6 Manfaat ASI dalam Jangka Panjang untuk Si Kecil hingga Dewasa

3 months ago 55

ASI memang memiliki sejuta manfaat dalam tumbuh kembang Si Kecil. Tak sampai di situ, ASI juga memiliki manfaat jangka panjang untuk Si Kecil hingga ia dewasa. Cari tahu, yuk.

Baik jangka pendek ataupun jangka panjang, pemberian ASI mendatangkan manfaat luar biasa bagi bayi dan juga ibu. Karenanya, pemberian ASI direkomendasikan sejak bayi baru lahir hingga 6 bulan secara eksklusif kemudian dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun, sesuai rekomendasi WHO.

Secara jangka pendek, manfaat pemberian ASI sudah terbukti ya, Bunda, khususnya dalam pengurangan morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular pada masa kanak-kanak.

Manfaat ASI untuk jangka panjang untuk Si Kecil

Analisis gabungan dari berbagai penelitian yang dilakukan di negara-negara berpendapatan menengah atau rendah menunjukkan bahwa pemberian ASI secara substansial menurunkan risiko kematian akibat penyakit menular pada dua tahun pertama kehidupan.

Berdasarkan data dari the United Kingdom Millennium Cohort, Quigley diperkirakan bahwa praktik pemberian ASI yang optimal dapat mencegah sebagian besar pasien dirawat di rumah sakit akibat diare dan infeksi saluran pernapasan bawah. 

Tinjauan sistematis mendapati bahwa pemberian ASI eksklusif pada 6 bulan pertama menurunkan morbiditas akibat penyakit gastrointestinal dan alergi, tanpa efek negatif pada pertumbuhan. Berdasarkan bukti tersebut, telah direkomendasikan bahwa pada enam bulan pertama kehidupan, setiap anak harus disusui secara eksklusif, dengan pemberian ASI parsial dilanjutkan hingga usia dua tahun.

Berdasarkan bukti kuat tentang efek jangka pendek dari menyusui, tinjauan ini membahas konsekuensi jangka panjangnya. Bukti terkini, sebagian besar dari negara-negara berpendapatan tinggi, menunjukkan bahwa terjadinya penyakit tidak menular dapat diprogram oleh paparan yang terjadi selama kehamilan atau pada tahun-tahun pertama kehidupan seperti dikutip dari laman WHO.

Pola makan awal, termasuk jenis susu yang diterima, merupakan salah satu paparan utama yang dapat memengaruhi perkembangan penyakit pada orang dewasa. Pada 2007, dilakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis tentang konsekuensi jangka panjang dari menyusui.

The Department of Maternal, Newborn, Child and Adolescent Health of the World Health Organization kini telah menugaskan pembaruan tinjauan ini. Hasil jangka panjang berikut ditinjau yakni tekanan darah, diabetes tipe-2, kolesterol serum, kelebihan berat badan dan obesitas, serta kinerja intelektual. 

Dalam tinjauan tahun 2007, ada efek signifikan di antara orang dewasa, yang tidak lagi ada dalam analisis yang diperbarui. Uji coba di Inggris pada bayi prematur menunjukkan efek perlindungan kecil, sementara uji coba Belarus tidak melaporkan hasil ini. Peneliti menyimpulkan bahwa menyusui tampaknya tidak melindungi terhadap kadar kolesterol total. 

Diabetes

Ada perlindungan substansial dalam analisis gabungan, dengan penurunan 34%, tetapi sedikit studi yang tersedia dan hasilnya sangat heterogen. Hanya dua studi berkualitas tinggi yang diidentifikasi, dengan hasil yang bertentangan (satu menunjukkan peningkatan dan yang lain penurunan di antara subjek yang disusui). Uji coba acak tidak menunjukkan hasil apa pun pada hasil ini. Kesimpulannya adalah bahwa studi lebih lanjut diperlukan pada hasil

Dalam analisis gabungan dari semua penelitian, pemberian ASI dikaitkan dengan penurunan 24% dalam kelebihan berat badan atau obesitas, tetapi penurunan tersebut hanya 12 persen dalam penelitian berkualitas tinggi.

Menurut WHO, pemberian ASI merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjamin kesehatan, kelangsungan hidup, dan tumbuh kembang anak yang baik. 

WHO merekomendasikan agar bayi mulai diberi ASI pada jam pertama setelah lahir dan diberi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, tanpa makanan atau cairan lain, termasuk air. Sejak usia 6 bulan, makanan pendamping yang cukup dan aman harus diperkenalkan, dan anak-anak dapat terus diberi ASI hingga usia 2 tahun atau lebih.

Ada banyak manfaat menyusui baik jangka pendek dan panjang yang didapatkan bayi ya, Bunda. Secara jangka panjang, menyusui juga memberikan manfaat yang tak kalah penting seperti berikut ini:

1. Menyusui memberikan awal yang paling sehat bagi kehidupan anak. Menyusui berfungsi sebagai vaksin pertama bagi bayi dan menurunkan biaya perawatan kesehatan yang menghasilkan keluarga yang lebih sehat dan tenaga kerja yang lebih cerdas.

2. Menyusui melindungi dari penyakit kronis yang mengancam jiwa dan mendukung pertumbuhan yang sehat seperti dikutip dari laman Hindustantimes.

3. Menyusui mengandung asam lemak rantai panjang dan nutrisi lain yang dibutuhkan untuk perkembangan otak yang sehat

4. Menyusui dikaitkan dengan kinerja yang lebih tinggi dalam tes kecerdasan di antara anak-anak dan remaja.

5. Menyusui mengurangi risiko obesitas, asma, diabetes tipe-2, dan SIDS pada anak-anak dan remaja

6. Anak-anak yang disusui cenderung tidak memiliki masalah perilaku pada usia 5 tahun dibandingkan dengan anak-anak yang tidak disusui.

Nah, jadi makin semangat mengASIhi ya, Bun. Semoga informasinya membantu, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online