Jakarta -
Berbagai teknik menyusui terus berkembang dan memudahkan para pejuang ASI. Termasuk munculnya aturan 5-5-5 dalam menyusui yang bisa mengurangi risiko depresi hingga mastitis. Kenali lebih lanjut, yuk.
Sebagai ibu baru, terkadang Bunda mungkin perlu beradaptasi lebih dalam mengenai ritme menyusui. Termasuk bagaimana memompa ASI yang ramah saat Bunda harus kembali bekerja.
Mengenal aturan 5-5-5 dalam menyusui
Pemulihan pasca persalinan adalah periode penyesuaian dan penyembuhan fisik dan emosional yang dimulai tepat setelah kelahiran bayi Bunda. Selama waktu ini, tubuh perlahan mulai kembali ke keadaan sebelum hamil, dan pengalaman setiap ibu dengan pemulihan pasca persalinan bersifat unik.
Dalam fase ini, sebaiknya selalu dengarkan tubuh, lakukan segala sesuatunya dengan kecepatan sendiri, dan cari dukungan saat dibutuhkan. Dengan memahami apa yang diharapkan, Bunda dapat menghadapi pengalaman ini dengan lebih nyaman dan percaya diri seperti dikutip dari laman Calm.
Seperti diketahui, periode pasca persalinan merupakan waktu penyembuhan dan penyesuaian hidup dengan bayi. Emosi dan hormon menjadi berlebihan saat tubuh pulih dari roller coaster persalinan.
Selama masa yang sulit tersebut baik secara mental dan fisik, para ibu membutuhkan waktu beristirahat agar membuat mereka tetap nyaman dan bebas depresi. Nah, aturan 5-5-5 untuk ibu pasca persalinan memberikan para ibu beberapa penyesuaian, dan inilah yang kerap direkomendasikan para doula.
Aturan 5-5-5 untuk pasca persalinan adalah serangkaian batasan modern yang mendorong istirahat dan relaksasi dalam 15 hari pertama di rumah bersama bayi.
Menurut Katie Brett, MSN, PMHNP-BC, seorang praktisi perawat kesehatan mental psikiatri di MyTribe, “Aturan 5-5-5 pasca persalinan menyarankan jangka waktu pemulihan setelah melahirkan dengan pembagian 5 hari hanya berbaring di tempat tidur, 5 hari di tempat tidur dengan aktivitas ringan, dan 5 hari di sekitar tempat tidur.”
Selama waktu ini, ibu tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah, atau mengurus anak yang lebih besar; fokusnya adalah beristirahat dan berpelukan dengan bayi yang baru lahir.
Jauh dari konsep baru, banyak budaya telah mengamati periode istirahat tertentu pascapersalinan sejak zaman kuno. Di Tiongkok, ada praktik berusia 2.000 tahun yang disebut doing the month dengan seorang perempuan tinggal di rumahnya selama 30 hari pertama di rumah bersama bayi.
Manfaat melakukan aturan 5-5-5 pasca persalinan
Manfaat utama aturan 5-5-5 untuk pasca persalinan adalah memberi ibu izin untuk menetapkan batasan dan memprioritaskan kesejahteraan mereka.
Ibu-ibu sering menghadapi tekanan implisit (atau eksplisit) untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan menjadi tuan rumah yang baik hati, tetapi aturan 5-5-5 untuk sementara waktu menghilangkan ekspektasi itu. Tidak ada pekerjaan rumah, tidak ada hiburan, tidak ada yang mengejar balita.
Tania Lopez, CNM, bidan di Pediatrix Medical Group di Fort Worth, Texas, mengatakan, "Dengan menetapkan waktu istirahat yang disengaja dan menciptakan batasan, ibu baru dapat lebih mudah merawat anggota keluarga terbaru, sehingga memberinya waktu untuk pulih dari persalinan."
Helen A., ibu satu anak di Baton Rouge, Louisiana mengatakan, "Menerapkan aturan 5-5-5 itu hebat karena aturan itu punya nama yang bisa saya ingat ketika ada tamu yang melirik saya karena berbaring di tempat tidur."
