Jakarta -
Memasak di rumah adalah cara yang tepat untuk menikmati makanan bergizi. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan selain memilih bahan makanan. Jenis peralatan dapur yang digunakan dapat memengaruhi makanan hingga kesehatan.
Risiko potensial dari peralatan masak bergantung pada jenis panci dan wajan yang digunakan dan cara menggunakannya.
Dilansir dari laman BBC Science Focus, penelitian menunjukkan bahwa beberapa bahan pokok, seperti plastik hitam, talenan plastik, dan wajan anti lengket, berpotensi melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan.
7 Jenis peralatan dapur yang berbahaya bagi imunitas tubuh
Berikut adalah beberapa jenis peralatan dapur yang perlu Bunda waspadai karena berbahaya bagi imunitas tubuh.
1. Peralatan makan dari plastik
Penelitian menunjukkan bahwa spatula, sendok, dan centong tersebut berpotensi melepaskan zat penghambat api beracun, seperti decabromodiphenyl ether (decaBDE) ke dalam makanan.
Awalnya digunakan dalam elektronik untuk mengurangi risiko kebakaran, bahan kimia ini ditemukan dalam peralatan dapur plastik hitam yang terbuat dari limbah elektronik daur ulang.
2. Talenan dan mikroplastik
Talenan plastik mungkin tampak tidak berbahaya dibandingkan pisau tajam, gunting, dan parutan. Namun, talenan plastik tetap dapat menimbulkan ancaman bagi kesehatan.
Hal ini karena saat memotong di atas papan plastik, partikel kecil berukuran kurang dari 5 milimeter, yang dikenal sebagai mikroplastik, dapat terlepas dari permukaannya. Partikel ini kemudian dapat masuk ke dalam makanan.
Mikroplastik juga dapat menyebabkan kerusakan DNA, stres oksidatif, dan peningkatan peradangan, yang meningkatkan risiko penyakit seperti kanker dan gangguan autoimun.
3. Wajan anti lengket
Wajan anti lengket mungkin menjadi peralatan dapur yang paling disukai banyak orang. Sebab, permukaannya licin dan tidak lengket.
Namun, bahan kimia yang digunakan dalam pelapis anti lengket, PFAS (per-and polyfluoroalkul substances), dipercaya dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Bahan kimia tersebut dianggap tidak akan pernah hilang karena sulit diurai dan dikaitkan dengan kerusakan hati, penyakit tiroid, obesitas, masalah kesuburan, dan kanker.
4. Peralatan masak yang terbuat dari aluminium
Peralatan masak yang terbuat dari alumunium mungkin bukan pilihan yang tepat, ini memanas dengan sangat cepat dan mudah bereaksi dengan sayuran dan makanan yang bersifat asam.
Oleh karena itu, sebaiknya hindari memasak dengan peralatan seperti itu. Reaksi kimia ini memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
5. Peralatan masak dari keramik
Beberapa peralatan dapur keramik dapat mengandung timbal dalam lapisan glasirnya. Misalnya, banyak slow cooker menggunakan sisipan keramik dengan lapisan glasir. Timbal dapat merembes keluar dari produk jika lapisan glasirnya tidak dibuat dengan benar.
Timbal dalam jumlah berapa pun dapat berbahaya bagi manusia dan menyebabkan masalah, seperti sakit perut, kelelahan, hingga hilang ingatan.
6. Peralatan masak yang rusak
Peralatan masak yang rusak atau terkelupas lebih besar kemungkinannya melepaskan logam ke dalam makanan yang dimasak, dibandingkan peralatan masak yang baru atau belum terkelupas.
7. Peralatan masak tembaga
Peralatan masak tembaga sering dianggap sebagai pilihan yang sehat untuk memasak dan menyajikan makanan.
Tembaga memiliki kualitas untuk mempertahankan kehangatan makanan dalam waktu lama. Namun, memasak makanan asin dalam wadah tembaga tidak disarankan karena yodium yang ada dalam garam bereaksi cepat dengan tembaga, yang melepaskan banyak partikel tembaga.
Nah, itulah beberapa jenis peralatan dapur yang dapat membahayakan imunitas tubuh. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)