Jakarta -
Setiap orang tua tentu menginginkan perkembangan otak anak yang optimal agar mereka tumbuh cerdas dan berprestasi. Namun, tanpa disadari ada kebiasaan-kebiasaan tertentu yang dapat berdampak buruk pada perkembangan otak Si Kecil.
Bahkan dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin kebiasaan ini bisa mengganggu fungsi kognitif Si Kecil. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengajarkan anak menghindari kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Dengan begitu, kemampuan kognitif anak bisa berkembang dengan lebih maksimal. Hal yang tak kalah penting, pastikan juga orang tua memberikan contoh yang tepat untuk ditiru oleh anak, ya.
Kebiasaan yang bisa merusak fungsi otak anak
Terdapat beberapa kebiasaan yang bisa merusak fungsi otak anak dan menurunkan kecerdasannya kelak jika terus dilakukan. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Terlalu lama di dalam kegelapan
Dikutip dari Times of India, paparan cahaya alami yang cukup sangat penting untuk mengatur ritme sirkadian tubuh. Ketika anak terlalu lama berada dalam lingkungan yang gelap, hal ini dapat mengganggu pola tidur, suasana hati, dan fungsi otak mereka secara keseluruhan.
Jadi, pastikan anak mendapatkan cukup paparan cahaya alami untuk mendukung kesehatan otak dan pola tidur yang sehat.
2. Menerima terlalu banyak berita dan kalimat negatif
Berita negatif yang terus-menerus dapat memicu respons stres pada otak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kecemasan, depresi, dan gangguan fungsi kognitif anak.
Begitu pula jika anak terlalu sering mendengar kalimat negatif, terlebih berada di lingkungan yang banyak pertengkaran dan teriakan.
Biasakan untuk mengajarkan anak pentingnya memilih informasi yang positif, serta membatasi paparan terhadap berita yang bisa menimbulkan stres berlebihan.
3. Mendengarkan suara dengan volume tinggi
Mendengarkan musik atau konten audio lainnya dengan volume yang terlalu tinggi dapat merusak struktur sensitif di telinga bagian dalam, yang berisiko menyebabkan gangguan pendengaran dan kesulitan dalam memproses suara.
Hindari kebiasaan memakaikan anak headphone, apalagi dengan volume yang terlalu tinggi. Membatasi paparan terhadap suara keras dapat melindungi kesehatan pendengaran anak-anak dan menjaga fungsi otak mereka.
4. Jarang interaksi sosial
Kurangnya interaksi sosial dapat memiliki dampak buruk pada perkembangan otak anak. Lama-kelamaan hal ini juga mengarah pada perasaan kesepian, depresi, dan penurunan kemampuan kognitif.
Penting untuk mendorong anak agar memiliki hubungan sosial yang bermakna dan terlibat dalam kegiatan kelompok yang positif. Tak hanya dapat membantu mendukung perkembangan otak, tetapi juga kesejahteraan emosional mereka.
5. Terlalu banyak screen time
Ilustrasi/Foto: Getty Images/wombatzaa
Dikutip dari Medium, di era digital saat ini, anak-anak sering menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar smartphone, tablet, komputer, atau bahkan televisi.
Meskipun teknologi jika dipilih dan diatur dengan baik dapat memberikan manfaat edukatif, screen time secara berlebihan juga dapat berdampak buruk pada perkembangan otak anak.
Penelitian menunjukkan bahwa screen time yang terlalu lama dapat mengganggu kemampuan kognitif, memperpendek rentang perhatian, dan memengaruhi kemampuan bahasa anak. Selain itu, blue light dari layar elektronik juga dapat mengganggu pola tidur, yang akhirnya menghambat perkembangan otak.
6. Mengonsumsi terlalu banyak gula
Makanan dan minuman manis memang menjadi favorit Si Kecil ya, Bunda? Tapi perlu diketahui bahwa kebiasaan mengonsumsi gula secara berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan otak anak.
Ya, hal ini dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah, peradangan, dan resistensi insulin, yang semuanya berisiko merusak kesehatan otak dan fungsi kognitif anak.
Pastikan orang tua membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan seimbang. Kurangi konsumsi gula tambahan agar perkembangan fungsi otak anak tetap optimal.
7. Kurang bergerak sepanjang hari
Kurangnya aktivitas fisik dan jarang bergerak dalam jangka panjang dapat merusak fungsi otak serta menurunkan kinerja kognitif anak. Selain itu, kebiasaan buruk ini juga meningkatkan risiko obesitas dan masalah kesehatan terkait lainnya.
Sebaliknya, anak-anak yang aktif secara fisik cenderung memiliki perkembangan otak yang lebih baik dan lebih sehat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, sangat penting untuk mengajak anak-anak agar mau lebih rutin berolahraga dan mengurangi waktu duduk yang terlalu lama. Pastikan orang tua juga memberikan contoh yang sesuai, ya.
8. Kurang tidur
Kualitas dan kuantitas tidur yang tidak cukup juga dapat mengganggu fungsi otak, menurunkan kinerja kognitif, dan memengaruhi perilaku anak.
Menetapkan rutinitas jadwal istirahat konsisten dan membiasakan kebiasaan tidur yang baik sangat penting tidak mengganggu perkembangan otak anak.
9. Stres kronis
Stres kronis dapat merusak sel-sel otak dan mengecilkan korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori dan pembelajaran.
Salah satu penyebab stres bagi anak adalah ekspektasi yang terlalu tinggi dari orang tua. Untuk itu, orang tua perlu lebih fleksibel dan mengelola emosi dengan lebih baik.
Ajarkan anak beberapa cara menenangkan diri saat sedang stres, seperti dengan mengambil napas dalam.
Demikian ulasan tentang kebiasaan-kebiasaan yang merusak fungsi otak anak, bahkan bisa berdampak pada kecerdasannya. Untuk itu, pastikan setidaknya anak memiliki rutinitas dan pola hidup sehat teratur.
Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari juga dapat memberikan dampak besar dalam mengoptimalkan perkembangan otak anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)