebih parah

Mual di pagi hari terkadang bisa lebih parah saat menyusui. Hal ini mungkin disebabkan oleh pelepasan hormon dalam tubuh, rasa lapar, haus, atau lelah.

6. Puting terasa nyeri

Puting susu mungkin terasa nyeri akibat hormon kehamilan, yang bagi sebagian ibu bisa sangat menyakitkan. Nyeri pada puting susu bisa berlangsung selama satu trimester atau lebih seperti dikutip dari laman Breastfeeding.asn.

Bunda mungkin memperhatikan bahwa suplai ASI Bunda menurun selama kehamilan dan ini disebabkan oleh hormon. Penurunan suplai sering terjadi meskipun Bunda terus atau bahkan menambah frekuensi menyusui. Namun, jika anak Bunda tidak sering menyusui, hal ini akan semakin mengurangi suplai ASI.

Tips menyusui saat hamil

Menyusui saat hamil adalah pilihan pribadi. Jika Bunda memilih untuk menyusui saat hamil, berikut beberapa tips untuk membantu Bunda dan anak tetap nyaman:

1. Minum obat pereda nyeri seperti Tylenol atau gunakan kompres hangat pada payudara untuk meredakan nyeri payudara dan nyeri puting.
2. Pastikan Bunda cukup istirahat jika merasa lelah karena hamil dan menyusui anak Bunda yang lebih besar.
3. Mintalah seseorang untuk membantu Bunda mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau mengasuh anak.
4. Hindari minum kopi atau minuman berenergi, karena dapat membuat Bunda dehidrasi.
5. Tetapkan waktu makan dan minum air secara teratur sepanjang hari. Hal ini dapat mengurangi rasa mual dan membantu Bunda menjaga asupan makanan dan air untuk menjaga pasokan ASI Bunda.
6. Minum banyak air. Konsumsi campuran minuman bebas gula yang aman untuk kehamilan.
7. Pastikan Bunda mengonsumsi makanan sehat dan mendapatkan cukup kalori untuk kebutuhan nutrisi bayi.
8. Ubah posisi anak Bunda yang lebih besar saat menyusui. Pastikan posisi tersebut nyaman bagi Bunda. Bunda dapat berbaring dan membiarkan anak Bunda berbaring di atas atau di samping Bunda saat menyusui.

Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online