10 Tips Perencanaan Keuangan untuk Memulai Bisnis Rumahan dari Pakar

3 months ago 55

Jakarta -

Bunda bisa mendapatkan tambahan cuan dari bisnis rumahan. Selain modal awal yang terjangkau, bisnis rumahan juga memiliki sumber daya yang relatif kecil.

Menurut Financial Planner, Andya Hardianti, CFP®, bisnis rumahan adalah usaha yang dijalankan dari rumah atau tempat tinggal pribadi, dengan modal dan sumber daya yang relatif kecil. Biasanya, bisnis ini dijalankan oleh individu atau keluarga tanpa perlu menyewa tempat usaha di luar rumah.

"Bisnis rumahan sering kali memanfaatkan ruang yang ada di rumah, seperti ruang tamu, kamar tidur, atau garasi, untuk menjalankan operasional bisnis," kata Andya dalam Kulwap HaiBunda Squad x J Trust Bank dengan tema Bisnis Rumahan Bisa Kelihatan Untung, Asal...., Selasa (17/12/24).

Bisnis rumahan memiliki ciri yang khas, seperti lokasi bisnis yang dijalankan dari rumah, modal awal lebih kecil dibandingkan bisnis besar, fleksibilitas waktu yang dapat dikontrol penuh oleh Bunda, serta pengelolaan yang lebih sederhana. Beberapa contoh bisnis rumahan seperti catering rumahan, menjual makanan, toko sembako, dan toko online.

Membuat perencanaan sangat penting bagi Bunda yang ingin memulai bisnis rumahan. Perencanaan ini dapat memastikan kelangsungan dan pertumbuhan usaha ke depannya.

Tips perencanaan keuangan untuk memulai bisnis rumahan

Ada beberapa tips perencanaan keuangan yang dapat diperhatikan sebelum Bunda memulai bisnis rumahan ya. Berikut tipsnya menurut Andya:

1. Menentukan tujuan keuangan

Menentukan tujuan keuangan merupakan salah satu bagian dari perencanaan keuangan dalam memulai bisnis rumahan. Buatlah tujuan yang jelas dan terukur, seperti tujuan jangka pendek selama 6 bulan pertama dan jangka panjang dalam 2 tahun ke depan.

2. Mengidentifikasi sumber pendapatan

Sebelum memulai bisnis rumahan, Bunda sebaiknya sudah menentukan dengan jelas semua sumber pendapatan yang dihasilkan. Sumber ini dapat berasal dari penjualan produk dan jasa. Jika bisnis memiliki beberapa pendapatan (misalnya, menjual produk secara online dan juga menawarkan layanan), pastikan semuanya dicatat dengan jelas.

3. Menentukan biaya dan pengeluaran

Bunda perlu mengidentifikasi semua biaya yang terkait dengan bisnis rumahan. Biaya ini bisa dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama adalah biaya tetap yang harus dibayar secara teratur, seperti langganan internet, listrik, atau biaya platform e-commerce. Kedua, biaya variabel yang bervariasi tergantung pada tingkat produksi atau penjualan, seperti bahan baku, biaya pengiriman, atau iklan.

4. Menyusun anggaran

Langkah selanjutnya adalah menyusun anggaran keuangan, yang dapat membantu Bunda memastikan bahwa pengeluaran tidak melebihi pendapatan. Cara ini juga dapat memberi gambaran tentang berapa banyak uang yang dapat diinvestasikan kembali ke dalam bisnis atau disisihkan untuk tujuan jangka panjang.

Ada beberapa langkah dalam menyusun anggaran, seperti menentukan estimasi pendapatan dan pengeluaran bulanan, menghitung selisih antara pendapatan dan pengeluaran untuk mengetahui laba atau rugi yang diperkirakan, serta mengalokasikan dana untuk tujuan khusus, seperti dana darurat atau investasi dalam pengembangan usaha.

Ilustrasi Bisnis OnlineIlustrasi Bisnis Online/ Foto: Getty Images/iStockphoto/CandyRetriever

5. Membuat cadangan dana darurat

Tak kalah penting dalam memulai bisnis rumahan adalah memiliki cadangan dana darurat. Dana darurat dapat membantu bisnis bertahan bila ada kejadian tak terduga, seperti penurunan penjualan, kerusakan peralatan, atau biaya yang tidak terduga lainnya.

"Jumlah dana darurat yang disarankan mencakup 3 hingga 6 bulan biaya operasional," ungkap Andya.

6. Melacak dan memantau arus kas

Buatlah catatan arus kas untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran yang terjadi setiap bulan. Tips ini sangat penting untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis secara lebih akurat dan mengambil langkah-langkah perbaikan bila diperlukan. Bunda dapat menggunakan spreadsheet untuk memantau arus kas.

7. Evaluasi keuangan secara berkala

Bunda juga perlu melakukan evaluasi rutin setelah membuat perencanaan keuangan. Evaluasi per bulan atau per kuartal dapat digunakan untuk membandingkan hasil keuangan aktual dengan anggaran yang telah dibuat. Kemudian, Bunda juga dapat identifikasi area yang memerlukan perbaikan.

8. Mengelola pajak

Jangan lupa untuk mempertimbangkan kewajiban pajak bisnis. Menghitung dan menyisihkan uang untuk pajak sangat penting agar tidak terkejut dengan kewajiban pajak yang tiba-tiba muncul di akhir tahun.

"Untuk bisnis rumahan, pajak biasanya melibatkan pajak penghasilan, pajak penjualan, atau pajak usaha kecil, tergantung pada skala dan jenis usaha. Pastikan untuk berkonsultasi dengan konsultan pajak untuk memahami kewajiban pajak yang perlu dipenuhi," kata Andya.

9. Membuat rencana investasi dan pengembangan bisnis

Langkah selanjutnya adalah membuat rencana investasi dan pengembangan bisnis. Ini bisa berupa investasi dalam peralatan baru, peningkatan pemasaran, atau pelatihan keterampilan yang dapat membantu bisnis berkembang. Contoh rencana investasi seperti menyiapkan anggaran iklan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

10. Melakukan perencanaan keuangan jangka panjang

Terakhir adalah melakukan perencanaan keuangan jangka panjang. Meski hanya bisnis rumahan, Bunda perlu memikirkan keberlangsungan usaha ke depannya.

Perencanaan jangka panjang ini dapat meliputi perluasan pasar, membuka cabang, atau meningkatkan kapasitas produksi. Perencanaan ini juga dapat menjadi bagian dari saat Bunda menentukan tujuan dan strategi bisnis.

Demikian 10 tips perencanaan keuangan untuk memulai bisnis rumahan dari pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/ank)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online