Mengenal Mola Hidatidosa atau Hamil Anggur dari Penyebab, Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

3 months ago 46

Jakarta -

Kasus mola hidatidosa atau hamil anggur memang menjadi risiko kehamilan yang dikhawatirkan para perempuan. Ketahui penyebab, gejala, serta pengobatan dan pencegahannya, yuk.

Mola hidatidosa adalah massa atau pertumbuhan langka yang terbentuk di dalam rahim (uterus) pada awal kehamilan. Ini adalah jenis penyakit trofoblas gestasional (GTD). Sering kali, kehamilan ini tidak memiliki gejala apa pun atau mungkin Bunda mengalami beberapa gejala kehamilan.

Apa itu mola hidatidos atau hamil anggur?

Kehamilan mola hidatidosa terjadi ketika ada masalah dengan sel telur yang telah dibuahi, yang berarti bayi dan plasenta tidak berkembang sebagaimana mestinya setelah pembuahan. Kehamilan ini tidak akan dapat bertahan hidup. Itu terjadi secara kebetulan dan jarang terjadi.

Pada kasus yang ada, sering kali kehamilan seperti ini mungkin tidak memiliki gejala apa pun, atau ibu hamil mungkin mengalami beberapa gejala kehamilan. Ibu hamil mungkin mengetahui tentang kehamilan mola hidatidosa selama pemindaian ultrasonografi kehamilan pertama yakni sekitar 8 hingga 14 minggu. Bakan, beberapa orang mengetahuinya setelah kehamilan mereka berakhir dengan keguguran seperti dikutip dari laman Nhs.

Tanda dan gejala mola hidatidosa atau hamil anggur

Pada kehamilan mola hidatidosa, beberapa gejala yang mungkin ditunjukkan yakni sebagai berikut ya, Bunda:

1. Pertumbuhan rahim yang tidak normal, baik lebih besar atau lebih kecil daripada biasanya.
2. Mual dan muntah yang parah.
3. Pendarahan vagina selama 3 bulan pertama kehamilan.
4. Gejala hipertiroidisme, meliputi intoleransi panas, tinja encer, denyut jantung cepat, gelisah atau gugup, kulit hangat dan lembap, tangan gemetar, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
5. Gejala yang mirip dengan preeklamsia yang terjadi pada trimester pertama atau awal trimester kedua, meliputi tekanan darah tinggi dan pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai (ini hampir selalu merupakan tanda mola hidatidosa, karena preeklamsia sangat jarang terjadi pada awal kehamilan normal).

Penyebab mola hidatidosa atau hamil anggur

Penyebab kehamilan mola hidatidosa biasanya terjadi akibat pembuahan oosit (sel telur) yang tidak normal. Ini menghasilkan janin yang tidak normal. Plasenta tumbuh secara normal dengan sedikit atau tanpa pertumbuhan jaringan janin.

Jaringan plasenta membentuk massa di dalam rahim. Pada USG, massa ini sering kali tampak seperti buah anggur, karena mengandung banyak kista kecil seperti dikutip dari laman Medlineplus.

Jenis mola hidatidosa atau hamil anggur

Dalam kasus kehamilan mola hidatidosa ada beberapa jenis yang biasanya muncul ya, Bunda. Di antaranya sebagai berikut:

1. Partial molar pregnancy

Pada kehamilan tipe ini, biasanya terdapat plasenta abnormal dan beberapa perkembangan janin.

2. Complete molar pregnancy

Sementara pada jenis kehamilan ini, biasanya terdapat plasenta abnormal dan tidak ada janin.

Risiko mola hidatidosa atau hamil anggur

Risiko kehamilan Mola hidatidosa atau kehamilan molar sangat jarang terjadi dan memengaruhi sekitar 1 dari 1.200 kehamilan. Biasanya ditemukan pada awal kehamilan.

Mola hidatidosa terkadang terdeteksi saat Bunda menjalani USG awal kehamilan. Kondisi ini juga dapat didiagnosis setelah keguguran, saat jaringan yang diambil atau dikeluarkan dari rahim diperiksa. Karena kondisi ini tidak umum dan tidak banyak diketahui masyarakat, kondisi ini dapat mengejutkan, terutama jika Bunda masih hamil dan menerima kenyataan bahwa kehamilan akan segera berakhir.

Sebagian perempuan mungkin mengalami kehamilan jenis ini, tetapi perempuan yang terkena dampaknya telah terbukti memiliki kesamaan tertentu. Ini disebut dengan faktor risiko yang di antaranya mencakup hal berikut:

1. Usia di bawah 18 tahun atau lebih dari 35 tahun
2. Berasal dari Asia atau Meksiko
3. Pola makan rendah karoten (salah satu bentuk vitamin A)
4. Kehamilan molar sebelumnya atau tumor trofoblastik gestasional lainnya (satu dari 100 perempuan yang pernah mengalami satu kehamilan molar akan mengalami kehamilan molar lagi) seperti dikutip dari laman The Womens.

