Kehamilan menjadi momen yang membahagiakan dan istimewa. Setiap minggunya tentu merasakan perubahan yang menakjubkan. Misalnya saja saat hamil 8 minggu, ketika janin mulai berkembang pesat.
Bunda mungkin merasakan berbagai gejala kehamilan. Namun seperti apa tahapan perkembangan janin 8 minggu?
Pada usia kehamilan 8 minggu mungkin perut Bunda belum menunjukkan baby bump. Pada usia 8 minggu berarti Bunda memasuki bulan ke-2 kehamilan.
Perkembangan janin 8 minggu
Melansir laman Tommy's, pada minggu ke-6 hingga ke-10, ukuran bayi akan bertambah empat kali lipat dan mengalami perubahan dramatis dalam penampilannya.
Pada usia kehamilan 8 minggu, janin tumbuh dengan kecepatan satu milimeter sehari dan bibir, hidung, serta kelopak mata mulai terbentuk. Bayi pada usia ini disebut janin, bukan embrio dan bayi terlihat jauh lebih mirip bayi daripada reptil.
Dokter Kandungan/Ginekolog bersertifikat di New York City, Dr. Jennifer Leighdon Wu, menjelaskan bahwa pada kehamilan 8 minggu, panjang janin sekitar setengah hingga tiga perempat inci. Janin telah berubah dari seukuran buah bluberi menjadi seukuran buah rasberi.
"Meskipun pertumbuhan terjadi pada kecepatan sekitar satu milimeter sehari, pertumbuhan tidak selalu hanya pada tinggi badan. Percepatan dapat terjadi di lengan, kaki, punggung, dan bagian lain dari tubuh mungil itu, yang berarti perubahan besar akan terjadi di mana-mana dalam beberapa bulan ke depan," kata Wu dilansir dari WhatToExpect.
Pada minggu ke-8, janin akan memiliki bahu dan siku, yang membuat anggota tubuh bagian atas menonjol ke depan. Namun, akan butuh waktu lebih lama sebelum paha, lutut, betis, pergelangan kaki, dan jari kaki berkembang.
Meskipun bayi memiliki tangan dan kaki berselaput, jari tangan dan kaki mungilnya baru mulai berdiferensiasi dan ekornya hampir hilang. Bunda akan melihat bibir atas terbentuk, ujung hidung kancing yang menonjol dan kelopak mata yang sangat tipis.
Bunda mungkin belum bisa merasakannya, namun batang tubuh dan tunas anggota tubuh bayi yang mungil kini bergerak-gerak dan membuat gerakan spontan. Volume cairan ketuban meningkat dan rahim mengembang untuk mengakomodasi penghuninya yang semakin besar.
Pada akhir minggu, semua organ dan sistem tubuh yang penting sudah mulai berkembang.
Apa yang dirasakan Bunda saat hamil 8 minggu?
Ibu hamil sering kali merasakan berbagai gejala pada usia kehamilan 8 minggu. Berikut tujuh hal yang umum ibu hamil rasakan:
1. Kelelahan
Wu menjelaskan ketika hamil usia 8 minggu, Bunda merasakan kelelahan. Ini karena kehamilan adalah kerja keras sehingga Bunda harus meminta bantuan dari suami, keluarga, serta teman. Bantuan dari pasangan atau teman mungkin dapat membuat ibu hail memiliki cukup energi untuk berjalan-jalan lalu tidur
2. Mual dan muntah
Pada minggu ke-8 ibu hamil mungkin masih merasakan mual. Cobalah makan makanan yang mengandung jahe, seperti kue jahe, wedang jahe asli, atau permen jahe.
Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi rasa mual dan muntah selama kehamilan. Cobalah mengonsumsi vitamin prenatal saat makan malam daripada saat perut kosong. Jenis yang dapat dikunyah juga dapat mengurangi rasa mual.
3. Keputihan meningkat
Cairan tubuh lain yang keluar berkat estrogen adalah keputihan, keputihan yang encer dan berwarna seperti susu. Ketika estrogen meningkatkan aliran darah ke area panggul, ia merangsang selaput lendir tubuh.
"Keputihan melindungi jalan lahir dari infeksi dengan menjaga keseimbangan bakteri yang sehat, jadi jangan mencoba untuk membersihkannya dengan douche atau membilasnya," ujar Wu.
4. Perut kembung dan bergas
Bersamaan dengan kembung dan sembelit, muncullah masalah umum lainnya selama kehamilan yakni perut kembung. Hormon relaksin yang dinamai dengan tepat, bersama dengan progesteron, bekerja untuk merelaksasikan otot-otot dalam tubuh, termasuk otot-otot di saluran pencernaan.
Hal ini menyebabkan makanan bergerak lebih lambat, yang menyebabkan gangguan pencernaan dan perut kembung. Cobalah untuk rileks saat makan, ketegangan dapat menyebabkan ibu hamil menelan udara bersama makanan dan membentuk kantong gas di perut.
5. Sembelit
Serat dapat menjadi sahabat dalam melawan usus yang lamban. Ibu hamil dapat menambahkan serat ke setiap makanan. Namun, atur kecepatan jika Bunda tidak terbiasa dengan diet kaya serat atau akan merasa lebih kembung dari sebelumnya.
Misalnya, ganti nasi putih dengan nasi merah dan sajikan bersama ayam panggang dan sayuran, tetapi jangan membebani sistem dengan sepiring nasi merah, tahu, dan brokoli.
