7 Sisa Sayuran yang Mudah Tumbuh Kembali Saat Ditanam di Air, Jangan Dibuang Bun

3 months ago 53

Bunda sering memotong pangkal sayuran dan membuangnya ke tempat sampah? Coba kali ini jangan dibuang, ada beberapa sisa sayuran yang bisa tumbuh kembali saat ditanam di air.

Banyak orang belum menyadari bahwa sisa sayuran yang biasanya dibuang begitu saja ternyata bisa ditanam kembali dengan mudah, terutama di air. Dengan teknik sederhana, beberapa jenis sayuran dapat tumbuh hanya menggunakan bagian akar, pangkal batang, atau bahkan sisa umbinya.

Metode ini tidak hanya ramah lingkungan tapi juga dapat membantu menghemat pengeluaran sehari-hari. Dengan cara menanam kembali sisa sayur, sayuran bisa dipanen lagi di rumah.

Menanam kembali sisa sayuran di air juga sangat cocok bagi Bunda yang tidak memiliki lahan luas atau peralatan berkebun lengkap. Proses penanaman ini hanya membutuhkan wadah berisi air bersih, pencahayaan matahari yang cukup, serta kesabaran tentunya.

Dengan perawatan yang tepat, tanaman akan tumbuh dengan subur meskipun hanya ditanam di dalam air. Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi solusi bagi Bunda pemula yang ingin belajar berkebun tanpa risiko besar.

Mengutip dari Southern Living, berikut sisa sayuran yang mudah ditanam kembali hanya dengan menggunakan air.

Sisa sayuran yang mudah ditanam kembali di air

Berikut sisa sayuran yang mudah ditanam kembali di air.

1. Wortel

Bagian atas wortel yang biasanya dibuang ternyata bisa tumbuh menjadi tanaman baru. Potong sekitar 2 sampai 3 cm bagian atas wortel yang masih memiliki sisa batang daunnya.

Letakkan bagian tersebut di atas wadah berisi air dengan posisi bagian atas wortel menyentuh air. Siram setiap dua hari sekali. 

Dalam beberapa hari, daun hijau akan tumbuh meskipun wortelnya sendiri tidak akan tumbuh kembali. Daun ini bisa dimanfaatkan untuk salad atau garnish.

2. Seledri

Seledri merupakan salah satu sayuran yang populer untuk ditanam kembali dari sisa dapur. Potong bagian bawah seledri sekitar 3 cm, kemudian rendam pangkal batangnya dalam air.

Tempatkan wadah di area terang yang terkena sinar matahari tapi tidak langsung terpapar panas yang ekstrem. Dalam beberapa hari, daun baru akan mulai tumbuh dan siap dipanen setelah beberapa minggu.

3. Selada

Selada juga bisa ditanam kembali dari pangkal batangnya yang masih utuh. Potong bagian bawah selada lalu rendam dalam air dengan posisi pangkal menghadap ke bawah.

Tempatkan wadah di lokasi yang terkena sinar matahari. Gantilah air setiap dua hari sekali agar tetap bersih. Selada akan mulai tumbuh daun-daun baru dalam waktu seminggu.

4. Daun bawang

Sisa pangkal daun bawang yang memiliki akar juga bisa ditanam kembali dengan mudah. Rendam pangkal daun bawang di dalam air hingga akarnya terendam tapi batangnya tetap berada di atas air.

Tempatkan di lokasi yang terkena sinar matahari dan rutin ganti air setiap dua hari. Dalam waktu seminggu, daun bawang akan tumbuh memanjang dan bisa dipanen.

5. Kentang

Kentang yang bertunas tidak enak untuk dimakan, cocok untuk ditanam kembali. Letakkan tiga atau empat tusuk gigi beberapa inch di atas ujung kentang dengan tunas terbanyak.

Tusuk gigi akan membantu menahan kentang di dalam air tanpa merendamnya sepenuhnya. Pastikan Bunda memiliki cukup air untuk menopang kentang.

Cari cangkir dengan tepi yang cukup lebar untuk menampung kentang dan beri tusuk gigi pijakan yang stabil di tepi gelas. Letakkan gelas di ambang jendela yang terkena sinar matahari.

Setelah mulai menumbuhkan daun, Bunda dapat menanam kembali tanaman kentang di tanah. Berhati-hatilah agar tidak merusak akar baru dalam prosesnya.

6. Sawi hijau

Sawi hijau merupakan salah satu sayuran yang mudah tumbuh kembali dari sisa pangkal batangnya. Caranya cukup dengan memotong pangkal batang sawi sekitar 5 cm dari dasar daun, lalu letakkan di dalam wadah berisi air.

Pastikan air tidak menutupi seluruh batang, cukup bagian akarnya saja yang terendam. Dalam beberapa hari, tunas baru akan mulai muncul. Dalam satu hingga dua minggu, daun segar bisa tumbuh.

7. Bok choy

Bok choy bisa ditanam kembali dari bagian pangkal batangnya. Potong bagian bawah bok choy lalu letakkan di dalam wadah berisi air dengan posisi pangkal batang menghadap ke bawah.

Tempatkan wadah di lokasi yang terkena cahaya matahari tidak langsung. Daun bok choy bisa tumbuh subur hanya dalam waktu satu hingga dua minggu.

Dengan memanfaatkan sisa sayuran yang ada, Bunda tidak hanya mendukung gaya hidup berkelanjutan tapi juga merasakan kepuasan tersendiri saat melihat tanaman tumbuh subur. Jadi, jangan buru-buru membuang sisa sayuran Bunda ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online