Komplikasi mola hidatidosa atau hamil anggur

Terkadang, bagian dari kehamilan moda hidatidosa tetap berada di rahim setelah perawatan bedah atau keguguran. Jika ini terjadi, sel-sel abnormal dapat tumbuh ke dalam lapisan otot di sekitar rahim Bunda (juga disebut mola invasif). Ini jarang terjadi dan terjadi pada kurang dari 15 persen orang yang telah menjalani operasi pengangkatan kehamilan molar.

Dalam kasus yang sangat jarang, kehamilan molar menyebabkan jenis kanker yang disebut koriokarsinoma. Koriokarsinoma terbentuk di dalam rahim dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya dan memerlukan perawatan kanker seperti kemoterapi atau radiasi.

Komplikasi potensial lain dari kehamilan molar meliputi beberapa hal berikut ya, Bunda:

1. Infeksi darah (sepsis).
2. Infeksi rahim.
3. Preeklamsia (tekanan darah sangat tinggi).
4. Shock (tekanan darah sangat rendah).

Diagnosis mola hidatidosa atau hamil anggur

Petugas medis biasanya akan mendiagnosis kehamilan molar selama tes prenatal rutin (biasanya pada trimester pertama). USG rahim sering kali menunjukkan beberapa kantung berisi cairan, bukan plasenta. Biasanya tidak ada embrio atau janin di rahim, tetapi terkadang jaringan kehamilan tetap ada.

Dalam hal ini, petugas layanan kesehatan dapat mengukur kadar HCG dalam darah. Plasenta yang sehat menghasilkan HCG selama kehamilan. Hormon ini diukur dalam urine (kencing) oleh tes kehamilan di rumah untuk memastikan kehamilan. Pada kehamilan molar, HCG diproduksi pada kadar yang sangat tinggi. Tes darah dapat mendeteksi kadar yang tinggi ini dan menunjukkan telah terjadi kehamilan molar.

Beberapa orang tidak akan mengalami gejala kehamilan molar, dan diagnosisnya bisa sangat mengejutkan. Ketahuilah bahwa Bunda tidak melakukan apa pun yang menyebabkan kehamilan molar. Dalam kebanyakan kasus, Bunda selanjutnya dapat hamil dengan kehamilan yang sehat jika Bunda memilihnya seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Pengobatan untuk mola hidatidosa atau hamil anggur

Kehamilan molar harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat menyebabkan komplikasi serius. Pada umumnya, pasien memerlukan perawatan bedah untuk menghilangkan kehamilan molar. Perawatan ini melibatkan dilatasi dan kuretase (D&C) dengan penyedotan untuk mengangkat semua jaringan abnormal dari rahim. Anestesi umum diberikan agar Bunda tidak merasakan nyeri selama operasi ini.

Dalam beberapa kasus, obat untuk membantu rahim Bunda berkontraksi dan mengeluarkan isi rahim digunakan sebagai pengganti operasi. Bicarakan dengan dokter tentang pilihan perawatan terbaik untuk Bunda karena perawatan mendesak direkomendasikan untuk kehamilan molar guna membantu mencegah komplikasi.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, histerektomi, atau operasi pengangkatan rahim, diperlukan untuk mengobati kehamilan molar. Dalam hal ini, petugas layanan kesehatan akan memantau kadar HCG hingga kadarnya kembali normal. Ini memastikan semua jaringan molar hilang. Kadar HCG yang tidak kembali normal dapat mengindikasikan komplikasi yang lebih serius.

Perawatan di rumah untuk mola hidatidosa atau hamil anggur

Seperti banyak hal lainnya, cara terbaik untuk mencegah komplikasi dari kehamilan molar adalah dengan mendapatkan diagnosis dan pengobatan sedini mungkin. Setelah pengobatan, temui dokter untuk semua janji temu tindak lanjut.

Sebaiknya tunda hingga satu tahun setelah pengobatan untuk hamil lagi. Ini karena kehamilan dapat menutupi komplikasi yang jarang terjadi, tetapi mungkin terjadi setelah kehamilan molar. Namun, konsultasikan dengan dokter terkait hal tersebut ya, Bunda.

Setelah Bunda benar-benar pulih, kemungkinan besar Bunda akan aman untuk hamil lagi dan memiliki bayi. Ketahui juga bahwa kanker dan komplikasi dari kehamilan molar sangat jarang terjadi seperti dikutip dari laman Healthline.

Bahkan, the University of Pennsylvania Medical School menyarankan agar kehamilan molar sebelumnya atau faktor risiko lain untuk mengembangkan tumor kanker terkait tidak boleh menjadi faktor dalam perencanaan keluarga.

Pencegahan mola hidatidosa atau hamil anggur

Tidak ada cara untuk mencegah kehamilan molar. Jika Bunda pernah mengalami kehamilan molar, Bunda dapat mengurangi kemungkinan komplikasi dengan menghindari kehamilan berikutnya hingga satu tahun setelah kehamilan molar pertama Bunda. Bicarakan dengan dokter mengenai kehamilan Bunda termasuk tentang kapan waktu yang aman untuk mulai mencoba hamil.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online