Jakarta -
Dalam kondisi darurat, tak jarang ibu menyusui sambil memompa ASI ketika mengemudi. Sebenarnya, bisakah pumping ASI saat menyetir mobil di perjalanan ya, Bunda?
Memompa dan mengemudi adalah salah satu cara untuk memaksimalkan waktu terbatas Bunda sebagai pemompa eksklusif. Tetapi, pastikan Bunda memiliki kemampuan mengemudi yang baik sehingga tidak terganggu konsentrasinya saat mengemudi.
Memompa ASI sambil menyetir mobil
Ya, ibu-ibu yang menyusui sering kali menghadapi berbagai tantangan. Menyeimbangkan waktu kerja, keluarga, dan pribadi bisa jadi sangat membebani, terutama saat mencoba memastikan bayi mereka menerima nutrisi yang mereka butuhkan. Tuntutan menjadi ibu sering kali menyisakan sedikit waktu untuk sesi memompa ASI khusus.
Memompa ASI sambil mengemudi muncul sebagai solusi potensial bagi ibu-ibu sibuk yang ingin memaksimalkan waktu mereka. Praktik ini memungkinkan para ibu untuk menggabungkan tugas-tugas penting seperti memberi makan anak mereka dan bepergian yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan rasa produktivitas selama jadwal yang padat.
Pentingnya melakukan banyak tugas sekaligus tidak dapat dilebih-lebihkan. Dengan mengintegrasikan pemompaan ASI ke dalam rutinitas harian, para ibu dapat memperoleh kembali momen-momen berharga yang mungkin akan hilang. Menerapkan pendekatan ini memerlukan pertimbangan cermat tentang keselamatan dan kenyamanan, memastikan bahwa ibu dan bayinya dirawat selama perjalanan seperti dikutip dari laman Infantree.
Eksplorasi tentang memompa ASI saat mengemudi ini bertujuan untuk memberikan wawasan berharga bagi mereka yang tertarik dengan praktik ini sambil menekankan perlunya keselamatan dan kesejahteraan pribadi selama proses berlangsung.
Bisakah memompa ASI sambil menyetir mobil?
Memiliki kemampuan untuk memompa dan mengemudi berguna dalam banyak situasi. Salah satu manfaatnya yakni Bunda dapat menghemat waktu saat bepergian ke tempat kerja, dan ini dapat menjadi cara yang baik untuk memulai sesi memompa saat menjalankan tugas dengan bayi atau dalam perjalanan ke suatu acara.
Meski demikian, sebelum memutuskan untuk memompa sambil menyetir mobil, sebaiknya Bunda mengevaluasi terlebih dahulu kemampuan Bunda untuk mengemudi dan memompa tanpa terganggu serta adanya undang-undang atau peraturan yang mengatur hal tersebut.
Bunda juga perlu mempertimbangkan risiko yang terkait dengan mengembangkan airbag jika Bunda mengalami kecelakaan. Dan penting dipertimbangkan matang-matang ialah keselamatan menjadi prioritas ya, Bunda. Sehingga, jangan memompa sambil menyetir mobil jika Bunda tidak dapat melakukannya dengan aman dan legal.
Apa saja yang dibutuhkan untuk memompa sambil menyetir?
Jika Bunda memutuskan untuk mencoba memompa ASI sambil mengemudi, langkah-langkah berikut ini penting dipersiapkan ya, Bunda:
1. Pompa ASI
2. Apron untuk menutup diri
3. Satu set komponen pompa ASI
4. Dua botol ASI
5. Satu kantong plastik zip-top
6. Adaptor mobil jika pompa tidak memiliki baterai
Saat Bunda mengemas tas, rakit komponen pompa dan pasang botolnya. Kemudian masukkan komponen pompa, botol yang terpasang, pelindung payudara, dan tutup botol ke dalam kantong zip-top di dalam tas pompa.
Menyatukan komponen pompa sebelum mengemasnya membantu Bunda memastikan untuk tidak melupakan satu komponen, dan memudahkan pengaturan di dalam mobil.
Berikut ini adalah cara memompa sambil menyetir yang bisa dilakukan:
1. Siapkan pompa ASI di dalam mobil
Letakkan pompa di kursi di sebelah Bunda, (jika ada) dan, jika Bunda memiliki tempat menaruh gelas, pastikan kosong. Ini penting dilakukan karena dua alasan ya, Bunda. Pertama, agar Bunda dapat menaruh botol yang dipompa ke dalamnya setelah selesai, dan kedua, agar Bunda tidak menumpahkan minuman apa pun yang kebetulan ada di sana bersama tabung pompa Bunda.
2. Siapkan diri
Pastikan Bunda menggunakan sabuk pengalaman di balik baju dan persiapkan diri untuk memompa.
3. Nyalakan pompa ASI
Nyalakan pompa ASI dan pastikan sudah diatur ke pengaturan yang benar dan Bunda merasa nyaman.
4. Mulai mengemudi
Mengemudilah dengan penuh konsentrasi serta abaikan pompa ASI. Jangan periksa botol, jangan ubah pengaturan, dan berpura-pura bahwa Bunda tidak sedang memompa ASI seperti dikutip dari laman Exclusive Pumping.
5. Berhenti mengemudi lalu matikan pompa dan keluarkan botol
Setelah Bunda tiba di tempat tujuan atau selesai memompa dan dapat menepi sebentar, matikan pompa. Hati-hati untuk melakukannya karena ini tidak boleh dilakukan saat Bunda mengemudikan mobil.
Kemudian, bongkar komponen pompa Bunda. Letakkan botol di tempat menaruh ASI saat Bunda melepaskannya dari pelindung payudara. Lalu, pasang tutup botol, dan masukkan komponen pompa bekas ke dalam kantong plastik zip-top.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)