Jakarta -
Bunda pernah melihat ada endapan putih di urine seperti tisu dan bertanya-tanya apa penyebabnya? Waspada ya Bunda! Jaringan atau partikel putih dalam air seni dapat menjadi tanda batu ginjal, infeksi saluran kemih, atau bahkan penyakit menular seksual.
Menurut dokter kandungan dan ginekologi dan pakar kesehatan wanita di Providence Saint John's Health Center di Santa Monica, California, Sherry Ross, M.D mengatakan bahwa air seni seharusnya tampak bening dengan berbagai tingkat kekuningan. Namun, bukan hanya soal warna. Ross menambahkan, terkadang, akan ada partikel atau endapan dalam air seni yang tampak putih.
Sementara itu, dokter yang berbasis di New York City dan direktur konten medis dan pendidikan, Mike Bohl, M.D memaparkan zat apa saja yang biasa terkandung dalam urine. Ia mengatakan bahwa urine merupakan produk limbah tubuh yang memiliki beragam zat sisa dalam tubuh.
“Urine adalah salah satu produk limbah tubuh, dan buang air kecil adalah salah satu cara tubuh membuang kelebihan zat yang tidak dibutuhkan. Biasanya, ini berarti urine terdiri dari air, urea, kreatinin, dan mineral seperti natrium, kalium, kalsium, dan banyak lagi,” ujar Bohl.
Namun, beda halnya jika Bunda memiliki kondisi kesehatan tertentu. Bohl mengatakan, rine dapat mengandung komponen lain di dalamnya seperti protein, gula, atau sel darah.
“Komponen ini sering kali berukuran mikroskopis dan mungkin hanya terdeteksi pada tes, seperti urinalisis. Namun, terkadang bahan tambahan tersebut cukup besar untuk dilihat, dan urine dapat terlihat keruh, putih, atau seperti ada partikel di dalamnya. Jika demikian, ada beberapa hal yang mungkin terjadi,” kata Bohl.
10 Penyebab endapan putih seperti tisu di urine
1. Kehamilan
Saat hamil, tubuh mengalami banyak perubahan hormonal. Perubahan ini bisa menyebabkan peningkatan produksi lendir serviks yang kadang keluar bersama urine, sehingga tampak seperti endapan putih.
Dikutip dari Healtcentre, selama kehamilan, partikel putih dalam urine biasanya disebabkan oleh leukorea, yang merupakan keputihan normal yang biasanya encer dan seperti susu. Keputihan selama kehamilan meningkat. Jika keluar saat Bunda buang air kecil, mungkin akan muncul bintik-bintik putih, tetapi tidak perlu dikhawatirkan.
2. Infeksi saluran kemih (ISK)
ISK terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih, menyebabkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil dan urine keruh atau ada endapan putih.
"Sel darah putih adalah cara tubuh melawan infeksi, jadi jika Anda mengalami infeksi saluran kemih, sel darah putih tersebut dapat masuk ke dalam urine dan menyebabkan warnanya berubah," kata Dr. Bohl.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), gejala ISK lainnya dapat meliputi:
- Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
- Sering buang air kecil
- Merasa ingin buang air kecil meskipun kandung kemih kosong
- Urine berdarah
- Tekanan atau kram di selangkangan atau perut bagian bawah
3. Infeksi vagina
Infeksi bakteri atau jamur pada vagina dapat menyebabkan keputihan yang bercampur dengan urine sehingga tampak ada endapan putih.
Peradangan vagina ini terjadi ketika ada ketidakseimbangan bakteri yang terjadi secara alami, dan sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun. Namun, beberapa wanita mungkin melihat perubahan pada tampilan keputihan mereka.
Keputihan mungkin berwarna abu-abu atau putih, dan berbusa atau encer. Jika keputihan ini keluar saat Bunda buang air kecil, Bunda mungkin melihat bintik-bintik putih dalam urine Bunda.
Gejala lain yang mungkin terjadi pada vaginosis bakterial meliputi:
- Rasa terbakar saat buang air kecil
- Bau amis
- Gatal
- Vaginosis bakterial dapat diobati dengan obat antibiotik oral atau gel atau krim antibiotik topikal yang dioleskan di dalam vagina.
4. Batu ginjal
Batu ginjal terbentuk dari penumpukan mineral dan garam di ginjal. Jika batu ini bergerak ke saluran kemih, bisa menyebabkan urine berwarna keruh atau ada endapan putih.
