Jakarta -
Berbagai mitos beredar saat kehamilan memasuki trimester akhir. Salah satunya berhubungan intim dapat mempercepat proses melahirkan. Benarkah?
Mengutip laman Healthline, jika Bunda berada di trimester kedua atau ketiga, mungkin sudah memperhatikan bahwa rahim mengeras setelah berhubungan intim.
Hal ini karena kontraksi yang terjadi setelah orgasme (atau bahkan hanya peningkatan aktivitas fisik) dapat memicu kontraksi Braxton Hicks atau kontraksi palsu. Braxton Hicks biasanya akan hilang dengan istirahat, minum air, atau perubahan posisi, jadi ini bukan kontraksi persalinan yang sesungguhnya.
Namun, menjelang tanggal perkiraan kelahiran, Bunda perlu lebih waspada, karena pada suatu titik, kontraksi ini bisa berubah menjadi kontraksi persalinan yang sesungguhnya. Lantas bagaimana seks dapat membantu memulai persalinan, setidaknya secara teori:
Air mani (semen) mengandung prostaglandin yakni senyawa lipid yang menghasilkan efek mirip hormon. Bahkan, para ilmuwan mengatakan bahwa dari semua zat yang mengandung prostaglandin yang diproduksi oleh tubuh, semen mengandung bentuk yang paling terkonsentrasi.
Selama hubungan intim, ketika ejakulasi masuk ke dalam vagina, prostaglandin ini disimpan di dekat leher rahim dan dapat membantu melemaskan (melunakkan) leher rahim untuk mempersiapkannya agar dapat melebar dan bahkan dapat menyebabkan rahim berkontraksi.
Selain itu, kontraksi rahim yang dipicu oleh orgasme perempuan juga dapat memicu persalinan. Anda mungkin merasakan kekencangan di bagian bawah perut setelah berhubungan intim. Ini mungkin hanya kontraksi Braxton-Hicks, tetapi jika kekuatan dan ritmenya cukup kuat, kontraksi ini bisa saja menjadi kontraksi persalinan yang sesungguhnya.
Kemudian Oksitosin adalah hormon yang dilepaskan selama orgasme. Oksitosin juga disebut 'hormon cinta' karena memainkan peran dalam hubungan romantis, seks, reproduksi, dan bahkan dalam ikatan antara pengasuh dan bayi.
Yang mungkin menarik bagi Anda adalah bahwa oksitosin adalah bentuk alami dari pitocin. Pitocin adalah hormon sintetis yang mungkin diberikan melalui infus jika Anda menjalani induksi formal di rumah sakit.
Ada sejumlah penelitian yang mengejutkan mengenai topik seks dan perburuhan. Beberapa diantaranya sudah ada sejak beberapa dekade yang lalu. Seks tidak dianggap sebagai cara paling efektif untuk mewujudkan segala sesuatunya, Tapi bukan berarti usaha Bunda akan sia-sia.
Ingatlah bahwa jika tubuh belum siap untuk melahirkan, tidak ada tindakan yang dapat membuat bersemangat. Itu sebabnya seks pada tahap apa pun dalam kehamilan tetap aman.
Jadi bisa ditarik kesimpulannya berhubungan seks tidak akan menyebabkan persalinan dimulai sebelum tubuh benar-benar siap untuk melahirkan. Sebaliknya, prostaglandin, kontraksi rahim, dan oksitosin mungkin hanya menambah proses yang sudah berjalan disadari atau tidak.
Mengutip laman The Bump, hubungan intim di akhir kehamilan telah lama dipromosikan sebagai metode rumahan untuk memicu kontraksi persalinan dan ada logika yang cukup kuat di baliknya.
Prostaglandin adalah zat yang mirip hormon yang ditemukan dalam semen (air mani) dan dilepaskan oleh tubuh wanita selama berhubungan intim. Prostaglandin ini membantu melunakkan leher rahim agar dilatasi dapat dimulai dan persalinan dapat berkembang. Faktanya, dokter menggunakan prostaglandin sintetis untuk melunakkan leher rahim saat induksi persalinan.
Rebekah Mustaleski, seorang bidan profesional bersertifikat dan direktur kompresi di Motif Medical mengatakan benar bahwa semen atau air mani dapat membantu mempersiapkan leher rahim untuk terbuka dan melebar, tetapi itu tidak akan memicu persalinan.
"Bisa membuat leher rahim Anda lebih responsif terhadap kontraksi setelah memasuki fase persalinan, jadi hubungan intim di akhir kehamilan biasanya adalah hal yang baik," tutur Rebekah Mustaleski.
Selama orgasme dan ketika puting susu dirangsang maka tubuh wanita juga melepaskan oksitosin, hormon yang sama yang memicu kontraksi persalinan.
“Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan perasaan luar biasa selama orgasme. Itu juga alasan mengapa beberapa wanita merasa kram setelah berhubungan intim, karena oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi,” jelas Mustaleski.
Namun, saat tubuh memang benar-benar siap untuk persalinan, oksitosin yang dilepaskan selama orgasme tidak akan memicu persalinan.
"Ada beberapa hormon lain yang diperlukan untuk menyelesaikan ‘koktail persalinan,’ dan tanpa semuanya, Anda hanya akan menikmati waktu bersama pasangan," tutur Mustaleski.
Casey Selzer, seorang bidan perawat bersertifikat dan direktur pendidikan di Oula, sebuah pusat maternitas di New York City mengatakan belum cukup buktii bahwa berhubungan intim dapat mempercepat proses persalinan.
"Tidak ada cukup penelitian yang mendukung klaim bahwa hubungan intim dapat digunakan untuk memicu persalinan," kata Casey Selzer.
Sebuah studi tahun 2012 yang melibatkan 1.100 wanita hamil tidak menemukan hubungan langsung antara hubungan intim di akhir kehamilan dan pemicuan persalinan.
Studi kecil pada 2014 juga meneliti apakah hubungan intim vaginal dapat memicu persalinan pada usia kehamilan penuh, namun hasilnya juga tidak menemukan hubungan langsung.
Lebih baru lagi, sebuah studi besar tahun 2019 yang menggunakan data dari tiga percobaan dan melibatkan hampir 1.500 wanita, juga menemukan bahwa hubungan intim vaginal tidak membantu memicu persalinan pada usia kehamilan penuh.
Namun, penelitian tentang penggunaan hubungan intim untuk memicu persalinan tidak sepenuhnya hitam putih. Sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa stimulasi payudara tampaknya membantu memicu persalinan, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan.
Sebuah studi kecil tahun 2006 menyimpulkan bahwa hubungan intim pada usia kehamilan penuh berhubungan dengan pengurangan kebutuhan induksi pada usia 41 minggu, dan studi tahun 2015 menyimpulkan bahwa hubungan intim di minggu terakhir kehamilan mungkin berhubungan dengan dimulainya persalinan.
Kesimpulan utama dari ketiga studi ini? Meskipun ada indikasi bahwa hubungan intim mungkin membantu memulai persalinan, tidak ada hubungan sebab-akibat yang pasti antara keduanya.
hubung
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)