6. Ngidam dan tak selera makan
Pada ibu hamil yang mengalami pica umumnya mengalami ngidam yang aneh-aneh, seperti menginginkan makan tanah liat atau kanji. Jenis keinginan ini disebut pica dan bisa menjadi tanda kekurangan nutrisi, terutama zat besi.
7. Sering buang air kecil
Rahim yang membesar menekan kandung kemih, membuat ibu hamil jadi lebih sering buang air kecil.
Tips menjaga kehamilan 8 minggu
Untuk menjalani kehamilan yang tetap sehat, ada beberapa tips yang perlu Bunda lakukan:
- Konsumsi makanan bernutris: ibu hamil sebaiknya memperbanyak asupan asam folat, zat besi, dan protein untuk mendukung perkembangan janin.
- Hindari makanan yang berbahaya: ada beberapa makanan yang sebaiknya ibu hamil hindari. Misalnya saja makanan mentah, makanan yang mengandung merkuri kadar tinggi, minuman beralkohol, serta minuman berkafein secara berlebihan.
- Cukup istirahat: ibu hamil akan mengalami kelelahan, dan cukup istirahat dapat membantu tubuh memulihkan energi.
- Tetap aktif: Bunda dapat mencoba melakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki atau yoga prenatal untuk menjaga kebugaran.
- Rutin periksa kehamilan: memeriksakan kandungan secara teratur dapat membantu Bunda memantau perkembangan janin.
Tanda bahaya kehamilan trimester 1
Menurut American Pregnancy Association (APA), sekitar 10-20 persen kehamilan berakhir dengan keguguran. Sebagian besar terjadi pada trimester pertama.
Usia kehamilan 8 minggu umumnya aman. Namun ibu hamil perlu waspada terhadap tanda-tanda bahaya berikut.
1. Perdarahan hebat
Perdarahan hebat di awal kehamilan perlu diwaspadai keguguran atau terjadinya kehamilan ektopik. Terutama jika disertai nyeri di bagian perut bawah dan keluarnya gumpalan darah.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran dini terjadi selama 13 minggu pertama kehamilan. Kondisi ini dialami sekitar 10 dari 100 kehamilan yang diketahui.
Namun, sekitar setengah dari perempuan yang mengalami keguguran tidak mengalami perdarahan sebelumnya.
2. Nyeri perut parah
Nyari perut yang hebat terus menerus perlu diwaspadai. Sebenarnya, sakit perut di awal kehamilan bisa terjadi karena pengaruh hormon. Namun, Bunda perlu mewaspadai kehamilan ektopik jika sakit perut terasa berat hingga mengganggu aktivitas dan disertai perdarahan.
"Perempuan dengan kehamilan ektopik berisiko untuk mengalami pendarahan dan kematian. Mengobatinya tentu dapat menyelamatkan hidup seorang ibu," kata wakil presiden dari bagian praktik di ACOG, Dr Chris Zahn, dilansir The Guardian.
3. Mual dan muntah berlebihan
Mual dan muntah berat saat hamil bisa menandakan hiperemesis gravidarum. Menurut ACOG, hiperemesis gravidarum terjadi pada tiga persen kehamilan.
Ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum. membutuhkan perawatan medis, bahkan harus sampai dirawat di rumah sakit. Hiperemesis gravidarum yang tidak ditangani dengan baik bisa menjadi tanda bahaya janin, karena ibu hamil tak mendapatkan asupan nutrisi dan cairan cukup.
4. Demam tinggi
Dikutip dari Very Well Family, demam selama hamil, terutama pada trimester pertama, dapat menyebabkan masalah pada perkembangan janin. Beberapa penelitian mengaitkan suhu tubuh tinggi selama hamil dengan risiko cacat tabung saraf dan kemungkinan keguguran.
"Biasanya demam berkepanjangan dan tinggi yang dianggap menyebabkan masalah di perkembangan janin atau janin tidak berkembang," kata penulis buku After Miscarriage, Krissi Danielsson.
"Jika mengalami demam lebih dari 38 derajat Celsius, sebaiknya segera hubungi dokter. Dikhawatirkan bisa berisiko pada perkembangan janin," katanya menambahkan.
5. Keputihan abnormal
Keputihan abnormal seperti keluarnya cairan berwarna putih susu dari vagina, disertai bau amis dan rasa gatal. Penyebab umum keputihan tidak normal ini biasanya karena bakteri atau infeksi jamur.
Ibu hamil perlu mewaspadai keputihan tidak normal di awal kehamilan sebagai tanda bahaya. Ini karena dapat menyebabkan komplikasi. Infeksi dari keputihan abnormal berisiko menyebabkan radang pada otak bayi, gangguan pernapasan, serta pencernaan bayi.
6. Nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil
Rasa nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil di awal kehamilan bisa menjadi pertanda Infeksi Saluran Kemih (ISK). Menurut APA, ISK adalah peradangan bakteri di saluran kemih yang berisiko terjadi di minggu ke-6 hingga ke-24 kehamilan.
ISK dapat menyebabkan komplikasi bila tidak diobati, seperti infeksi ginjal, preeklamsia, hingga hambatan pertumbuhan pada janin.
Demikian penjelasan mengenai tanda-tanda kehamilan 8 minggu yang mulai dirasakan ibu hamil. Mulai dari merasa kelelahan hingga munculnya sensasi mual terus menerus, hingga muntah.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)