Jakarta -
Usai persalinan, haid pada perempuan sering kali berubah. Tetapi, normalkah haid lebih dari 7 hari setelah melahirkan, Bunda?
Haid atau menstruasi merupakan proses alami dalam tubuh wanita dan merupakan bagian dari sistem reproduksi yang sehat. Selama siklus menstruasi teratur dan konsisten, tidak ada yang salah atau tidak normal tentang hal itu.
Siklus haid yang normal biasanya berlangsung antara 21 dan 35 hari, meskipun sedikit variasi dapat terjadi karena faktor umum seperti stres, perubahan berat badan, tingkat olahraga, dan fluktuasi hormon. Selain itu, lamanya periode juga dapat menunjukkan perubahan tertentu dalam tubuh atau menandakan masalah yang mendasarinya.
Berapa lama haid berlangsung?
Siklus menstruasi penuh mencakup jumlah hari antara hari pertama perdarahan menstruasi dalam satu siklus dan dimulainya menstruasi pada siklus berikutnya, menurut the National Library of Medicine National Center for Biotechnology Information.
Siklus normal dapat berlangsung antara 25 dan 30 hari. Namun, jika intervalnya kurang dari 21 hari, itu disebut 'polimenorea', sedangkan jika berlangsung lebih dari 35 hari, itu disebut 'oligomenorea'.
Menurut Dr M Rajini, Konsultan Ginekologi di Care Hospital Banjara Hills, bahwa hal tersebut dapat berlangsung antara 2 dan 7 hari, dengan rata-rata sekitar 5 hari.
"Jika periode menstruasi secara konsisten berlangsung lebih lama dari 7 hari, itu dapat dianggap berkepanjangan, dan itu bisa menjadi alasan untuk khawatir," tambahnya.
Kemungkinan penyebab haid lebih dari 7 hari
Beberapa faktor dapat menyebabkan periode yang sangat lama, dan beberapa penyebab potensial meliputi beberapa hal berikut:
1. Ketidakseimbangan hormon
Fluktuasi kadar hormon, khususnya estrogen dan progesteron, dapat memengaruhi keteraturan dan durasi siklus menstruasi. Ini memengaruhi proses seperti perkembangan folikel, ovulasi, dan persiapan rahim, yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur atau tidak ada, yang memengaruhi waktu dan keteraturan periode menstruasi.
2. Kelainan rahim atau serviks
Kondisi seperti polip, fibroid, atau adenomiosis dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang berkepanjangan. Menurut the Office on Women Health, sekitar 20–80 persen perempuan mengembangkan fibroid pada saat mereka mencapai usia 50 tahun.
Meskipun tidak semua perempuan mengalami gejala, beberapa mungkin mengalami nyeri dan perdarahan menstruasi yang banyak.
3. IUD
IUD ialah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Beberapa orang yang menggunakannya, terutama yang terbuat dari tembaga, mungkin mengalami periode menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat karena peradangan atau iritasi lokal di rahim yang disebabkan oleh alat tersebut.
4. Pelvic Inflammatory Disease (PID)
PID ialah infeksi bakteri pada organ reproduksi perempuan, yang sering disebabkan oleh Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore. Sayangnya, hal ini dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, nyeri panggul, dan perubahan aliran menstruasi seperti dikutip dari laman Care Hospitals.
5. Gangguan tiroid
Kondisi seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme dapat memengaruhi siklus menstruasi. Kelenjar tiroid sebenarnya membantu mengendalikan siklus haid. Tetapi, hal itu bergantung pada jumlah tiroid Bunda. Sebab, hai dapat bervariasi dari sangat ringan hingga berat sampai tidak teratur.
Dr Rajini mengatakan jika Bunda mengalami periode menstruasi yang sangat lama atau jika ada perubahan tiba-tiba dalam pola menstruasi, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter.
Berapa waktu yang terlalu lama untuk haid?
Umumnya, periode berlangsung antara tiga hingga tujuh hari. Periode menstruasi yang berlangsung lebih dari tujuh hari dianggap sebagai periode panjang.
Dokter mungkin menyebut periode yang berlangsung lebih dari seminggu sebagai menoragia. Selain itu, Bunda mungkin juga didiagnosis dengan menoragia jika Bunda mengalami perdarahan yang luar biasa berat yang berlangsung kurang dari seminggu. Sebanyak lima persen perempuan mengalami menoragia seperti dikutip dari laman Healthline.
Penting Bunda ketahui bahwa periode haid yang terlalu panjang dapat menjadi tanda adanya kondisi kesehatan serius yang melatarinya seperti ketidakteraturan hormon, kelainan rahim, dan kanker.
Penting untuk menemui dokter jika Bunda mengalami periode menstruasi yang panjang atau berat sehingga dokter dapat mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya atau menyingkirkan kemungkinan penyebab yang lebih serius.
Oh iya Bunda, berbicara mengenai menoragia, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan selama periode menstruasi serta mengganggu rutinitas. Bunda mungkin mendapati bahwa perdarahan tersebut memengaruhi aktivitas atau tidur yang dijalani. Tak hanya itu, Bunda mungkin juga mengalami anemia defisiensi besi jika Bunda secara teratur mengalami periode menstruasi yang panjang, terutama jika berat.
Agar lebih aman, jika Bunda mengalami hal tersebut, segeralah konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)