Jakarta -
Bunda yang berhenti menggunakan kontrasepsi (KB) biasanya karena berencana segera hamil. Namun, tubuh terkadang membutuhkan waktu untuk mengembalikan kesuburan secara alami. Ada beberapa cara menyuburkan kandungan setelah berhenti KB.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Traci C. Johnson, MD, mengatakan bahwa seseorang yang sebelumnya menggunakan alat kontrasepsi mungkin khawatir alat tersebut dapat mempengaruhi kemampuannya untuk hamil.
"Dalam beberapa kasus, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk hamil setelah Anda berhenti menggunakan metode yang mengandung hormon estrogen atau progestin. Namun, dalam jangka panjang, tidak ada efek negatif pada kesuburan Anda," kata Johnson dilansir dari WebMD.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk hamil?
Johnson menjelaskan bahwa jika pasangan menggunakan metode penghalang seperti kondom atau diafragma maka bisa segera hamil setelah berhubungan seks tanpa alat tersebut.
Kebanyakan perempuan bisa hamil beberapa bulan setelah menghentikan alat kontrasepsi yang mengandung hormon, seperti pil, koyo, atau alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR).
"Namun, kesehatan Anda -- termasuk kebiasaan gaya hidup dan gen Anda -- berperan dalam lamanya waktu yang dibutuhkan. Dan beberapa jenis memiliki dampak yang lebih besar pada kesuburan daripada yang lain," ujar Johnson.
Johnson mencontohkan, jika perempuan menggunakan pil KB, maka kemungkinan hamil bisa dalam 1-3 bulan setelah berhenti dari pil kombinasi- yaitu pil yang mengandung estrogen dan progestin. Namun, kebanyakan perempuan bisa hamil dalam waktu satu tahun.
Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi pil tersebut selama lebih dari 4 atau 5 tahun lebih subur daripada yang menggunakannya selama 2 tahun atau kurang.
Jika Bunda telah menggunakan pil progestin saja, yang disebut 'pil mini', mungkin bisa hamil beberapa hari atau minggu setelah berhenti. Itu karena pil mini tidak menghentikan ovulasi secara konsisten seperti pil yang mengandung estrogen.
Sebaliknya, pil ini menipiskan lapisan rahim. Lapisan tersebut mulai menebal lagi segera setelah Bunda berhenti minum pil mini, sehingga memungkinkan untuk hamil.
Cara menyuburkan kandungan setelah setop KB
Ada beberapa cara menyuburkan kandungan dan meningkatkan peluang kehamilan usai berhenti dari KB, dari berbagai sumber:
1. Mencari tahu masa subur
Masa subur Bunda yang baru lepas KB tidak bisa hanya dengan melihat siklus haid. Beberapa perempuan mungkin tidak haid selama beberapa bulan usai lepas KB hormonal. Kemungkinan hamil itu tetap ada selama Bunda belum haid.
Faktanya, perempuan dapat mulai berovulasi tepat setelah menghentikan KB dan melakukan hubungan seks tanpa kondom. Cara menyuburkan kandungan setelah stop KB adalah mengetahui masa subur. Ini dapat dilakukan dengan tes ovulasi dengan menguji kadar urine.
Tes ini dapat membantu Bunda mengetahui kadar hormon luteinizing (LH), yang naik 24 hingga 36 jam sebelum ovulasi. Perempuan umumnya dapat merasakan perubahan saat siap ovulasi. Misalnya suhu yang sedikit meningkat atau lendir yang keluar dari serviks.
2. Kenali jenis KB yang digunakan
Jenis KB yang Bunda gunakan sebelumnya dapat mempengaruhi waktu pemulihan kesuburan. Berikut perkiraan waktu pulihnya kesuburan berdasarkan jenis KB.
- Pil KB: Kesuburan biasanya kembali dalam 1-3 bulan setelah berhenti KB.
- Suntik KB: Bunda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk hamil setelah berhenti suntik KB, sekitar 10-18 bulan atau lebih sebelum berovulasi lagi. Itu sebabnya, para ahli tidak merekomendasikan metode suntik jika perempuan masih berharap memiliki anak dalam waktu setahun setelah menggunakan KB.
