Hukum Merayakan Hari Ibu dalam Islam, Bolehkah?

3 months ago 51

Hari Ibu di Indonesia dirayakan setiap tanggal 22 Desember. Biasanya, anak-anak akan menyampaikan pesan terima kasih beserta kado berharga untuk ibu mereka. Namun, bagaimana hukum merayakan Hari Ibu dalam kacamata ajaran Islam, ya? Apakah diperbolehkan atau justru dianggap sebagai hal yang tak sesuai dengan ajaran agama?

Dalam Islam, kedudukan ibu sangatlah mulia. Penghormatan kepada ibu disebut berulang kali dalam Al-Qur’an dan hadits. Oleh sebab itu, penting bagi umat Islam untuk memahami bagaimana perayaan Hari ibu sesuai dengan prinsip dan nilai Islam.

Untuk menjawab pertanyaan seputar hukum hingga makna perayaan Hari Ibu menurut Islam, berikut Bubun kumpulkan informasi dari berbagai sumber. Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda.

Hukum merayakan Hari Ibu dalam Islam

Dilansir detikcom, hukum merayakan Hari Ibu dalam Islam adalah mubah atau diperbolehkan. Ini ditegaskan dalam keputusan para ulama yang tergabung di kompilasi fatwa Mufti Besar Mesir dan Grand Syekh Al-Azhar As-Syarif Syekh Dr. Ali Jum’ah Muhammad.

السُّؤَالُ مَا حُكْمُ الْاِحْتِفَالِ بِعِيْدِ الْأُمِّ وَهَلْ هُوَ بِدْعَةٌ؟ الْجَوَابُ: ... وَمِنْ مَظَاهِرِ تَكْرِيْمِ الْأُمِّ الْاِحْتِفَالُ بِهَا وَحُسْنُ بِرِّهَا وَالْإِحْسَانُ إِلَيْهَا وَلَيْسَ فِي الشَّرْعِ مَا يَمْنَعُ مِنْ أَنْ تَكُوْنَ هُنَاكَ مُنَاسَبَةٌ لِذَلِكَ يُعَبَّرُ فِيْهَا الْأَبْنَاءُ عَنْ بِرِّهِمْ بِأُمَّهَاتِهِمْ فَإِنَّ هَذَا أَمْرٌ تَنْظِيْمِيٌّ لَا حَرَجَ فِيْهِ

Artinya: "(Pertanyaan) Bagaimana hukum peringatan hari ibu apakah termasuk bid'ah?

(Jawaban) ... Termasuk dari wujud nyata memuliakan seorang ibu adalah menggelar suatu peringatan untuknya dan bersikap baik padanya. Dalam syariat tidak ada larangan mengenai tindakan yang selaras dengan praktik tersebut yang dinilai oleh seorang anak sebagai bentuk kepatuhan dengan ibu mereka. Maka hal ini termasuk kegiatan yang tertata dan tidak terdapat dosa di dalamnya." [Ali Jum'ah, Al-Bayan lima Yusghilul Adzhan, [Kairo, Darul Muqattam], juz I, halaman 250).

Para ulama pun menyampaikan apresiasi terhadap peringatan Hari Ibu. Adanya perayaan ini justru menjadi pengingat untuk para anak mengungkapkan rasa syukur dan berbakti kepada orang tua, terutama ibu.

Makna Hari Ibu

Perayaan Hari Ibu merupakan kesempatan untuk menunjukkan rasa terima kasih, baik melalui ucapan, hadiah, atau tindakan lain yang mengapresiasi semua hal yang telah Bunda lakukan. 

Meskipun Hari Ibu bukan sebuah perayaan yang disyariatkan langsung dalam Islam, makna perayaan ini nyatanya sejalan dengan salah satu kewajiban utama umat muslim. Kewajiban tersebut merujuk pada perilaku berbakti anak kepada orang tua, khususnya ibu.

Allah SWT memerintahkan langsung umat-Nya untuk memuliakan ibu. Hal ini tertuang dalam surah Luqman ayat 14 yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhụ fī 'āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr

Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."

Oleh sebab itu, perayaan Hari Ibu merupakan salah satu momen yang penting untuk umat Islam peringati. Perayaan ini mendorong kesadaran kita untuk senantiasa berbakti kepada ibu, sebagaimana Allah SWT inginkan.

Daftar pertanyaan tentang ibu dalam Islam dan jawabannya

Adapun berikut ini sejumlah pertanyaan seputar Ibu dalam Islam yang sering diajukan beserta jawabannya, Bunda.

Kenapa ibu disebut sebanyak 3 kali dalam sebuah hadits?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, seorang sahabat Rasulullah SAW bertanya seputar berbakti kepada orang tua. Rasulullah pun menjawabnya sembari menyebutkan ibu sebanyak tiga kali.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ: مَنْ أَبَرُّ؟ " قَالَ: أُمَّكَ، ثُمَّ أُمَّكَ، ثُمَّ أُمَّكَ، ثُمَّ أَبَاكَ، ثُمَّ الْأَقْرَبَ، فَالْأَقْرَبَ

Artinya: "Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang hendaknya aku (dahulukan untuk) berbakti kepadanya?" Lantas Nabi menjawab: "Ibumu." Aku bertanya lagi: "Kemudian siapa? Nabi menjawab: "Ibumu." Aku bertanya lagi: "Kemudian siapa? Nabi menjawab: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa? Nabi menjawab: "Ayahmu, kemudian kerabat terdekat, lalu yang terdekat setelahnya." (HR Abu Dawud)

Penyebutan ibu sebanyak tiga kali dalam hadits ini menunjukkan betapa besar penghormatan yang Islam berikan kepada ibu. Rasulullah SAW menekankan bahwa hak ibu untuk dihormati dan dihargai lebih besar tiga kali lipat dibandingkan dengan ayah.

