Jakarta -
Saat Bunda hamil menjaga kebersihan tubuh menjadi hal yang sangat penting. Salah satunya yang perlu perhatian khusus adalah pusar. Namun banyak ibu hamil yang takut membersihkan pusar dapat berisiko kepada kehamilan dan janin di kandungan. Lantas, apakah aman untuk membersihkan pusar saat hamil?
Secara umum, membersihkan pusar saat hamil aman dilakukan, asalkan dilakukan dengan hati-hati. Pusar adalah area yang dapat menampung kotoran, bakteri, dan sisa keringat, terutama karena perubahan tubuh saat kehamilan. Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan juga dapat menyebabkan kulit menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap infeksi.
Namun, karena perut ibu hamil biasanya akan membesar seiring berjalannya waktu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar membersihkan pusar tetap aman dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu dan janin.
Mengutip laman Healthline, cara membersihkan pusar bergantung pada jenis yang Bunda miliki. Ada dua jenis pusar yakni pusar innie dan pusar outie. Pusar outie adalah sebutan untuk pusar yang menonjol keluar alias pusar bodong. Sementara itu, pusar innie merupakan jenis pusar yang masuk ke dalam.
Cara membersihkan pusar saat hamil
1. Pusar innie
Sebelum sampai setelah mandi ada empat cara yang dapat Bunda lakukan untuk membersihkan pusar innie.
- Celupkan kapas ke dalam alkohol gosok dan perlahan usapkan ke permukaan dalam pusar Anda. Jika kapas terlihat kotor, buang dan ambil kapas baru.
- Setelah kapas keluar dalam keadaan bersih, gunakan kapas baru yang dibasahi air untuk membilas alkohol dari pusar Anda agar tidak mengeringkan kulit.
- Setelah mandi, keringkan dengan lembut bagian dalam pusar Anda menggunakan kapas kering yang bersih atau ujung handuk atau kain lap.
- Jika menggunakan losion tubuh, hindari mengoleskannya pada pusar yang cekung (innie). Dalam lingkungan innie, kelembapan dari losion dapat memicu pertumbuhan bakteri dan membuat pusar menjadi kotor lagi.
2. Pusar outie
Lantaran pusar yang menonjol (outie) lebih mudah dijangkau dibandingkan dengan yang cekung (innie), proses pembersihannya jauh lebih mudah. Sebelum sampai setelah mandi, lakukan langkah-langkah berikut.
- Berbusa dengan kain lap, dan perlahan gosok bagian pusar. Bilas sabunnya.
- Setelah mandi, keringkan pusar dengan saksama.
- Pijatkan sedikit losion ke pusar.
3. Pusar pakai piercing
Jika pusar menggunakan piercing maka ikuti petunjuk yang diberikan oleh piercer untuk rutinitas pembersihan yang tepat guna menghindari infeksi. Jika piercing pusar sudah sepenuhnya sembuh maka ikuti langkah berikut.
- Ikuti petunjuk pembersihan sesuai jenis pusar Anda, apakah innie atau outie.
- Cuci dengan lembut area yang dipiercing menggunakan bola kapas yang telah dibasahi dengan larutan 1/4 sendok teh garam laut dalam 8 ons air rebusan yang telah didinginkan.
- Jika Anda tidak ingin membuat larutan sendiri, Anda bisa membeli larutan saline isotonik di apotek atau secara online.
Risiko jika pusar tidak dibersihkan
Jika Bunda tidak membersihkan pusar dengan baik, beberapa masalah dapat muncul, seperti:
1. Infeksi jamur
Pusar adalah tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak karena merupakan area gelap dan lembap, tempat kulit sering bergesekan dengan kulit lainnya. Akibatnya, bisa terkena infeksi jamur di pusar.
2. Bau
Meskipun Bunda tidak mengembangkan infeksi jamur, penumpukan keringat, kotoran, sel kulit mati, dan serat kain bisa menyebabkan pusar berbau.
3. Omfalolit
Seiring dengan penumpukan sel kulit mati dan sebum (minyak yang diproduksi oleh kulit) di pusar, mereka bisa membentuk omfalolit dari waktu ke waktu. Juga dikenal sebagai batu pusar, omfalolit terbentuk dari bahan yang sama yang membentuk komedo.
Permukaan batu pusar ini akan berubah menjadi hitam karena oksidasi. Batu pusar umumnya tidak dipencet seperti komedo, melainkan dikeluarkan menggunakan pinset.
Meskipun kebanyakan orang tidak terlalu memikirkan pusar mereka, bukan ide yang buruk untuk membersihkannya setiap minggu atau sesekali. Membersihkan pusar dapat membantu menghindari potensi infeksi, bau, dan masalah lain yang disebabkan oleh kebersihan yang kurang terjaga.
Begitulah penjelasan tentang bolehkan ibu hamil membersihkan pusar sampai cara aman yang dapat dilakukan ya Bun. Semoga informasinya bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)