Kata Psikolog soal Viral Flinch Test pada Anak untuk Mengetahui Apakah Ada Kekerasan

3 months ago 52

Belum lama ini viral flinch test di TikTok, Bunda. Tes ini disebut bisa membuat Bunda dan Ayah bisa mengetahui apakah anak pernah mengalami kekerasan atau tidak.

Tren ini viral berawal dari seorang TikTokers asal Utah, Amerika Serikat, yaitu Hannah Hiatt mencobanya kepada sang anak, James. Ketika itu, James tampak tersentak dan mengangkat tangannya saat sang Ayah, Braxton Hiatt, mendekat dengan membawa sebuah benda. Banyak penonton menafsirkan reaksi anak tersebut sebagai tanda ketakutan atau trauma sehingga memicu kritik.

Flinch test sendiri merupakan istilah yang merujuk pada respons refleks atau reaksi spontan seseorang terhadap stimulus mendadak yang tampak mengancam. Misalnya seperti gerakan tiba-tiba ke arah wajah.

"Respons ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh yang melibatkan sistem saraf otonom, yang dirancang untuk melindungi diri dari bahaya potensial," ujar psikolog pendidikan anak dan remaja, Madeline Jessica, M.Psi., Psikolog, ketika diwawancarai HaiBunda, Selasa (17/12/2024).

Menurut Madeline, respons flinch yang berlebihan cenderung dikaitkan dengan pengalaman trauma atau kekerasan, terutama jika seseorang telah mengalami situasi berbahaya yang melibatkan ancaman fisik. Tidak hanya itu, penelitian pun menunjukkan bahwa seseorang dengan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) memiliki respons stratle atau refleks yang lebih sensitif terhadap stimulus mengejutkan.

"Namun, penting untuk memahami bahwa respons flinch bukan indikator definitif trauma. Respons ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti tempramen, tingkat kecemasan, atau sensitivitas individu," kata Madeline.

Efektivitas flinch test

Dalam kesempatan yang sama, Madeline menyebut bahwa flinch test yang viral di TikTok ini tidaklah efektif untuk mengetahui apakah anak pernah mengalami kekerasan atau tidak. Oleh karena itu, hasil dari tes ini sering kali menyebabkan kekeliruan.

"Tes ini tidak efektif. Tren seperti flinch test yang viral di TikTok sering kali menyederhanakan isu kompleks menjadi sesuatu yang tampak mudah diukur. Adapun penggunaan respons flinch sebagai penanda bahwa seseorang, khususnya anak, pernah mengalami kekerasan dapat menimbulkan kesimpulan yang keliru," paparnya.

"Tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung bahwa flinch test adalah alat diagnostik yang valid untuk mengidentifikasi kekerasan atau trauma. Sebaliknya, praktik ini menyebabkan ketidaknyamanan emosional pada anak," lanjut Madeline.

Selain tes, ada beberapa tanda yang terlihat ketika anak pernah mengalami kekerasan. Apa saja tanda-tandanya?

Tanda-tanda anak pernah mengalami kekerasan

Ilustrasi Kekerasan Anak

Ilustrasi Kekerasan pada Anak/Foto: Getty Images/iStockphoto/Thai Liang Lim

Psikolog Madeline menjabarkan setidaknya ada empat tanda yang dapat terlihat ketika anak pernah mengalami kekerasan, Bunda. Berikut ini Bubun bantu rangkumkan deretannya:

1. Tanda emosional

Salah satu tanda yang terlihat ketika anak mengalami kekerasan adalah tanda emosional, Bunda. Madeline menyebut hal ini termasuk rasa cemas berlebih, rasa takut, hingga perubahan suasana hati yang ekstrem.

"Tanda kecemasan termasuk kecemasan berlebihan, ketakutan yang tidak wajar, kehilangan minat pada aktivitas keseharian, dan perubahan suasana hati yang ekstrem," ujarnya.

2. Tanda perilaku

Selain emosional, ada pula tanda perilaku yang terlihat ketika anak mendapatkan kekerasan. Mereka bisa saja menarik diri dan menjauh dari orang lain.

"Mereka menunjukkan perilaku agresif, menarik diri, atau menjauh dari orang lain," kata Madeline.

Banner Anak Perempuan Tidak Dekat dengan Ayah

3. Tanda fisik

Tanda fisik adalah tanda yang paling mudah terlihat ketika anak mendapat kekerasan. Tanda fisik yang muncul biasanya berupa memar atau luka.

"Munculnya memar atau luka yang tidak biasa, anak mengeluhkan sakit padahal tidak ada penyebab medis yang terlihat (psikosomatis), mengalami gejala insomnia dan mimpi buruk," jelas Madeline.

4. Tanda sosial dan kognitif

Tanpa disadari, anak-anak juga akan menunjukkan tanda-tanda kekerasan dalam segi sosial dan kognitif. Madeline menyebut, anak bisa saja kehilangan konsentrasi di sekolah bahkan memiliki nilai yang menurun.

"Anak mengalami penurunan konsentrasi dan nilai akademis, mereka menutup diri. Pada anak yang mengalami kekerasan seksual, mereka mungkin menunjukkan pengetahuan atau perilaku seksual yang tidak sesuai dengan usia mereka," ujarnya.

Meski begitu, tanda-tanda di atas tidak selalu menunjukkan anak mengalami kekerasan ya, Bunda. Hal ini karena ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan perilaku atau gejala serupa seperti masalah keluarga, perubahan besar dalam hidup, hingga gangguan psikologis lainnya.

"Mengidentifikasi kekerasan harus dilakukan secara hati-hati, dengan memperhitungkan konteks dan riwayat anak dan dilakukan oleh profesional," kata psikolog yang berpraktik di wilayah Jakarta ini.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

Jangan lupa lihat juga video langkah mencegah pelecehan seksual pada anak berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(mua/fir)

Loading...

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online