Benarkan Alami Morning Sickness Pertanda Calon Bayi Cerdas Miliki IQ Tinggi?

3 months ago 47

Penyebab morning sickness yang sering orang ketahui berhubungan dengan perubahan hormon pada tubuh ibu hamil. Namun, sebuah teori muncul bahwa morning sickness juga dapat menjadi pertanda calon bayi cerdas memiliki IQ tinggi. Benarkah?

Mual dan muntah selama kehamilan sangat umum terjadi. Terutama pada trimester pertama. Morning sickness ini berhubungan dengan perubahan hormon tertentu yang dibutuhkan untuk perkembangan plasenta. 

Penyebab morning sickness

Penelitian sebelumnya mengaitkan morning sickness dengan tingkat keguguran, lahir mati, dan kelahiran prematur yang lebih rendah. Namun, belum jelas apakah ada manfaat jangka panjang. 

Dilansir BetterHealth, penyebab morning sickness masih menjadi misteri, tetapi diperkirakan kombinasi faktor fisik dan metabolik berperan penting, termasuk:

  • Kadar hormon yang tinggi, termasuk estrogen
  • Fluktuasi tekanan darah, terutama tekanan darah rendah
  • Perubahan metabolisme karbohidrat
  • Perubahan fisik dan kimia yang sangat besar yang dipicu oleh kehamilan.

Kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness sekitar minggu keempat kehamilan dan hilang pada minggu ke-12 hingga ke-14. Namun, 1 dari 5 perempuan mengalami morning sickness hingga trimester kedua, dan beberapa yang malang mengalami mual dan muntah selama masa kehamilan.

Pada kebanyakan kasus, morning sickness tidak membahayakan ibu hamil atau bayi yang belum lahir. Namun, morning sickness parah yang meliputi penurunan berat badan dan dehidrasi memerlukan perhatian medis segera.

Benarkah morning sickness menandakan calon bayi cerdas miliki IQ tinggi?

Para peneliti telah menemukan bahwa ibu hamil yang menderita morning sickness lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami keguguran atau melahirkan prematur. Bahkan sedikit bayi yang mengalami cacat lahir dan mungkin mendapat skor lebih tinggi pada tes IQ.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pediatrics pada tahun 2009 menemukan bahwa ibu yang mengalami morning sickness memiliki kemungkinan lebih besar melahirkan anak dengan skor IQ lebih tinggi. 

Penelitian ini dilakukan terhadap 121 anak yang ibunya mengalami berbagai tingkat morning sickness selama kehamilan.

Itu bukan berarti perempuan yang tidak mengalami morning sickness perlu khawatir; kemungkinan besar bayi ibu hamil yang tidak morning sickness juga akan menjadi bayi yang sehat dan cerdas. Namun, ibu hamil yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan muntah, penelitian memberikan pesan yang baik.

Penting juga untuk diingat bahwa tidak semua ibu yang mengalami morning sickness akan melahirkan anak dengan IQ tinggi. Faktor genetik, lingkungan, dan nutrisi selama kehamilan juga berperan penting.

Temuan didasarkan pada 45 anak yang ibunya mengonsumsi Diclectin untuk mengatasi mual di pagi hari, 47 anak yang ibunya mengalami mual di pagi hari tetapi tidak mengonsumsi obat tersebut, dan 29 anak yang ibunya tidak mengalami mual dan muntah selama kehamilan.

Pakar dari Rumah Sakit untuk Anak Sakit di Toronto, Dr. Irena Nulman mengatakan kepada Reuters Health bahwa semua anak mendapat skor dalam kisaran normal untuk perkembangan mental. Namun, secara rata-rata, skor tes tertentu lebih tinggi pada kedua kelompok anak yang ibunya melaporkan mengalami morning sickness. Dan skor cenderung meningkat seiring dengan tingkat keparahan morning sickness.

Menurut para peneliti, ada kemungkinan bahwa hormon kehamilan yang sama yang terkait dengan morning sickness memiliki efek positif pada perkembangan otak janin.

Namun, sejumlah ibu hamil mengalami kondisi yang disebut hiperemesis gravidarum, yaitu kondisi mual dan muntah yang parah dan terus-menerus yang dapat menyebabkan dehidrasi, kekurangan gizi, dan penurunan berat badan.

Tidak seorang pun tahu apa yang menyebabkan gangguan tersebut, dan Nulman mencatat, mungkin memiliki dasar fisiologis yang berbeda dari morning sickness jinak.

Morning sickness juga dikaitkan dengan kehamilan yang sehat. Menurut penelitian, ibu hamil yang mengalami mual dan muntah di awal kehamilan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami keguguran.

Dalam penelitian ini melibatkan sekelompok perempuan yang telah mengalami setidaknya satu kali keguguran, dan menemukan bahwa mereka yang mengalami morning sickness memiliki kemungkinan 50 persen hingga 75 persen lebih kecil untuk mengalami keguguran lagi.

"Ada anggapan umum bahwa mual menandakan kehamilan yang sehat, tetapi tidak banyak bukti berkualitas tinggi yang mendukung keyakinan ini," kata Stefanie Hinkle, seorang ilmuwan staf di Institut Kesehatan Anak dan Pengembangan Manusia Nasional, yang memimpin penelitian yang terbit di Jurnal Kedokteran Internal JAMA milik American Medical Association dilansir dari NBCNews

Tim tersebut mengira telah menghubungkan mual dengan kadar hormon yang memastikan embrio tertanam kuat di rahim wanita. Peneliti menggunakan data dari perempuan yang mengikuti penelitian kehamilan lain antara tahun 2007 dan 2011.

Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan informasi sebelum hamil, sehingga para peneliti dapat melihat keguguran yang sangat dini, yang mungkin tidak diperhatikan perempuan jika tidak mengikuti penelitian.

Sementara penelitian lain menunjukkan hal yang sebaliknya, tetapi mereka tidak memiliki data tentang kehamilan paling awal, atau menggunakan ingatan perempuan tentang kejadian tersebut.

"Jadi, jika tidak ada data prospektif, mual dan muntah mungkin tidak lebih dari sekadar tanda masih hamil, bukan tanda kesehatan kehamilan," tulis mereka.

Demikian ulasan mengenai morning sickness dan kaitannya dengan kecerdasan bayi setelah lahir. Semoga membantu mendapatkan kehamilan yang sehat serta mengupayakan kecerdasan bayi sejak dari kandungan ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online