5 Cara Mengatasi Cegukan pada Bayi Usia 0-6 Bulan, Sudah Lakukan Bun?

3 months ago 56

Cegukan sangat umum dialami oleh bayi usia 0 hingga 6 bulan. Jika ini terjadi pada Si Kecil, ada beberapa langkah yang dapat Bunda coba terapkan di rumah.

Dikutip dari Pregnancy, Birth, and Baby, cegukan disebabkan oleh kontraksi dan pengencangan diafragma (otot tipis antara dada dan perut) secara tidak sengaja.

Diafragma adalah lembaran otot besar yang tersangkut di antara paru-paru. Bekerja sama dengan otot-otot interkostal, hal ini menyebabkan proses bernapas terjadi. 

Tarikan napas yang tajam secara tidak sengaja menyebabkan pita suara menutup dengan cepat yang menghasilkan suara cegukan.

Mengapa bayi mengalami cegukan?

Setelah saraf di diafragma terpicu, diafragma mengalami kejang. Meski secara garis besar masih belum dipahami dengan jelas apa yang menyebabkan saraf terstimulasi sejak awal, tapi pada bayi cegukan dipahami terjadi karena proses menyusu.

Cegukan cukup sering terjadi pada bayi berusia hingga 12 bulan, terutama pada bayi baru lahir setelah disusui. Bayi bahkan dapat cegukan saat mereka masih dalam kandungan atau sebelum lahir.

Ketika bayi cegukan, dapat terlihat seolah-olah seluruh tubuhnya bergerak dan suara cegukannya bahkan dapat terdengar cukup keras.

Akan tetapi, kecil kemungkinan bayi merasakan sakit saat cegukan. Cegukan terkadang dapat disertai dengan sedikit susu yang keluar.

Cara mengatasi cegukan pada bayi

Bayi biasanya tidak terganggu oleh cegukan, bahkan dapat tetap menyusu dan tidur saat mengalaminya. Biasanya cegukan akan hilang sendiri dalam waktu 5-10 menit, sehingga tidak memerlukan pengobatan khusus.

Namun jika Bunda khawatir dengan hal ini, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk membantu mengatasi cegukan pada bayi:

1. Mengusap punggung bayi

Dikutip dari Medical News Today, mengusap punggung serta menggoyangkan pelan tubuh bayi ke depan dan ke belakang dapat membantu bayi jadi lebih rileks. Ini pun diyakini dapat menghentikan pemicu cegukan.

Selain itu, mengusap-usap punggung bayi juga dapat membantunya bersendawa, yang pada akhirnya berpotensi menghentikan cegukan.

2. Membuat bayi bersendawa

Membuat bayi bersendawa juga dapat membantu meredakan perut kembung yang mungkin menyebabkan cegukan. Bersendawa membersihkan gelembung udara yang tersangkut di perut atau kerongkongan (saluran berotot yang menghubungkan tenggorokan ke perut).

Saat menyusui, sendawakan bayi ketika berganti posisi. Namun ketika bayi diberi susu botol, sendawakan bayi ketika ia sudah menghabiskan setengah bagian susu. 

Kemudian setelah bayi selesai menyusu, cobalah sendawakan lagi dan jaga agar bayi tetap tegak selama sekitar 15 menit jika memungkinkan.

3. Ubah posisi

Coba ubah posisi tubuh bayi saat ia sedang cegukan. Misalnya jika bayi sedang dalam posisi berbaring, peganglah ia dalam posisi tegak untuk melihat apakah itu membantu.

Biasanya, posisi terbaik untuk menghilangkan cegukan adalah dengan posisi tegak, baik di bahu atau di pangkuan Bunda. Namun, membaringkan bayi juga tidak apa-apa jika mereka cegukan, selama mereka tidak mengalami kesulitan bernapas.

4. Perlambat pemberian ASI

Ilustrasi menyusuiIlustrasi menyusui/Foto: Getty Images/Graphicscoco

Jika Bunda melihat bayi selalu cegukan saat menyusu, mungkin ini karena Bunda memberinya ASI terlalu cepat. Memperlambat pemberian ASI dapat mengurangi kemungkinan bayi mengalami cegukan.

5. Perlekatan yang baik

Pastikan juga bayi melekat dengan benar di seluruh puting saat menyusu. Jangan lupa untuk hanya memberikan ASI saat bayi tenang, yakni sebelum mereka merasa lapar dan mulai menangis.

Jika bayi kesal saat menyusu, ASI atau susu formula mungkin tidak dapat masuk dengan lancar sehingga dapat mengiritasi kerongkongannya.

Cara mencegah cegukan pada bayi

Dikutip dari Very Well Health, cegukan pada bayi usia 0 hingga 6 bulan mungkin tidak selalu dapat dicegah karena ini sebenarnya merupakan refleks alami bayi.

Kendati demikian, ada beberapa tindakan yang dapat Bunda lakukan untuk menurunkan risiko cegukan pada Si Kecil.

Salah satunya meminimalkan bayi menelan udara, jadi pastikan bayi menyusu dengan benar. Saat memberi susu botol, pastikan juga dot pada botol bayi terisi dengan susu, bukan udara.

Selain itu, sendawakan bayi lebih dari satu kali jika perlu. Dengan kata lain, buatlah bayi bersendawa beberapa kali selama sesi menyusui, bukan hanya di akhir.

Kapan perlu ke dokter? 

Cegukan dapat terjadi pada usia berapa pun dan hampir selalu tidak berbahaya bagi bayi. Penelitian dalam British Journal of General Practice menunjukkan bahwa cegukan lebih umum terjadi pada bayi prematur daripada bayi yang lahir cukup bulan.

Meskipun jarang terjadi, cegukan bisa jadi merupakan tanda penyakit refluks gastroesofageal (GERD) pada bayi. 

Lakukan konsultasi dengan dokter jika bayi mengalami cegukan yang sering, bersamaan dengan tanda-tanda GERD lainnya. Termasuk seperti muntah, kesulitan menelan, menolak menyusu, dan sering menangis. 

Demikian ulasan tentang cara-cara mengatasi cegukan pada bayi usia 0-6 bulan. Tetap perhatikan kondisi kesehatan bayi di rentang usia ini untuk mengenali gejala-gejala masalah kesehatan lain jika ada ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online