- IUD (spiral): Bunda bisa langsung hamil setelah dokter melepas IUD. Perempuan biasanya mulai berovulasi dalam satu bulan usai dilepas. Namun, kebanyakan perempuan hamil dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun.
- Implan KB: Bunda bisa hamil segera setelah dokter melepas alat ini. Kebanyakan perempuan mulai berovulasi lagi pada bulan pertama. Kesuburan biasanya kembali dalam beberapa minggu hingga 3 bulan setelah implan diangkat.
3. Konsumsi makanan bergizi
Makanan berperan penting dalam meningkatkan kesuburan. Beberapa nutrisi ini perlu dikonsumsi untuk meningkatkan kesuburan:
- Asam Folat: Bunda dapat memperoleh asam folat dari sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah jeruk. Asam folat membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.
- Zinc: Zinc terdapat dalam daging, ikan, dan biji-bijian. Zinc penting untuk produksi sel telur dan sperma.
- Antioksidan: Buah-buahan seperti berry, jeruk, dan sayuran berwarna cerah kaya akan antioksidan yang dapat melindungi sel telur dan sperma dari kerusakan.
- Omega-3: Ini dapat diitemukan pada ikan salmon, kacang walnut, dan biji chia. Omega-3 membantu meningkatkan kualitas sel telur dan aliran darah ke rahim.
4. Rutin olahraga
Olahraga teratur dapat membantu menyeimbangkan hormon dan meningkatkan kesuburan. Namun, Bunda perlu menghindari olahraga yang berlebihan karena dapat mengganggu siklus menstruasi. Cobalah memilih olahraga ringan seperti yoga, berjalan kaki, atau berenang.
5. Kelola stres
Stres dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan menghambat ovulasi. Untuk mengelola stres dapat dilakukan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Jika perlu, konsultasikan dengan psikolog untuk membantu mengelola stres.
6. Jaga berat badan tetap ideal
Berat badan yang tidak ideal, entah itu terlalu kurus atau terlalu gemuk, dapat memengaruhi kesuburan. Usahakan untuk menjaga indeks massa tubuh (IMT) dalam kisaran normal (18,5-24,9).
7. Tetap sabar
Proses kembalinya kesuburan kandungan setelah berhenti KB itu dapat memakan waktu. Karena itu, tetaplah bersabar dan jaga pikiran positif. Dukungan dari pasangan sangat penting dalam menjalani proses ini.
8. Konsultasi ke dokter
Bunda dapat berkonsultasi ke dokter agar kembali subur usai berhenti KB. Beberapa faktor mungkin bisa memengaruhi kemungkinan perempuan hamil, seperti usia, riwayat kesehatan, dan berat badan.
Perempuan yang berusia di bawah 35 tahun dan sudah lebih dari setahun berhenti menggunakan kontrasepsi dan tidak hamil, perlu konsultasi ke dokter. Hal yang sama juga harus dilakukan perempuan berusia di atas 35 tahun yang sedan enam bulan mencoba hamil.
Dokter kandungan atau spesialis kesuburan umumnya dapat mengevaluasi dan memberi saran untuk meningkatkan peluang hamil.
9. Beri jeda waktu
Bunda mungkin perlu menunggu atau memberikan jeda agar bisa kembali subur dan hamil.
"Setelah menggunakan kontrasepsi, tubuh mungkin memerlukan waktu atau siklus haid sampai proses ovulasi kembali dan tubuh siap untuk hamil," kata Christopher Williams, M.D., ahli endokrinologi reproduksi, dilansir Parents.
10. Hindari kebiasaan buruk
Beberapa kebiasaan buruk dapat mempengaruhi kesuburan, seperti merokok yang merusak sel telur dan sperma, konsumsi alkohol berlebihan yang dapat mengganggu keseimbangan hormon, serta kurang tidur yang dapat mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.
Berbagai cara di atas diharapkan dapat meningkatkan kesuburan sehingga peluang kehamilan meningkat usai lepas KB. Namun, perlu diingat bahwa setiap tubuh memiliki respons yang berbeda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)