Tantangan dalam menerapkan aturan 5-5-5
Meskipun memprioritaskan istirahat dan pemulihan pasca persalinan itu penting, mengikuti aturan 5-5-5 secara menyeluruh mungkin tidak bermanfaat atau bahkan tidak mungkin bagi sebagian perempuan.
Kendala paling kentara dalam penerapannya adalah kenyataan bahwa perempuan membutuhkan banyak bantuan untuk mewujudkannya termasuk dalam bentuk mitra yang kompeten, pengunjung yang menghormati batasan, dan bahkan doula pasca persalinan. Sayangnya, tidak semua perempuan memiliki akses ke tingkat dukungan ini.
Selain itu, mengikuti aturan 5-5-5 secara saksama mungkin bukan pilihan yang paling aman. "Meskipun memprioritaskan istirahat dan pemulihan pasca persalinan merupakan ide yang bagus, aturan 5-5-5 dapat bersifat membatasi karena membuat perempuan enggan berjalan-jalan pasca persalinan, yang sebenarnya penting untuk mencegah terjadinya pembekuan darah," kata Brett.
"Pertimbangan lain adalah bahwa kebanyakan orang tidak pulih sepenuhnya setelah 15 hari pasca persalinan, dan masa pemulihan mungkin perlu diperpanjang hingga 6 hingga 12 minggu, tergantung pada faktor-faktor yang memengaruhi kelahiran dan pemulihan," kata Lopez.
Ia menambahkan bahwa aturan 5-5-5 dapat merugikan kesehatan mental karena berpotensi mengisolasi, terutama pada hari-hari awal. Bila ragu, dengarkan tubuh sendiri dan konsultasikan dengan tim medis untuk mengetahui 'aturan' agar Bunda dapat menjalani pengalaman pasca persalinan yang spesifik dengan aman seperti dikutip dari laman The Bump.
Cara melakukan 5 hari berbaring di tempat tidur
Tahap '5 hari berbaring di tempat tidur' berarti berbaring di tempat tidur selama lima hari untuk menjalin ikatan dengan bayi dan menyembuhkan tubuh Bunda. Selama periode ini, Bunda hanya boleh bangun dari tempat tidur untuk menggunakan kamar mandi dan menjaga kebersihan pribadi serta tidak banyak hal lain yang boleh dilakukan.
Dalam hal ini, '5 hari berbaring di tempat tidur' akan dihabiskan untuk tidur, memeluk bayi, melakukan kontak kulit ke kulit, dan berfokus untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan tubuhnya sendiri. Ini bisa berarti kompres, mandi, atau minum obat pereda nyeri," kata Brett.
Cara ini mirip dengan langkah sebelumnya namun dengan beberapa modifikasi kecil. Lima hari berikutnya, Bunda masih di tempat tidur tetapi dapat melakukan lebih dari sekadar beristirahat dan memeluk bayi.
"Ini adalah waktu yang ideal untuk menerima tamu atau mengajak saudara lainnya bermain. Duduk dan bergerak di tempat tidur tidak masalah dibandingkan berbaring," kata Kristin Revere, MM, CED, NCS, seorang doula di Grand Rapids, Michigan.
Brett memiliki beberapa ide untuk kegiatan selama tahap ini, "Metode '5 hari di tempat tidur dengan sedikit aktivitas ringan' dapat dihabiskan dengan membacakan buku untuk bayi, melanjutkan menyusui (jika memilih untuk menyusui) atau menghabiskan waktu dengan anak-anak yang lebih besar."
Tahap '5 hari di sekitar tempat tidur' adalah saat Bunda dapat meninggalkan kasur dan berjalan-jalan di sekitar ruangan. "Bunda dapat lebih banyak bergerak di sekitar ruangan sambil tetap berusaha menghindari naik turun tangga terlalu sering. Tetap fokus pada kamar," kata Revere. Jika aturan 5-5-5 berhasil bagi Bunda sebagaimana tertulis, waktu ini menandai transisi dari tempat tidur ke rumah, menyelesaikan istirahat 15 hari dari tekanan hidup.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)