Asimilasi merupakan proses sosial yang terjadi ketika dua budaya atau kelompok masyarakat berbeda saling berinteraksi, berbagi nilai, dan membentuk kebudayaan baru yang lebih harmonis.
Dalam kehidupan sehari-hari, contoh asimilasi dapat ditemukan di berbagai bidang, mulai dari kebiasaan kuliner, adat istiadat, hingga gaya hidup modern.
Fenomena ini tidak hanya menunjukkan keindahan keberagaman, tetapi juga menegaskan tentang saling memahami dan menerima perbedaan. Pernahkah Si Kecil mencoba kuliner perpaduan antara budaya lokal dan asing, seperti nasi goreng dengan sentuhan rempah dari masakan Tiongkok?
Hal itu termasuk salah satu contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari, Bunda. Melalui proses asimilasi, tentunya menciptakan kebudayaan baru yang unik, menggambarkan bagaimana masyarakat mampu beradaptasi tanpa kehilangan identitas asli mereka.
Dalam kajian sosiologi, asimilasi merupakan salah satu bentuk interaksi sosial yang mempererat hubungan antarindividu maupun kelompok. Pada pelajaran sosiologi, asimilasi adalah proses sosial yang terjadi secara bertahap, sehingga kelompok-kelompok yang berbeda untuk membangun kehidupan yang harmonis.
Contoh asimilasi sosiologi dapat dilihat dalam berbagai bentuk, seperti perayaan tradisi bersama atau adopsi bahasa sehari-hari yang berasal dari budaya lain. Kehidupan masyarakat yang beragam di Indonesia menjadi salah satu bukti nyata bagaimana asimilasi menciptakan kerukunan di tengah perbedaan.
Selain di sekolah, materi mengenai asimilasi, proses, beserta contoh-contohnya juga dapat dipahami Si Kecil di rumah, Bunda.
Pengertian asimilasi
Dikutip dari buku Sosiologi, asimilasi adalah suatu interaksi sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu yang lama. Hal ini sehingga lambat laun kebudayaan asli yang mereka miliki masing-masing akan berubah sifat serta wujud untuk membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
Sebagai interaksi sosial dalam tahap lanjut, asimilasi ditandai dengan adanya usaha-usaha dari masing-masing kelompok masyarakat yang berbeda kebudayaan untuk mengurangi perbedaan-perbedaan yang mereka miliki.
Macam-macam proses asimilasi
Dikutip dari laman detikcom, proses asimilasi terdiri dari dua yaitu asimilasi tuntas satu arah dan asimilasi tuntas dua arah:
1. Asimilasi tuntas satu arah
Proses asimilasi ini ditandai dengan individu atau satu kelompok mengambil alih budaya dan jati diri kelompok dominan, kemudian menjadi bagian dari kelompok tersebut.
2. Asimilasi tuntas dua arah
Berbeda dengan asimilasi tuntas satu arah yang terdiri dari individu atau satu kelompok, proses asimilasi ini ditandai dengan dua kelompok etnik atau lebih saling memberikan dan menerima budaya dari kelompok etnik lainnya.
Dimensi asimilasi
Menurut Milton M.Gordon (1964) dalam buku Assimilation in American Life, dijelaskan perbedaan asimilasi berdasarkan dimensinya adalah sebagai berikut:
1. Asimilasi kultural atau perilaku (akulturasi)
Akulturasi adalah proses di mana budaya dari kelompok minoritas secara bertahap terintegrasi ke dalam masyarakat lokal, sehingga unsur-unsur budaya asli mereka perlahan tergantikan oleh karakteristik budaya yang dominan.
2. Asimilasi struktural
Asimilasi merupakan proses sosial yang terlihat melalui keterlibatan kelompok minoritas dalam berbagai aktivitas masyarakat lokal, seperti klub atau lembaga masyarakat bumi.
3. Asimilasi marital (perkawinan)
Asimilasi ini ditandai dengan perkawinan antar golongan dalam jumlah besar, sehingga menjadi salah satu bentuk nyata dari proses penggabungan budaya.
4. Asimilasi identifikasional
Dimensi asimilasi ini berkaitan dengan kemajuan rasa kebangsaan secara eksklusif yang didasarkan oleh kelompok mayoritas.
5. Asimilasi penerimaan sikap
Dimensi asimilasi ini terjadi saat kelompok mayoritas menunjukkan sikap terbuka dan tidak memiliki prasangka terhadap kelompok minoritas. Melalui kondisi ini, kelompok mayoritas menerima keberadaan kelompok minoritas dengan sikap inklusif dan penuh toleransi, tanpa adanya diskriminasi atau pandangan negatif.
