2 Varian Mie Instan RI Ditarik dari Australia, Ini Alasannya Bunda

3 months ago 51

Jakarta -

Australia menarik dua varian produk mi instan asal Indonesia dari peredaran, Bunda. Hal tersebut disampaikan oleh badan pangan Australia atau Food Standards Australia beberapa hari lalu.

Kedua varian produk mi instan ini adalah merek Indomie. Pihak distributor, Grant Eastern Trading, menarik varian Indomie Rasa Soto Mie dan Indomie Rasa Ayam Bawang.

Alasan penarikan produk ini lantaran tidak dicantumkannya kandungan alergen. Pada Indomie Rasa Soto Mie tidak dicantumkan kandungan alergen susu, sementara pada Indomie Rasa Ayam Bawang tidak dicantumkan kandungan alergen telur.

"Setiap konsumen yang diketahui memiliki alergi atau intoleransi terhadap susu dan/atau telur dapat mengalami reaksi jika mengonsumsinya," tulis pengumuman dari Food Standards Australia dikutip dari news.co.au dan detikcom, Rabu (18/12/24).

"Konsumen harus mengembalikan produk tersebut ke tempat pembelian untuk mendapatkan pengembalian uang penuh. Setiap konsumen yang khawatir tentang kesehatan mereka harus mencari masukan medis."

Menurut informasi, dua varian dari produk Indomie tersebut dijual di toko grosir Asia di Victoria. Produk Indomie Rasa Soto Mie yang ditarik memiliki tanggal kedaluwarsa sebelum 10 April 2025, sedangkan produk Indomie Rasa Ayam Bawang memiliki tanggal kedaluwarsa sebelum 1 April 2025.

Di Indonesia sendiri, keterangan tentang alergen telah diatur dalam Peraturan Badan POM No. 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Menurut peraturan, keterangan tentang alergen wajib dicantumkan pada label yang mengandung alergen. Kemudian, pangan olahan yang diproduksi menggunakan sarana produksi yang sama dengan pangan olahan yang mengandung alergen wajib mencantumkan informasi tentang kandungan alergen.

Apa itu alergen pada makanan?

Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), alergen adalah zat yang biasanya tidak berbahaya, namun mampu memicu respons pada sistem kekebalan tubuh dan mengakibatkan reaksi alergi. Singkatnya bila Bunda alergi terhadap makanan tertentu, maka sistem kekebalan tubuh akan mengidentifikasi makanan tersebut sebagai penyerang atau alergen.

Kemudian, sistem kekebalan tubuh merespons dengan melepaskan zat kimia yang biasanya menimbulkan gejala. Melansir Healthline, alergi pada makanan dapat memengaruhi kulit, saluran pencernaan, sistem pernapasan, hingga sistem kardiovaskuler.

Banyak jenis makanan yang dapat menjadi alergen, tetapi makanan tertentu mungkin dapat memicu reaksi alergi dibandingkan yang lain.

Menurut Food Allergy Research and Education (FARE), ada 8 jenis makanan yang bertanggung jawab atas 90 persen kasus alergi makanan, yakni susu sapi, telur, kacang tanah, ikan, kerang, kenari, gandum, dan kedelai.

Mi InstanIlustrasi Mi Instan/ Foto: iStock

Berikut Bubun jelaskan lebih detail terkait alergi susu sapi dan alergi telur.

Alergi susu sapi

Alergi susu telah banyak diteliti dibandingkan alergi pada makanan lainnya, Bunda. Alergi susu merupakan reaksi tubuh terhadap whey atau kasein, yakni protein yang ditemukan di susu sapi. Alergi susu sapi banyak ditemukan pada anak-anak.

Alergi sapi tidak sama dengan intoleransi laktosa. Anak-anak dengan alergi susu lebih mungkin mengalami reaksi alergi terhadap makanan lain, termasuk telur, kedelai, dan kacang tanah.

Sebagian besar anak dengan alergi susu juga mengalami satu atau dua lebih penyakit atopik lainnya, seperti asma, rinitis alergi, atau eksim.

Melansir laman Mayo Clinic, gejala alergi susu dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda ini dapat meliputi:

  • Biduran
  • Mengi atau napas berbunyi
  • Rasa gatal di sekitar bibir atau mulut
  • Pembengkakan pada bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Batuk atau sesak napas
  • Muntah

Tanda dan gejala dapat berkembang seiring berjalannya waktu, seperti muncul rasa kram perut, mata berair, diare, hingga hidung berair.

Alergi telur

Alergi telur juga sering terjadi pada anak-anak dan biasanya dapat sembuh seiring bertambahnya usia. Namun, beberapa orang mungkin tetap mengalami alergi telur sepanjang hidup mereka.

Seseorang mungkin alergi terhadap protein tertentu baik dalam kuning telur maupun putih telur. Seseorang yang mengalami alergi terhadap kuning telur mungkin dapat mentoleransi putih telur atau sebaliknya. Beberapa orang juga bisa mengalami alergi terhadap keduanya.

Reaksi alergi telur juga berbeda-beda pada setiap orang dan biasanya terjadi segera setelah terpapar telur. Gejala alergi telur dapat meliputi:

  • Peradangan kulit atau gatal-gatal
  • Hidung tersumbat, pilek, dan bersin (rinitis alergi)
  • Gejala pencernaan, seperti kram, mual, dan muntah
  • Tanda dan gejala asma seperti batuk, mengi, sesak dada, atau sesak napas.

Demikian penjelasan terkait produk mi instan yang ditarik dari Australia dan serba-serbi alergi susu dan alergi telur. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online