7 Tanda Golden Child Syndrome, Ketika Salah Satu Anak Jadi Favorit Orang Tua

17 hours ago 4

Jakarta -

Tanpa disadari, Bunda dan Ayah mungkin memperlakukan salah satu anak dengan cara yang berbeda. Hal ini kerap disebut sebagai golden child syndrome atau sindrom anak emas.

Memperlakukan anak dengan cara yang berbeda tentu akan berdampak cukup besar di sepanjang hidup anak. Menurut Psikolog Klinis berlisensi yang berbasis di New York City, Marianna Strongin, PsyD, menghindari sindrom anak emas adalah hal yang paling sulit.

Anak emas sendiri adalah anak yang tampaknya menjadi pusat keluarga. Mereka pun bertanggung jawab atas segala hal mulai dari mengatur suasana hati semua orang hingga memenangkan lomba di sekolah.

Jika Bunda memberi anak tanggung jawab yang tidak normal pada usia dini dan mengambil peran semi-orang tua di dalam rumah, bisa jadi anak termasuk ke dalam anak emas.

"Hal ini akan menciptakan hubungan simbiosis di mana semakin banyak yang dicapai anak, semakin banyak perhatian dan pujian yang mereka dapatkan dari orang tua," ujarnya dikutip dari laman Women's Health.

"Ketika mereka tidak bisa mencapainya, mereka akan mendapatkan masalah yang serius," sambungnya.

Apa yang dimaksud dengan sindrom anak emas?

Dikutip dari laman Cleveland Clinic, sindrom anak emas adalah dinamika keluarga di mana orang tua memandang dan memperlakukan anaknya sebagai anak yang sempurna. Orang tua juga akan menghujani mereka dengan pujian dan perhatian.

Ketika anak mendapatkan perilaku seperti ini, akibatnya beberapa anak emas akan memandang dunia dengan arogan dan egois. Selain itu, orang tua juga akan menetapkan standar yang terlalu tinggi sehingga anak merasa hidupnya ditentukan oleh keberhasilan dan kegagalan.

Jika anak emas memiliki saudara kandung, biasanya saudaranya akan diabaikan atau dikambing hitamkan, Bunda.

Dinamika ini tampaknya paling sering terjadi di dalam rumah tangga yang salah satu atau kedua orang tuanya memiliki gangguan kepribadian narsistik (NPD). Namun, tidak banyak penelitian yang menjelaskan hal ini.

"Penting untuk diingat bahwa sindrom anak emas adalah istilah budaya pop, bukan diagnosis. Tidak ada definisi klinis mengenai istilah ini dan belum banyak dipelajari. Namun, konsep ni masih bisa membantu orang lebih memahami dan mengatasi masa lalu mereka," tutur Psikolog Kate Eshleman, PsyD.

Tanda-tanda golden child syndrome

7 Ciri-Ciri Anak Manja, Cara Mendidik hingga Cara Bijak MengatasinyaIlustrasi/Foto: Getty Images/Tirachard

Ada beberapa tanda yang bisa terlihat ketika anak-anak mengalami golden child syndrome. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic:

1. Masalah pembentukan identitas

Bagi banyak anak emas, orang tua mereka yang narsistik mengganggu proses pembentukan identitas, Bunda. Hal ini karena mereka lah yang menciptakan identitas untuk anak-anak mereka. Tentunya identitas ini tidak stabil.

Ketika anak tumbuh dewasa, mereka akan mengalami:

  • Berjuang untuk menemukan diri mereka sendiri
  • Mengubah kepribadiannya untuk membuat orang-orang di sekitarnya nyaman
  • Sulit mengambil keputusan atau menjadi mandiri

2. Selalu menyenangkan orang lain

Meski hal ini terkadang tidak benar, banyak anak emas yang tumbuh dengan keyakinan bahwa kasih sayang dari orang tua mereka bersyarat. Jadi, mereka akan bekerja lebih ekstra untuk 'memenangkan' kasih sayang itu.

3. Kurang bertanggung jawab

Dr. Kate mengungkap bahwa banyak anak emas yang tumbuh dengan perasaan bahwa mereka tidak boleh melakukan kesalahan. Hal ini karena mereka tidak diajarkan tanggung jawab, Bunda.

"Beberapa anak emas tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka tidak bisa melakukan kesalahan karena orang tua mereka tidak membuat mereka bertanggung jawab," ujarnya.

Ketika dewasa, mereka mungkin akan mengalami hal berikut ini:

  • Sulit untuk meminta maaf kepada orang lain
  • Mengalihkan kesalahan
  • Membuatnya sulit untuk menerima kritik yang membangun
  • Menyebabkan masalah dengan regulasi emosi
  • Selalu mencari perhatian

4. Mementingkan diri sendiri

Banyak anak emas tumbuh dengan perasaan atau pendengaran bahwa mereka lebih unggul dari orang lain. Bahwa mereka layak mendapatkan perlakukan khusus.

5. Hubungan yang tidak baik dengan saudara kandung

Label anak emas membuat salah satu saudara kandung mungkin kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun, persaingan antar saudara kandung wajar terjadi dalam sindrom anak emas.

"Ketika satu anak di rumah menjadi fokus orang tua dan menerima semua perhatian positif, hal ini dapat menimbulkan banyak konflik. Ini juga berdampak pada perasaan saudara kandung terhadap satu sama lain dan bagaimana perasaan mereka terhadap orang tuanya," tutur Dr. Kate.

6. Takut gagal

Mencoba hal-hal baru, membuat kesalahan, serta mengambil risiko, adalah hal yang ditakutkan oleh anak-anak emas. Mereka sulit melakukan hal tersebut karena berada di bawah tekanan.

"Ada ekspektasi bahwa anak-anak emas bisa berprestasi. Orang tua mereka mengharapkan kesempurnaan dan mengajar mereka untuk mengharapkannya juga. Namun, kesempurnaan tidak mungkin tercapai. jadi, anak emas sering kali mengalami kesulitan kecemasan. Ketakutan yang kuat akan kegagalan ini bisa bertahan hingga mereka dewasa," papar Dr. Kate.

7. Masalah harga diri

Anak emas sering kali bergumul dengan rasa tidak nyaman. Mereka juga memiliki kecenderungan narsistik, Bunda. Dr. Kate mencatat bahwa anak-anak emas memiliki harga diri yang bisa menjadi kuat jika dikaitkan dengan prestasi mereka atau atas dasar persetujuan orang tuanya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(mua/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online