6. Asimilasi penerimaan perilaku
Dimensi asimilasi ini terjadi ketika kelompok mayoritas tidak melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas, baik dalam sikap maupun tindakan. Melalui situasi ini, kelompok mayoritas memperlakukan kelompok minoritas dengan adil dan setara, tanpa membedakan mereka berdasarkan asal-usul, budaya, atau identitas lainnya.
7. Asimilasi kewarganegaraan
Ketika proses integrasi antara kelompok minoritas dan mayoritas berlangsung tanpa menimbulkan benturan nilai atau konflik kekuasaan terjadi asimilasi kewarganegaraan.
Hal ini ditandai oleh kelompok minoritas diterima sepenuhnya oleh kelompok mayoritas tanpa perlu mengorbankan identitas dasar mereka yang tidak bertentangan dengan norma dan nilai yang dianut bersama.
Faktor pendorong terjadinya asimilasi
Berikut faktor-faktor pendorong terjadinya asimilasi seperti dikutip dari buku Sosiologi terdapat faktor pendorong terjadinya asimilasi:
- Toleransi
- Kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi
- Sikap menghargai orang lain dengan kebudayaannya
- Sikap terbuka dari golongan pengusaha di masyarakat
- Persamaan unsur-unsur kebudayaan
- Perkawinan campuran (amalgamation)
- Adanya musuh bersama dari luar
Faktor penghambat terjadinya asimilasi
Asimilasi juga memiliki faktor-faktor penghambat sebagai berikut ini:
- Terisolasinya kehidupan golongan tertentu di masyarakat
- Kurangnya pengetahuan terhadap kebudayaan yang dihadapi
- Perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang dihadapi
- Perasaan bahwa kebudayaan kelompok lain lebih tinggi
- Perbedaan ciri-ciri badaniah
- Perasaan yang kuat terhadap kelompok dan kebudayaannya (in-group feeling)
- Gangguan-gangguan golongan berkuasa terhadap kelompok minoritas
- Perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi
20 Contoh Asimilasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial, berikut contoh asimilasi dalam kehidupan sehari-hari dapat ditandai dengan perilaku yang terjadi pada kelompok masyarakat saat ini:
- Penggunaan bahan rempah-rempah khas Indonesia dalam masakan barat, seperti steak dengan saus kecap manis.
- Adopsi bahasa Indonesia dalam komunikasi lintas suku di daerah tertentu.
- Kombinasi batik tradisional dengan desain modern dalam busana formal maupun kasual.
- Pemakaian hijab dipadukan dengan gaya modern yang terinspirasi dari tren fashion global.
- Upacara pernikahan yang memadukan adat tradisional dengan gaya modern atau internasional.
- Perayaan pernikahan lintas budaya yang melibatkan elemen dari kedua tradisi mempelai.
- Penggabungan musik tradisional, seperti gamelan, dengan alat musik modern dalam orkestra.
- Tradisi lokal yang dipadukan dengan praktik keagamaan, seperti tradisi slametan yang digabungkan dengan doa-doa Islami.
- Bangunan rumah yang menggabungkan elemen arsitektur tradisional dengan desain minimalis modern.
- Penggunaan teknologi digital untuk melestarikan budaya, seperti aplikasi pelajaran bahasa daerah.
- Film nasional yang mengadaptasi gaya sinematografi Hollywood.
- Restoran cepat saji internasional yang menyediakan menu lokal.
- Acara TV yang menggabungkan format reality show global dengan tema lokal.
- Festival budaya lokal yang mengadopsi teknologi modern, seperti live streaming acara tradisional.
- Perayaan Tahun Baru dengan tradisi kearifan lokal seperti makan bersama keluarga.
- Permainan tradisional seperti congklak yang dimodifikasi menjadi permainan digital.
- Anak-anak yang memainkan lagu-lagu tradisional dengan alat musik modern.
- Pengobatan modern yang dipadukan dengan ramuan tradisional lokal.
- Kampanye kesehatan global yang menggunakan bahasa dan simbol lokal.
- Dakwah agama yang mengadopsi budaya lokal untuk mendekatkan ajarannya kepada masyarakat setempat.
Itulah 20 contoh asimilasi dalam kehidupan beserta pengertian, faktor pendukung, dan faktor penghambatnya. Semoga bermanfaat untuk pengetahuan Si Kecil, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)