Benarkah Intermittent Fasting Bantu Tingkatkan Kesuburan Perempuan dan Bikin Cepat Hamil?

8 hours ago 3

Jakarta -

Intermittent fasting dipercaya sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Namun banyak pertanyaan tentang apakah intermittent fasting bisa membantu meningkatkan kesuburan dan mempercepat kehamilan?

Apa itu intermittent fasting?

Sebelum membahas lebih jauh tentang apakah intermittent fasting dapat membantu tingkatkan kesuburan dan bikin cepat hamil, Bunda harus tahu apa itu Intermittent fasting. 

Intermittent fasting adalah diet yang dilakukan dengan mengatur jadwal antara puasa dan makan secara teratur. Penelitian telah menunjukkan kalau diet intermittent fasting dapat berguna untuk menjaga berat badan dan mencegah berbagai jenis penyakit.

Makan terbatas waktu, atau yang lebih umum disebut puasa intermiten, adalah tren diet terbaru yang semakin populer. Selama beberapa tahun terakhir, orang-orang telah mengikuti tren ini, membatasi asupan makanan mereka pada jam-jam tertentu dalam sehari dengan harapan dapat menurunkan berat badan dan mengelola berat badan dengan lebih baik.

Namun, studi baru ini membuat mereka yang berencana untuk memiliki keturunan berpikir ulang tentang tren diet terbaru ini.

Dikutip dari laman The Bump, para peneliti di University of East Anglia mempelajari efek puasa terbatas waktu terhadap kesuburan. Mereka mengukur kualitas sperma dan telur setiap ikan, serta jumlah keturunan yang dihasilkan.

Studi tersebut menemukan bahwa puasa memengaruhi kesehatan reproduksi ikan jantan dan betina secara berbeda. Betina menghasilkan lebih banyak keturunan setelah berpuasa, tetapi kualitas telurnya lebih rendah, yang dapat memengaruhi kesehatan keturunannya. 

Sementara kualitas sperma jantan juga menurun setelah berpuasa. Yang menarik, efek ini berlanjut bahkan setelah ikan zebra kembali ke pola makan normal yang tidak melibatkan puasa.

Meskipun studi ini dilakukan pada ikan zebra dan hasilnya tidak dapat langsung diterapkan pada manusia dan kesuburan manusia, tapi butuh penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi atau membantah efek puasa terbatas waktu terhadap tubuh manusia dan kesuburan.

"Temuan ini menekankan pentingnya mempertimbangkan tidak hanya efek puasa terhadap pemeliharaan tubuh tetapi juga terhadap produksi telur dan sperma," kata penulis studi Dr. Edward Ivimey-Cook. 

Menurut dr Edward penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami berapa lama waktu yang dibutuhkan sperma dan sel telur bisa kembali normal periode puasa. 

"Yang penting, beberapa efek negatif pada kualitas telur dan sperma dapat terlihat setelah hewan-hewan tersebut kembali ke tingkat konsumsi makanan normal mereka setelah puasa terbatas waktu. 

Manfaat intermittent fasting untuk kesuburan perempuan

Hingga saat ini, efek puasa intermiten terhadap kadar hormon reproduksi pada manusia masih belum banyak diketahui, karena belum ada tinjauan literatur yang dilakukan.  Meski begitu, Intermittent fasting banyak manfaat untuk kesehatan perempuan dikutip dari laman Healthline.

1. Kesehatan jantung

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, dan konsentrasi trigliserida yang tinggi adalah beberapa faktor risiko utama untuk pengembangan penyakit jantung.

Sebuah studi pada tahun 2009 yang melibatkan 16 pria dan perempuan obesitas menunjukkan bahwa puasa intermiten menurunkan tekanan darah sebesar 6 persen hanya dalam delapan minggu. Studi yang sama juga menemukan bahwa puasa intermiten menurunkan kolesterol LDL sebesar 25 persen dan trigliserida sebesar 32 persen.

2. Diabetes

Puasa intermiten juga dapat efektif membantu mengelola dan mengurangi risiko pengembangan diabetes. Seperti pembatasan kalori puasa intermiten tampaknya dapat mengurangi beberapa faktor risiko untuk diabetes. Hal ini dilakukan terutama dengan menurunkan kadar insulin dan mengurangi resistensi insulin.

Dalam sebuah studi terkendali acak pada tahun 2011 yang melibatkan lebih dari 100 perempuan dengan berat badan berlebih atau obesitas, enam bulan puasa intermiten mengurangi kadar insulin sebesar 29 persen dan resistensi insulin sebesar 19 persen. Kadar gula darah tetap sama.

3. Penurunan berat badan

Puasa intermiten bisa menjadi cara yang sederhana dan efektif untuk menurunkan berat badan ketika dilakukan dengan benar. Ini karena puasa jangka pendek yang teratur dapat membantu mengonsumsi lebih sedikit kalori dan menurunkan berat badan.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa puasa intermiten seefektif diet pembatasan kalori tradisional untuk penurunan berat badan jangka pendek.

Sebuah tinjauan studi pada 2018 terhadap orang dewasa yang kelebihan berat badan menemukan bahwa puasa intermiten menyebabkan penurunan berat badan rata-rata 15 lbs (6,8 kg) dalam periode 3–12 bulan.

Tinjauan pada tahun 2014 menunjukkan bahwa puasa intermiten mengurangi berat badan sebanyak 3–8 persen pada orang dewasa yang kelebihan berat badan atau obesitas selama 3–24 minggu. Tinjauan tersebut juga menemukan bahwa peserta mengurangi lingkar pinggang mereka sebanyak 3–7 persen dalam periode yang sama.

Dalam jangka pendek, puasa intermiten tampaknya membantu dalam penurunan berat badan. Namun, jumlah berat badan yang hilang kemungkinan tergantung pada berapa banyak kalori yang konsumsi selama periode tidak berpuasa dan seberapa lama mengikuti gaya hidup ini.

Meski Intermittent fasting memiliki manfaat untuk perempuan tapi khusus tingkatkan kesuburan perempuan dan bikin cepat hamil sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.  Di situ, dokter akan menentukan rencana nutrisi terbaik yang dapat mendukung tujuan kesuburan. Tentunya rekomendasi dapat bervariasi berdasarkan riwayat medis, gaya hidup, dan faktor lainnya.

Semoga informasinya bermanfaat ya Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online