"Jika batu ginjal cukup besar hingga menyumbat bagian saluran kemih seperti ureter, yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih, batu ginjal dapat terasa sangat menyakitkan," kata Dr. Bohl.
“Dalam beberapa kasus, batu ginjal berukuran lebih kecil dan dapat keluar lebih mudah melalui urine. Batu ginjal mungkin tampak seperti kristal kecil berwarna putih-kuning saat seseorang pergi ke kamar mandi,” sambungnya.
Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, gejala lain dari batu ginjal meliputi:
- Kebutuhan mendesak untuk buang air kecil
- Nyeri hebat dan/atau berfluktuasi di perut, punggung bawah, atau samping
- Nyeri menjalar ke selangkangan dan perut bawah
- Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
- Urine berdarah, keruh, atau berbau
- Ketidakmampuan untuk buang air kecil lebih dari sedikit dalam satu waktu
- Mual dan muntah
- Demam dan menggigil
5. Nekrosis papiler ginjal
Dikutip dari Cleveland Clinic, papila ginjal adalah area tempat masuknya saluran pengumpul ke ginjal dan tempat urine mengalir ke ureter. Pada orang dengan gangguan ginjal nekrosis papiler ginjal, seluruh atau sebagian papila ginjal mati, dan fragmen jaringan putih mungkin berakhir di urine mereka,.
Gejala lain dari nekrosis papiler ginjal yang berkembang dapat meliputi:
- Disuria (nyeri saat buang air kecil)
- Demam dan menggigil
- Hematuria (darah dalam urin)
- Nokturia (sering buang air kecil di malam hari)
- Piuria (jumlah sel darah putih yang sangat tinggi dalam urin)
- Nyeri hebat di kedua sisi punggung
- Infeksi saluran kemih
6. Ejakulasi retrograde
Ini adalah kondisi sperma masuk ke kandung kemih alih-alih keluar melalui penis saat ejakulasi, menyebabkan urine tampak keruh atau ada endapan putih. Fenomena ini adalah penyebab lain munculnya jaringan putih dalam urine yang hanya menyerang pria.
“Ejakulasi retrograde adalah ketika air mani masuk ke dalam kandung kemih dan bukannya keluar dari penis saat pria berejakulasi,” kata Dr. Bohl.
"Biasanya, selama orgasme, otot-otot di dasar kandung kemih menegang untuk mencegah hal ini terjadi, dan air mani mengikuti jalur yang resistensinya paling kecil dan mengalir melalui uretra dan keluar dari tubuh. Namun, jika otot-otot di dasar kandung kemih melemah atau tidak berfungsi dengan baik, air mani bisa masuk kembali ke kandung kemih. Air mani kemudian tinggal di sana dan bercampur dengan urine, lalu keluar dari tubuh saat buang air besar berikutnya. Hal ini dapat membuat urine tampak seperti mengandung air mani atau bahan berserat putih di dalamnya,” sambungnya.
Ejakulasi retrograde paling sering disebabkan oleh:
- Operasi prostat
- Kerusakan saraf (seperti akibat diabetes yang tidak terkontrol dengan baik)
- Efek samping obat-obatan
Beberapa PMS, seperti gonore atau klamidia, dapat menyebabkan keluarnya cairan abnormal yang bercampur dengan urine, sehingga tampak ada endapan putih.
"Ketika uretra, saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan dunia luar, terinfeksi, maka hal ini dikenal sebagai uretritis," kata Dr. Bohl.
Selain itu, menurut Dr. Bohl, uretritis disebabkan oleh infeksi menular seksual seperti:
- Gonore
- Klamidia
- Trikomoniasis
8. Ovulasi
Fenomena umum yang terjadi saat Bunda mengalami keputihan lendir serviks selama siklus menstruasi yang berubah dalam konsistensi dan kuantitas tergantung pada waktu menstruasi.
Menjelang ovulasi, keputihan lendir mungkin tampak lebih kental. Ini dapat keluar saat Bunda buang air kecil dan tampak seperti jaringan putih. Sekali lagi, ini sangat normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika keputihan Bunda berbau tidak sedap, berwarna hijau, atau mengandung darah, hubungi dokter ya Bunda.
9. Dehidrasi
Kurangnya asupan cairan dapat membuat urine menjadi lebih pekat dan tampak ada endapan putih. So, jangan lupa minum air putih ya Bunda!
10. Leukosit dalam urine
Kehadiran sel darah putih (leukosit) dalam urine biasanya menandakan infeksi atau peradangan di saluran kemih, yang bisa menyebabkan endapan putih lho Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)