Suka menggunakan daun salam sebagai penyedap masakan? Ternyata manfaat daun salam tidak hanya sekadar membuat makanan lebih lezat tapi juga bisa membantu menyembuhkan beberapa penyakit lho, Bunda.
Daun salam merupakan bahan dapur yang umum digunakan untuk menambah cita rasa pada berbagai masakan. Meskipun sering dianggap sebagai penambah aroma semata, daun salam ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang patut diperhatikan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun salam dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit, termasuk diabetes. Secara tradisional, daun salam telah digunakan dalam pengobatan herbal untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.
Mengutip Healthline dan Tua Saude, kandungan senyawa aktif di dalamnya, seperti eucalyptol dan polifenol, memberikan efek antioksidan, antiinflamasi, serta antimikroba yang bermanfaat bagi tubuh. Namun penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian yang ada saat ini masih bersifat awal dan banyak dilakukan pada hewan atau dalam uji laboratorium.
Hanya saja tidak satu pun dari studi ini yang meneliti daun salam secara langsung atau mempelajari efeknya pada sel kanker manusia. Untuk itu, diperlukan lebih banyak penelitian klinis pada manusia untuk mengonfirmasi efektivitas daun salam dalam pengobatan berbagai penyakit.
Meski demikian, daun salam tetap dipercaya bisa membantu menyembuhkan atau meredakan beberapa penyakit, termasuk diabetes.
Penyakit yang bisa dibantu penyembuhannya dengan daun salam
Mari simak deretan penyakit yang bisa dibantu penyembuhannya dengan penggunaan daun salam.
1. Diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun salam memiliki potensi dalam mengelola kadar gula darah. Dalam sebuah studi tahun 2021, ekstrak daun salam menunjukkan kemampuan melindungi sel hati dari efek negatif kadar gula dan insulin yang tinggi.
Selain itu, penelitian lain pada tikus menunjukkan bahwa ekstrak daun salam dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Meskipun hasil ini menjanjikan, diperlukan penelitian lebih lanjut pada manusia untuk memastikan efektivitasnya dalam pengelolaan diabetes.
2. Penyembuhan luka
Daun salam memiliki sifat yang dapat membantu proses penyembuhan luka. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa daun salam dapat mempercepat penyembuhan luka.
Selain itu, studi laboratorium pada 2022 menemukan bahwa campuran ekstrak daun salam dengan kitosan dapat membantu mencegah infeksi pada jahitan luka. Namun penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini.
3. Batu ginjal
Ekstrak daun salam, bersama dengan herbal lain, dapat membantu mencegah pembentukan batu ginjal. Sebuah studi menemukan bahwa daun salam memiliki kemampuan untuk menghambat enzim urease, yang terkait dengan peningkatan risiko pembentukan batu ginjal.
4. Peningkatan memori
Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa paparan asap daun salam dapat mengurangi gangguan kognitif dan stres oksidatif. Studi lain menemukan bahwa minyak dari daun salam juga mengurangi kerusakan otak dan gangguan kognitif pada tikus. Namun belum ada penelitian yang mengonfirmasi efek ini pada manusia sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
5. Infeksi bakteri dan jamur
Minyak esensial dalam daun salam memiliki aksi antimikroba yang efektif melawan bakteri seperti Staphylococcus aureus, Enterococcus sp., Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa. Bakteri-bakteri ini dapat menyebabkan infeksi kulit, saluran pencernaan, dan saluran kemih.
Di samping itu, daun salam juga memiliki aksi antijamur yang efektif melawan beberapa spesies jamur. Sifat antimikroba ini membuat daun salam potensial sebagai agen alami untuk melawan infeksi.
6. Pengaturan kadar kolesterol
Ekstrak daun salam mengandung eucalyptol dan polifenol dengan aksi antioksidan yang dapat membantu mengatur kadar kolesterol dalam darah. Kandungan tersebut dapat menurunkan kolesterol LDL dan trigliserida, sambil meningkatkan kadar HDL. Dengan demikian, daun salam dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskular, seperti aterosklerosis, infark miokard, atau stroke.
7. Masalah pencernaan
Daun salam mengandung sifat antioksidan, antiinflamasi, dan antispasmodik yang dapat membantu mengatasi gangguan pencernaan seperti tukak lambung dan meredakan gas. Selain itu, tanin dalam daun salam memiliki aksi astringen yang kuat yang bermanfaat untuk mengobati diare.
Kandungan aktif dalam daun salam membantu meningkatkan sekresi enzim dan lendir lambung yang membantu meningkatkan pencernaan sekaligus melindunginya dari cedera lambung.
8. Manajemen nyeri
Daun salam memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri rematik, peradangan sendi, serta artritis, keseleo, dan memar. Sifat ini membuatnya berguna sebagai pengobatan alami untuk mengurangi peradangan dan nyeri terkait kondisi tersebut.
9. Membantu menghambat kanker
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun salam dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Misalnya saja, sebuah studi laboratorium pada tikus tahun 2023 menemukan bahwa minyak yang berasal dari daun salam membantu menghambat pembentukan kanker hati dalam model 3D yang meniru tumor asli.
Studi lain tahun 2022 para peneliti memasukkan minyak yang sama ke dalam nanopartikel dan melalui berbagai tabung reaksi serta pengujian berbasis komputer, menemukan bahwa partikel-partikel ini bisa membantu menghambat jalur yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker.
Selain itu, studi lain pada tikus tentang kanker yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) menunjukkan bahwa ekstrak daun salam tidak mencegah perluasan sel kanker. Oleh karena itu, lebih banyak studi pada manusia perlu diselesaikan untuk menentukan apakah daun salam memiliki efek pada kanker.
Meskipun daun salam menunjukkan potensi dalam membantu penyembuhan berbagai penyakit, penting untuk diingat bahwa banyak dari temuan ini berasal dari penelitian awal atau studi hewan. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan daun salam sebagai bagian dari pengobatan menjadi langkah yang lebih bijak ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)