Amankah Ibu Hamil Konsumsi Protein Bubuk? Ini Kata Pakar

3 months ago 54

Jakarta -

Protein menjadi salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan selama hamil. Protein digunakan sebagai bahan pembangun untuk sel-sel janin, termasuk mendukung perkembangan kulit, rambut, otot, dan kuku janin.

Lantas, bagaimana bila kebutuhan protein sulit dipenuhi selama hamil? Bolehkah protein dari makanan digantikan dengan konsumsi protein bubuk ya?

Simak penjelasan pakar terkait konsumsi protein bubuk selama hamil berikut ini!

Apa itu protein bubuk?

Melansir dari laman Medical News Today, protein bubuk adalah suplemen nutrisi yang dapat membantu membangun otot, memperbaiki jaringan, dan memproduksi enzim serta hormon. Protein bubuk sering digunakan untuk menurunkan berat badan dan membentuk otot untuk tujuan estetika.

Protein bubuk biasanya tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Sebelum menggunakannya, seseorang harus menghitung kebutuhan nutrisi mereka, Bunda.

"Mereka yang tidak mendapatkan cukup protein dari makanan dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen protein bubuk. Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi terlalu banyak protein. Beberapa bubuk juga mengandung hingga 80 g per sajian, yang terlalu berlebihan bagi kebanyakan orang," kata ahli diet Natalie Butler, R.D., L.D.

Ilustrasi Protein BubukIlustrasi Protein Bubuk/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Gingagi

Protein bubuk untuk ibu hamil

Menurut konsultan ahli diet dan gizi di Motherhood Hospitals, Dt. Nivya Vikal, ibu hamil boleh mengonsumsi protein bubuk. Tetapi, Bunda harus berkonsultasi dulu dengan dokter ya.

"Kehamilan adalah fase krusial di mana wanita harus berhati-hati dengan jenis makanan yang dikonsumsinya," kata Vikal, dilansir laman Herzindagi.

Selain itu, tidak semua protein bubuk aman untuk ibu hamil. Beberapa produk mungkin mengandung zat aditif berbahaya, logam berat, atau pewarna buatan yang dapat berdampak negatif pada perkembangan bayi. Oleh karena itu, pemilihan yang cermat dan petunjuk medis sangatlah penting sebelum memasukkan protein buruk ke dalam menu makan kehamilan.

"Bubuk protein tertentu mengandung branched-chain amino acids (BCAA) tingkat tinggi, yang dapat berdampak buruk pada pertumbuhan dan perkembangan bayi," ujar Vikal.

Perlu diketahui ya, branched-chain amino acids (BCAA) adalah asam amino rantai bercabang yang terdiri dari leusin, isoleusin, dan valin. Kandungan ini sering ditemukan di protein bubuk atau minuman olahraga karena fungsinya untuk meningkatkan massa otot.

Vikal lebih lanjut menjelaskan bahwa protein bubuk juga dapat mengandung logam berat yang bisa menimbulkan risiko toksisitas. Beberapa produk bahkan mengandung tinggi lemak dan karbohidrat yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan tidak perlu selama kehamilan.

"Berat badan dan kalori berlebih dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional," ujarnya.

Untuk memastikan keamanannya, Bunda sebaiknya mencari protein bubuk yang dibuat khusus untuk kehamilan. Bubuk ini bebas dari bahan tambahan berbahaya, pewarna buatan, dan logam berat. Jangan lupa juga untuk selalu memeriksa label dan konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen protein apa pun.

Ingat ya, bagi sebagian perempuan, penggunaan bubuk protein selama kehamilan mungkin tidak direkomendasikan sama sekali. Vikal menekankan bahwa makanan utuh semestinya menjadi sumber nutrisi utama selama kehamilan.

"Sumber protein alami menyediakan vitamin, mineral, dan serat tambahan yang penting bagi kesehatan ibu dan bayi," katanya.

Nah, untuk menghindari dampak buruk, ada baiknya Bunda menghindari konsumsi protein bubuk selama kehamilan. Selain tidak menawarkan tingkat nutrisi komprehensif yang sama seperti makanan utuh, beberapa bubuk protein juga mengandung zat aditif tersembunyi.

Sumber protein alami untuk ibu hamil

Alih-alih mengonsumsi protein bubuk, Bunda bisa mendapatkan protein dari makanan sehari-hari. Ada banyak sumber protein alami yang juga mengandung vitamin dan mineral.

Melansir dari beberapa sumber, berikut daftar makanan sumber protein alami yang dapat dikonsumsi selama hamil:

  • Ikan seperti salmon dan ikan gabus
  • Daging sapi tanpa lemak
  • Daging ayam
  • Telur ayam
  • Tempe dan tahu
  • Susu dan olahannya yang dipasteurisasi
  • Greek yoghurt
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti kacang almond, kenari, biji chia, dan biji rami
  • Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan kacang polong
  • Buah-buahan, seperti alpukat, melon, apel, buah beri, dan kiwi

Demikian serba-serbi konsumsi protein bubuk saat hamil dan sumber protein yang dapat dikonsumsi selama kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online