Perbedaan tersebut dikarenakan perjuangan ibu untuk para anaknya. Ibu adalah sosok yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan merawat anak-anak dengan penuh pengorbanan. Oleh karena itu, keberadaan ibu sangat layak untuk diberi penghormatan yang lebih tinggi.

Bagaimana kedudukan ibu dalam Islam?

Kedudukan ibu dalam Islam sangat mulia dan dihormati. Dalam ajaran Islam, ibu diberikan posisi yang tinggi dalam hal penghormatan dan bakti orang tua, bahkan lebih utama dibandingkan dengan ayah.

Hadits sebelumnya sudah menjelaskan bagaimana Rasulullah SAW menegaskan kedudukan ibu dalam Islam. Selanjutnya, seorang ulama pakar hadits terkemuka, Syekh Abdurrauf Al-Munawi, juga memberikan alasan perihal kedudukan ibu yang lebih tinggi daripada ayah:

(أُمُّهُ) فَحَقُّهَا فِيْ الْآكِدِيَّةِ فَوْقَ حَقَّ الْأَبِّ لِمَا قَاسَتْهُ مِنَ الْمَتَاعِبِ وَالْشَّدَائِدِ فِيْ الْحَمْلِ وَالْوِلاَدَةِ وَالْحَضَانَةِ وَلِأَنَّهَا أَشْفَقُ وَأَرْأَفُ مِنَ الْأَبِّ فَهِيَ بِمَزِيْدِ الْبِرِّ أَحَقُّ

Artinya: "Hak seorang ibu berada di atas hak ayah sebab keletihan dan kesulitan yang dia alami dalam proses kehamilan, persalinan, dan mengasuh sang anak. Selain itu juga karena ibu lebih belas kasih ketimbang sang ayah, sehingga ia lebih pantas mendapatkan perlakuan yang baik." [Abdurrauf Al-Munawi, Faidhul Qadir Syarhul Jami' As-Shagir (Mesir: Maktabah At-Tijariyyah Al-Kubra), juz II, halaman 5).

Mengapa berbakti kepada ibu lebih diutamakan dalam Islam?

Dalam Islam, perilaku berbakti kepada ibu memiliki kemuliaan yang lebih utama. Hal ini merujuk dalam pengorbanan dan perjuangan ibu selama mengandung dan membesarkan anak.

Salah satu potongan ayat suci yang menegaskan kemuliaan terhadap ibu adalah surah Al-Ahqaf ayat 14, yang berbunyi:

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًاۗ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًاۗ وَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًاۗ حَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ۝١٥

Artinya: Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya itu selama tiga puluh bulan. Sehingga, apabila telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia (anak itu) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dapat beramal saleh yang Engkau ridai, dan berikanlah kesalehan kepadaku hingga kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.”

Oleh sebab itu, umat Islam sangat diharapkan untuk tidak bersikap durhaka kepada ibu. Sebagaimana yang terangkum dalam buku Berbakti Kepada Orang Tua karya Muhammad Al-Fahham, Imam Nawawi menyebut bahwa durhaka kepada ibu adalah perbuatan yang haram dan terhitung sebagai dosa besar.

Rasulullah SAW bersabda, "Ada 9 dosa besar: syirik kepada Allah, membunuh jiwa, kabur dari perang, menuduh wanita baik-baik berzina, makan riba, memakan harta anak yatim, melakukan penyimpangan di masjid, tidak membayar upah pekerja, membuat orang tua menangis karena perbuatan durhaka." (HR. Bukhari)

5 Ucapan Hari Ibu Islami penuh doa dan menyentuh hati

Untuk meramaikan perayaan Hari Ibu, Bunda bisa mengirimkan untaian kata Islami penuh doa berikut ini kepada ibunda tersayang:

  1. Selamat Hari Ibu untuk ibuku tercinta. Terima kasih atas semua kasih dan pengorbanan yang engkau berikan padaku. Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kesehatan, kebahagiaan, dan perlindungan penuh berkah untukmu.
  2. Bunda, terima kasih atas segala pengorbanan dan doamu yang tiada henti. Semoga Allah memberimu kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta mengampuni segala dosa-dosamu. Selamat Hari Ibu.
  3. Ya Allah, terima kasih telah memberikan ibu yang luar biasa. Jadikanlah hidupnya penuh berkah, dan jauhkan ia dari segala kesulitan. Semoga ibuku selalu diberi kebahagiaan dan kedamaian. Selamat Hari Ibu, semoga selalu dalam rahmat Allah
  4. Selamat Hari Ibu! Terima kasih Bunda atas semua pengorbananmu yang tak terhitung. Aku berdoa kepada Allah untuk jadikanmu hamba yang berada dalam kasih sayang-Nya. Semoga engkau senantiasa bahagia dan sehat.
  5. Selamat Hari Ibu! Engkau hadir sebagai sosok yang menginspirasiku. Semua nasihat dan doamu adalah kekuatanku. Oleh karenanya, aku meminta pada Allah untuk memberimu perlindungan di dunia dan akhirat.

hari

Nah, demikian kumpulan informasi seputar hukum, makna, hingga ucapan dalam merayakan Hari Ibu menurut Islam. Semoga informasi ini membantu, ya Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online