Kenali 5 Tanda Tangisan Bayi yang Tidak Normal

3 months ago 52

Tangisan bayi yang tidak normal bisa menandakan bahwa ia mungkin sedang sakit, sedang merasa kurang nyaman, atau ada penyebab-penyebab lain yang mendasari. Apa saja?

Diketahui bahwa sebelum belajar berbicara, bayi menggunakan tangisan untuk berkomunikasi. Jika Bunda mendengarkan dengan saksama, bayi sebenarnya dapat memberikan petunjuk tentang kebutuhannya melalui suara yang dibuatnya.

Ada banyak alasan mengapa bayi menangis dan berbagai jenis tangisan, tetapi masing-masing biasanya dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok utama: lapar, rewel/tidak nyaman, sakit tertentu, nyeri, atau kolik.

Selain menangis, Si Kecil mungkin menunjukkan perilaku tak biasa lainnya termasuk ingin terus digendong, sulit tidur nyenyak, hingga menolak menyusu atau makan.

Tanda-tanda tangisan bayi yang tidak normal

Lalu seperti apa saja tanda-tanda tangisan bayi yang tidak normal? Berikut ulasannya, Bunda:

1. Lapar

Dikutip dari Baby Center, tangisan bayi yang lapar biasanya akan memiliki tanda-tanda seperti berlangsung lebih lama, bernada rendah, dan berulang-ulang, diselingi jeda yang panjang. 

Saat bayi semakin lapar, tangisannya akan berangsur-angsur meningkat, menjadi lebih panjang dan lebih keras dengan jeda yang lebih pendek. Sebelum bayi terlalu lapar, Bunda biasanya akan melihat tanda-tanda lainnya. Jika bayi berusia di bawah lima bulan, perhatikan apakah mereka:

  • Mengepalkan tangan 
  • Menunjuk atau memegang area sekitar mulut
  • Menolehkan kepala ke arah apa pun yang menyentuh wajah mereka dan langsung membuka mulut
  • Menaruh tangan di sekitar mulut

Menangis terlalu kuat sering kali dapat menyebabkan bayi menelan udara, sehingga memicu ketidaknyamanan dan muncul tangisan yang lebih parah.

2. Tangisan tidak nyaman/rewel

Tanda-tanda lain tangisan bayi yang perlu diwaspadai yakni semakin lama akan semakin intens. Rewel dapat terjadi karena bayi lelah atau tidak nyaman.

Misalnya, bisa jadi popoknya kotor, merasa terlalu panas atau dingin, atau terlalu atau kurang terstimulasi. Rewel terutama umum terjadi selama pada sore atau malam hari.

Lihat apakah bayi siap untuk tidur siang. Bayi yang rewel sering kali lelah dan bayi baru lahir membutuhkan banyak tidur (sekitar 16 jam per hari). 

Jika belum waktunya tidur siang, periksa penyebab ketidaknyamanan. Pastikan popok bayi kering dan tidak terlalu panas atau dingin. 

Bunda juga dapat mencoba mengubah lingkungan bayi. Contohnya, Bunda dapat menggendong dan berjalan-jalan di sekitar rumah, jalan-jalan di luar dengan gendongan bayi atau stroller, atau letakkan mereka di bouncer atau ayunan.

3. Menangis karena gejala sakit

Menangis karena sakit tidak akan terdengar seperti tangisan bayi yang normal. Tanda-tanda tangisan bayi yang tidak normal ini bahkan tidak akan berhenti, setelah berbagai upaya menghibur yang Bunda lakukan. 

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan yakni suara tangisan bayi mungkin terdengar lelah dan lemah. Tangisan yang terus-menerus dan tidak biasa dapat mengindikasikan penyakit serius. Termasuk jika dibarengi dengan tanda lain seperti enggan menyusu, lesu, ruam, atau ada demam.

4. Tangisan karena nyeri

Bayi yang kesakitan karena nyeri tertentu mungkin tiba-tiba menjerit satu kali, panjang, dan bernada tinggi. Ini mungkin berulang saat mereka terus merasakan gelombang rasa sakit.

Tangisan yang berhubungan dengan rasa sakit mungkin terkait dengan penyebab tertentu, seperti infeksi telinga (dalam hal ini bayi biasanya akan menggosok-gosok telinga yang sakit), sakit perut, atau ruam popok yang melepuh.

Cari kemungkinan penyebab rasa sakit pada bayi dan segera lakukan konsultasi dengan dokter.

5. Tangisan akibat kolik

Jika bayi mengalami kolik, tangisannya mungkin dimulai secara tiba-tiba, biasanya sekitar waktu yang sama setiap hari dan berlanjut selama berjam-jam. Bayi juga mungkin terdengar tertekan, serta tampak menegangkan kaki dan lengan, mengepalkan tangan, dan melengkungkan punggung mereka.

Bayi pada dasarnya memang banyak menangis, rata-rata dua jam per hari selama tiga bulan pertama kehidupannya). Namun bayi yang mengalami kolik menangis lebih banyak lagi, yakni setidaknya tiga jam per hari, setidaknya tiga hari seminggu, selama setidaknya tiga minggu.

Pentingnya memahami tanda tangisan bayi yang tidak normal

Meskipun mungkin terasa sulit pada awalnya, memahami tangisan bayi akan menjadi jauh lebih mudah saat Bunda semakin mengenal Si Kecil, termasuk rutinitas serta kebutuhan hariannya.

Dikutip dari HealthLink, kemampuan orang tua untuk mengartikan tangisan bayi berkembang secara alami.

Orang yang menghabiskan banyak waktu di sekitar bayi, terutama orang tua dari anak-anak yang sangat kecil, menjadi akan sangat mengenali suara tangisan bayi.

Perlu diketahui bahwa bayi yang kesakitan mungkin menunjukkan tanda-tanda seperti:

  1. Alisnya berkerut, dahinya berkerut, atau matanya tertutup
  2. Mengalami perubahan dalam aktivitas atau perilaku sehari-harinya (seperti nafsu makan menurun, mudah tersinggung, atau perilaku gelisah)
  3. Tidur lebih lama atau lebih sedikit dari biasanya, bisa juga mungkin tiba-tiba mulai terbangun dan tampak kesakitan
  4. Mengerang saat bernapas atau menahan napas
  5. Mengepalkan tangan dan menarik kakinya ke atas atau menendang
  6. Berpegangan pada siapa pun yang memegangnya atau justru lemas dan enggan bergerak sama sekali
  7. Berkedip dan bergerak untuk melindungi bagian tubuhnya yang nyeri saat disentuh

Jika ada tanda-tanda demikian atau tangisan yang tidak normal pada bayi tak kunjung membaik meski sudah diberikan berbagai upaya, jangan ragu untuk memastikan kesehatan Si Kecil dengan konsultasi ke dokter. Semoga bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Read Entire Article
Berita Nusantara Berita Informasi Informasi Berita Berita Indonesia Berita Nusantara online Berita Informasi online Informasi Berita online Berita Indonesia online